This is D-Day...
Happy Birthday to me. Since no one else tends to be the first to say it.
Pada suatu titik, aku memilih untuk berserah.
Aku bersyukur, disaat ku tak mampu lagi...aku memilih kembali kepada Sang Maha Pemampu.
Ya Rabbku,
Hari ini tiba juga aku di usia ini
Hari di mana aku harus menjadi lebih bijaksana, dan lebih dekat dengan-Mu
Ya Rabbku,
Semoga Kau jadikan kekhusyu'an dalam setiap ibadahku, keikhlasan dalam setiap amalanku, dan kelembutan dalam setiap tutur kataku..
Ya Rabbku Yang Maha Pembuka Hati,
terima kasih atas hari yang baru ini. Semoga Engkau membantuku dalam upayaku untuk menjadi lebih damai dengan diriku sendiri dan kehidupanku saat ini, dan mohon mudahkanlah jalan naikku dalam kehidupan ini, dan mampukanlah aku untuk mengatasi semua ujian yang kuhadapi di dalam usahaku mendekatkan diri dengan Engkau Yang Maha Tinggi....
Amin.
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Tuesday, September 17, 2013
Abandoned Diary #6: Kuasa Allah itu Nyata
Hari ini kukira pagiku tak akan sama lagi dengan pagi-pagi lainnya...
Pagiku tak lagi penuh kedamaian dan ketenangan, melainkan sebuah penyesalan...
Pagiku hari ini, lagi, diawali dengan seruan istighfar dilanjutkan dengan mengacak-acak rambut...
I am frustated...
Keadaan ini berlanjut sampai ke kampus... mood amburadul.
aku gagal lagi di tes ke-3 pikirku...karena aku membuktikan sendiri bahwa hasil jawaban tesku yang terakhir tidak sesuai dengan rumus yang ada di buku salah satu dosen. Jangankan sesuai rumus, aku malah tak menggunakan rumus melainkan memakai cara konvensional....!!!
Walaupun 3 nomor sudah ku pastikan benar (karena memang soalnya sudah pernah dikerjakan sebelumnya), tapi kalau salah satu soal saja sudah dipastikan tidak lulus, begitu peraturannya...
Sampai pada kuliah ke-2 di hari yang sama... aku masih tak berani, ah bukan tak berani, tapi tak mau mengecek sendiri pengumuman kelulusan di tes ke-3 ini. Tak mau memastikan kegagalanku.
Tapi tuhan berkata lain...
di tengah mood yang masih tak menentu saat menunggu dosen... temenku Gisna bilang
"tuh kan de...kamu lulus"
"hah?" aku masih belum menerima sepenuhnya, diam melongo, tapi jantungku berdenyut liar sekali..
Lalu untuk membuat ku lebih percaya, dia kembali bertanya pada teman lainnya (yang mungkin barusaja mengecek pengumuman) tentang siapa saja yang lulus tes ke-3
Dan aku mendengar namaku disebut,
lalu...
aku beristighfar...
Rasanya semua beban terangkat dalam sekejap, semua penyesalan, kekecewaan, kecemasan hilang melayang dan sirna seketika...
Aku lulus ya Allah? sungguh? tapi aku masih belum yakin apakah ini valid atau tidak. Aku sudah memastika bahwa salah satu jawabanku salah. Mungkinkah dosen yang memeriksa kasihan? Karena, daripada tidak ada mahasiswa yang lulus pada tes dimana beliaulah yang membuat soal, bukankah lebih baik dia meluluskan yang jawabannya cukup 'lumayan', walaupun salah???
Itu baru asumsiku..., aku masih yakin sekali dengan rumus yang ada di buku. Rumus yang belum pernah ku pelajari, tapi sekali kulihat aku dapat memastikan bahwa inilah yang diinginkan soal 'menjengkelkan' itu.
Sebab, variabel-variabelnya sesuai, dan kondisinya pun sama...
Yang jelas, seharian ini aku tak lepas dari memuji kekuasaan Rabb-ku. Betapa Ia mendengarkan doaku, betapa Ia melihat aku disini begitu mengharapkan uluran tangan-Nya..., dan aku merasa hina sekali...
Malam ini, aku kembali mengecek buku dosen yang menyajikan rumus tersebut. Ada dua jenis rumus menghitung Rmin (perbandingan refluks eksternal minimum), untuk umpan berupa uap jenuh, dan untuk umpan berupa cair jenuh.
Rumus yang ku pakai tentu yang sesuai dengan si 'soal'. Uap jenuh. Aku masih memperoleh hasil Rmin yang sama, 2.16. Hasil yang sangat berbeda dengan jawabanku saat tes; 0,96.
Hasil yang membuatku stress semalaman dan terbangun dengan kesesakan.
Tapi, beberapa saat yang lalu, lagi-lagi aku heran dengan penglihatanku. Setan apa yang bertengger di mataku dari kemarin?
Rumus yang seharusnya ku pakai untuk mengecek jawaban ternyata yang satu lagi.... bukan yang menghasilkan nilai 2,16...
tapi yang satu lagi... yang menghasilkan nilai 0,96...!!! Ade, baca kalimatnya yang bener dong...!
Subhannallah...
Lihat bagaimana Dia mempermainkanku dengan mudahnya... memberiku pembelajaran yang sangat berharga dengan tenggelam dan terjatuh. Memberiku rasa kecewa dan terluka, lalu menunjukkan akhir yang tak terduga indahnya. Ia telah memberiku kesempatan untuk mencicipi sepotong cerita dari skenario-Nya yang sempurna...
He is Allah, the One Who Listen
Pagiku tak lagi penuh kedamaian dan ketenangan, melainkan sebuah penyesalan...
Pagiku hari ini, lagi, diawali dengan seruan istighfar dilanjutkan dengan mengacak-acak rambut...
I am frustated...
Keadaan ini berlanjut sampai ke kampus... mood amburadul.
aku gagal lagi di tes ke-3 pikirku...karena aku membuktikan sendiri bahwa hasil jawaban tesku yang terakhir tidak sesuai dengan rumus yang ada di buku salah satu dosen. Jangankan sesuai rumus, aku malah tak menggunakan rumus melainkan memakai cara konvensional....!!!
Walaupun 3 nomor sudah ku pastikan benar (karena memang soalnya sudah pernah dikerjakan sebelumnya), tapi kalau salah satu soal saja sudah dipastikan tidak lulus, begitu peraturannya...
Sampai pada kuliah ke-2 di hari yang sama... aku masih tak berani, ah bukan tak berani, tapi tak mau mengecek sendiri pengumuman kelulusan di tes ke-3 ini. Tak mau memastikan kegagalanku.
Tapi tuhan berkata lain...
di tengah mood yang masih tak menentu saat menunggu dosen... temenku Gisna bilang
"tuh kan de...kamu lulus"
"hah?" aku masih belum menerima sepenuhnya, diam melongo, tapi jantungku berdenyut liar sekali..
Lalu untuk membuat ku lebih percaya, dia kembali bertanya pada teman lainnya (yang mungkin barusaja mengecek pengumuman) tentang siapa saja yang lulus tes ke-3
Dan aku mendengar namaku disebut,
lalu...
aku beristighfar...
Rasanya semua beban terangkat dalam sekejap, semua penyesalan, kekecewaan, kecemasan hilang melayang dan sirna seketika...
Aku lulus ya Allah? sungguh? tapi aku masih belum yakin apakah ini valid atau tidak. Aku sudah memastika bahwa salah satu jawabanku salah. Mungkinkah dosen yang memeriksa kasihan? Karena, daripada tidak ada mahasiswa yang lulus pada tes dimana beliaulah yang membuat soal, bukankah lebih baik dia meluluskan yang jawabannya cukup 'lumayan', walaupun salah???
Itu baru asumsiku..., aku masih yakin sekali dengan rumus yang ada di buku. Rumus yang belum pernah ku pelajari, tapi sekali kulihat aku dapat memastikan bahwa inilah yang diinginkan soal 'menjengkelkan' itu.
Sebab, variabel-variabelnya sesuai, dan kondisinya pun sama...
Yang jelas, seharian ini aku tak lepas dari memuji kekuasaan Rabb-ku. Betapa Ia mendengarkan doaku, betapa Ia melihat aku disini begitu mengharapkan uluran tangan-Nya..., dan aku merasa hina sekali...
Malam ini, aku kembali mengecek buku dosen yang menyajikan rumus tersebut. Ada dua jenis rumus menghitung Rmin (perbandingan refluks eksternal minimum), untuk umpan berupa uap jenuh, dan untuk umpan berupa cair jenuh.
Rumus yang ku pakai tentu yang sesuai dengan si 'soal'. Uap jenuh. Aku masih memperoleh hasil Rmin yang sama, 2.16. Hasil yang sangat berbeda dengan jawabanku saat tes; 0,96.
Hasil yang membuatku stress semalaman dan terbangun dengan kesesakan.
Tapi, beberapa saat yang lalu, lagi-lagi aku heran dengan penglihatanku. Setan apa yang bertengger di mataku dari kemarin?
Rumus yang seharusnya ku pakai untuk mengecek jawaban ternyata yang satu lagi.... bukan yang menghasilkan nilai 2,16...
tapi yang satu lagi... yang menghasilkan nilai 0,96...!!! Ade, baca kalimatnya yang bener dong...!
Dan saat itu aku sadar, cara konvensionalku saat tes, yang hanya 10% kuyakini kebenarannya, ternyata menghasilkan jawaban yang sama dengan rumus entah apa lah ini..., ga ngerti lagi...
Subhannallah...
Lihat bagaimana Dia mempermainkanku dengan mudahnya... memberiku pembelajaran yang sangat berharga dengan tenggelam dan terjatuh. Memberiku rasa kecewa dan terluka, lalu menunjukkan akhir yang tak terduga indahnya. Ia telah memberiku kesempatan untuk mencicipi sepotong cerita dari skenario-Nya yang sempurna...
He is Allah, the One Who Listen
Author:
Unknown
Label:
Belajar,
Cerita,
Introspeksi,
Jogja,
Journal,
Kuliah,
Motivasi,
Teknik Kimia
Sunday, September 15, 2013
Abandoned Diary #4: The Worst Mistake
Tes Praktikum Operasi Teknik Kimia (POTK) ke-2 berjalan sesuai harapan, Gampang. Tapi sayangnya itu justru yang membuat kesalahanku menjadi kesalahan ter-nyesek seumur hidup...
Sebelumnya, aku dan sekitar 40an temen telah mengikuti tes POTK pertama pada hari Senin (10/9/13), dan hasilnya sangat tidak memuaskan..., aku malah tidak mengumpul lembar jawabanku karena yakin bakalan tidak lolos...
Gimana mau yakin..., 2 soal sudah dipastikan salah..., ga tau aku lupa penyelesaian aljabarnya...
Padahal tinggal memecah integral dari fungsi yang penyebutnya orde 2 aja...lah kok sampe gabisa...??
Harusnya gampang..., tinggal difaktorkan...! Eh...malah pura-pura jadi anak SD... samakan penyebut..!
Entah apa yang salah denganku...
Soal yang satu lagi, aku bisa, soalnya udah prediksi bakal keluar.
Soal terakhir juga aneh..., bukan soalnya, tapi aku yang aneh, udah jelas dibilangin fraksi uap...tapi ku tulis Xa=... yang menyimbolkan fraksi cairnya..., goblok...!
Akhirnya dari 4 soal, 3 soal lama, 1 soal baru, aku memastikan cuma bener 1 soal. Karena udah memutuskan surrender, soal nomor satu aku liat-liat doang... and you know..! pas di kelas, aku coba-coba sendiri yang nomer 1 itu... eh bisa...ketemu..!!! Asssyem.
Tes pertama 1 orang yang lulus. Jedeerrr..., yah begitulah, karena syarat lulus adalah benar 100%. alias dapat 100. Kayanya emang kebanyakan yang salah di nomer 1 itu...
Oke.... sekarang mari beralih ke tes ke-2 yang..., apa ya....ehmm..
Gini..., jadi tes ke-2 yang menguji itu dosennya baikkk... 3 soal lama yang dikeluarkan sudah kubahas... dan bener semua...
1 soal baru yang dikasih pun gampang... ga kaya tes pertama...
Tapi....oh tetapi.....
Entah setan apa yang nangkring di mata, atau jin apa yang merasuki ku... soal nomer 1 yang gampang banget itu pulalah yang membuat-ku gagal....!!!
Yah...pasti dong, salah 1 soal = FAILED
Tau gak salahku dimana?
Jadi begini... aku sampe hafal soalnya saking nyeseknya, tapi pake bahasa sendiri aja ya:
Menara distilasi dengan umpan 100 gmol./jam menghasilkan hasil atas dan hasil bawah dengan laju D sama W..., Fraksi zat A di umpan 0,4. Fraksi distilat 0.9, Fraksi residu 0.1 nah...kita nyari W sama D nya...
Aku sampe gemeteran loh saking syoknya...,
TAPIIII coba lihat bagaimana aku ngerjainnya..:
Neraca massa total:
F=D+W
100=D+W
D=100-W.........(1) --- udah bener....(masih gemeteran)
Neraca massa komponen:
F.z = D.Xd + W.Xw
100.(0.4) = (100-W).(0.9) + 0.1W
40= 90 - 0.9W + 0.1W
40= 90 - W <-------- WOOOIIIIII.....!!!
W= 50
D=100-W=50--- mikir: aneh ya...
Dan...karena saking yakin benernya, dan gara-gara waktu udah habis...yang lain udah pada ngumpul..., aku (yang mau nge-cek ulang jawaban nomer 1 yang agak aneh itu) ga jadi nge-cek dan PD aja ngumpulin...
Terus, habis dikumpul...aku nanya ke temen sebelah sambil senyum;
"Nomer 1 berapa?"
"62,5 sama 37,5 kan?" <--- dia heran soalnya buat apa nanyain jawaban soal yang harusnya gampang banget..
Tiba-tiba langit runtuh.....ya tuhan..... salah....., ya tuhannnnn......
Ga bisa nangis... ga bisa marah...
Ga bisa apa-apa selain diam, diam, dan kesempatan emas untuk lulu itu telah...pergi...
astaghfirullah...
Yah...aku pada akhirnya sibuk menelisik hikmah dibalik semua ini, berusaha bersabar, melapangkan hati, walaupun setiap kali aku ingat kejadian itu, rasanya sakiiiit banget.....
Kenapa aku concern banget sama masalah ini? soalnya tes-tes berukutnya kemungkinan soalnya belum tentu aku bisa..., dan yang aku bisa (tes-2)....kesempatan itu melayang begitu saja...
Tes ke-2, 14 orang temanku lolos. Ya, gak heran sih....
Kuharap Allah bisa memberiku kesempatan di tes berikutnya..., toh pada akhirnya Dia juga yang menentukan...
Saat aku menulis postingan ini, aku masih harap-harap cemas dengan 3 tes berikutnya, apakah aku bisa lolos? Atau pada akhirnya aku harus nge-drop POTK yang berarti aku menunda penelitianku?
Wallahu'alam.
Sebelumnya, aku dan sekitar 40an temen telah mengikuti tes POTK pertama pada hari Senin (10/9/13), dan hasilnya sangat tidak memuaskan..., aku malah tidak mengumpul lembar jawabanku karena yakin bakalan tidak lolos...
Gimana mau yakin..., 2 soal sudah dipastikan salah..., ga tau aku lupa penyelesaian aljabarnya...
Padahal tinggal memecah integral dari fungsi yang penyebutnya orde 2 aja...lah kok sampe gabisa...??
Harusnya gampang..., tinggal difaktorkan...! Eh...malah pura-pura jadi anak SD... samakan penyebut..!
Entah apa yang salah denganku...
Soal yang satu lagi, aku bisa, soalnya udah prediksi bakal keluar.
Soal terakhir juga aneh..., bukan soalnya, tapi aku yang aneh, udah jelas dibilangin fraksi uap...tapi ku tulis Xa=... yang menyimbolkan fraksi cairnya..., goblok...!
Akhirnya dari 4 soal, 3 soal lama, 1 soal baru, aku memastikan cuma bener 1 soal. Karena udah memutuskan surrender, soal nomor satu aku liat-liat doang... and you know..! pas di kelas, aku coba-coba sendiri yang nomer 1 itu... eh bisa...ketemu..!!! Asssyem.
Tes pertama 1 orang yang lulus. Jedeerrr..., yah begitulah, karena syarat lulus adalah benar 100%. alias dapat 100. Kayanya emang kebanyakan yang salah di nomer 1 itu...
Oke.... sekarang mari beralih ke tes ke-2 yang..., apa ya....ehmm..
Gini..., jadi tes ke-2 yang menguji itu dosennya baikkk... 3 soal lama yang dikeluarkan sudah kubahas... dan bener semua...
1 soal baru yang dikasih pun gampang... ga kaya tes pertama...
Tapi....oh tetapi.....
Entah setan apa yang nangkring di mata, atau jin apa yang merasuki ku... soal nomer 1 yang gampang banget itu pulalah yang membuat-ku gagal....!!!
Yah...pasti dong, salah 1 soal = FAILED
Tau gak salahku dimana?
Jadi begini... aku sampe hafal soalnya saking nyeseknya, tapi pake bahasa sendiri aja ya:
Menara distilasi dengan umpan 100 gmol./jam menghasilkan hasil atas dan hasil bawah dengan laju D sama W..., Fraksi zat A di umpan 0,4. Fraksi distilat 0.9, Fraksi residu 0.1 nah...kita nyari W sama D nya...
Aku sampe gemeteran loh saking syoknya...,
TAPIIII coba lihat bagaimana aku ngerjainnya..:
Neraca massa total:
F=D+W
100=D+W
D=100-W.........(1) --- udah bener....(masih gemeteran)
Neraca massa komponen:
F.z = D.Xd + W.Xw
100.(0.4) = (100-W).(0.9) + 0.1W
40= 90 - 0.9W + 0.1W
40= 90 - W <-------- WOOOIIIIII.....!!!
W= 50
D=100-W=50--- mikir: aneh ya...
Dan...karena saking yakin benernya, dan gara-gara waktu udah habis...yang lain udah pada ngumpul..., aku (yang mau nge-cek ulang jawaban nomer 1 yang agak aneh itu) ga jadi nge-cek dan PD aja ngumpulin...
Terus, habis dikumpul...aku nanya ke temen sebelah sambil senyum;
"Nomer 1 berapa?"
"62,5 sama 37,5 kan?" <--- dia heran soalnya buat apa nanyain jawaban soal yang harusnya gampang banget..
Tiba-tiba langit runtuh.....ya tuhan..... salah....., ya tuhannnnn......
Ga bisa nangis... ga bisa marah...
Ga bisa apa-apa selain diam, diam, dan kesempatan emas untuk lulu itu telah...pergi...
astaghfirullah...
Yah...aku pada akhirnya sibuk menelisik hikmah dibalik semua ini, berusaha bersabar, melapangkan hati, walaupun setiap kali aku ingat kejadian itu, rasanya sakiiiit banget.....
Kenapa aku concern banget sama masalah ini? soalnya tes-tes berukutnya kemungkinan soalnya belum tentu aku bisa..., dan yang aku bisa (tes-2)....kesempatan itu melayang begitu saja...
Tes ke-2, 14 orang temanku lolos. Ya, gak heran sih....
Kuharap Allah bisa memberiku kesempatan di tes berikutnya..., toh pada akhirnya Dia juga yang menentukan...
Wallahu'alam.
Author:
Unknown
Label:
Curcol,
Diary,
Galau,
Introspeksi,
Jogja,
Journal,
Motivasi,
Sedih,
Teknik Kimia,
Tips
Abandoned Diary #3: Rencana Move On
Mencapai semester 5 di Teknik Kimia UGM gak gampang...
Kayak diseret pake tali di aspal yang udah bolong-bolong... untung aja gak mati kaya kasus pembunuhan sadis di Bandung beberapa waktu lalu...
Setiap semester pastinya kita pengen banget ngerasaain ada sesuatu yang beda... Entah apa itu, yang penting, beeing the new me gitu, iya toh?
Nah, terkadang semua itu hanya harapan palsu.. wacana dari kereta kencana Dewa Rahwana..., alias Failed. Hahaha... makanya jangan jauh-jauh mikirnya...yang penting itu niatnya harus kuat...
Planning Move On beberapa semester lalu aku akui ada yang jalan, ada yang mandeg di tengah jalan..., ya...emang susah sih buat bikin move on itu steady state. Tapi kita harus usaha dulu...semangat dan pantang menyerah...!!
Planning ku semester ini lumayan menantang nih.. tapi sejauh ini udah mulai jalan, semoga tetep lanjut sampe seterusnya:
Salah satu dari sekian banyak list move on semester ini adalah: Jogging tiap hari.
Duh, dengernya aja udah nyeremin yak...?
Ya, aku pengen kembali ke kehidupan SMA-ku dulu yang sehat dan disiplin.... Nah, salah satunya dengan habbit lari pagi ini.
Sejauh ini progresnya cukup memuaskan, tiap hari kuliah aku joggingnya sampe Rumah Makan Toetoeng di deket Pogung Baru (red: Kosanku di Pogung Kidul). Tapi kalau weekend harus kelilingin kompleks Pogung..!
Start dari Pogung Kidul--> Pogung Baru-->Pandega-->Pogung Rejo-->Pogung Dalangan-->Lintas Utara Teknik-->Kembali ke Pogung Kidul...
Percobaan pertama keliling Pogung sukses sob... 27 menit 30 detik...!! ngos-ngosan sampe nyaris mampus..
Jadi inget tes kesemaptaan waktu SMA dulu..., Lari 12 menit, keliling kompleks kampus... dan target biar gak menjatuhkan harga diri sebagai cowo adalah 7 putaran...!! HUAAHH..., begitu menyiksa...apalagi pas udah menit-menit ke 9-10..., baru 6 putaran...
dalam hati 'ciekk lai...ciekkkk laiiiiiii,' (red: satu lagiii, satu lagiii...)
Waktu itu mata udah kunang-kunang..., bertaburan bintang, merem melek kaya orang sakau....,
terus larinya udah kaya banci..letoi kanan letoi kiri...
dan ketika peluit 12 menit ditiup, rasanya sampai di surgaaaa...telentang di tengah aspal~~~
Haaaah, memories...
Kembali ke Jogja...,
Jadi, sekarang mari kita lihat beberapa bulan ke depan, apakah kegiatan ini masih jalan atau tidak...
Semoga...
Saturday, September 14, 2013
Abandoned Diary #2 : Cita-cita yang Di Luar Kendali
Saat ketika aku ingin menulis sedikit ringkasan kisahku, menuangkan rasa dan berbagai ekspresi yang terpendam, aku lalu berhenti. Aku tak pernah tahu bagaimana memulainya dengan menawan, elegan dan tanpa cela. Dan saat itulah..., saat ketika aku bimbang dengan jari-jariku, semuanya menguap dan lenyap seperti kabut. Meski ku tahu, fantasi-fantasi itu tetap akan muncul lagi...lagi...dan lagi..., tapi ia tak pernah sudi mengizinkan ku mengabadikannya dengan sesuatu yang lahiriah seperti tulisan.
Seandainya saja aku seorang penyair atau pujangga.., yang setiap potong katanya begitu bermakna dan mempesona.
Lihat, mudah sekali berandai-andai bukan? Ini adalah cita-cita. Harapan paling dalam.
Dulu guru-guru TK ku pernah bilang; 'Kamu bisa jadi apa saja, gantungkan cita-citamu setinggi langit, dan berusahalah untuk menggapainya'. Hah..., Bullshit. Lihat, apa yang kudapatkan dengan berangan-angan? Nothing.
Kau tau, kalau aku beberkan cita-citaku disini..., kau akan terperangah.., ini begitu liar dan diluar kendali. Seperti rumput rambat yang menjalar kemana-mana.
Suatu hari ada orang sukses di tv yang mengatakan ia menulis harapannya entah itu 10 atau 100--aku lupa-- di atas selembar kertas, dan dia berusaha mencapainya, dan ohhh lihat.. dia berhasil mencapai hampir semua target yang dia tulis....! selamat....ya...
H A H A H A
Bodoh sekali aku pernah meniru jejak orang itu...! Nih..., aku masih menyimpan agenda ku pas SMA, ada 10 target terbesarku..., dan saat aku tamat SMA 9 dari 10 sudah dicoret..., mana sih orang yang bilang cara ini bakalan bisa berhasil..? pengen nempelin kertas ini ke mukanya nih... hehehe
Yaudah sih, yang aku bisa lakukan saat ini memang menenggelamkan diri dalam fantasi-fantasi buas itu. Biarpun semua itu hanya ilusi, paling tidak bisa memberikan efek menyenangkan walau sesaat.
Hidup ini memang susah diatur-atur sob..., jangankan maneger, bahkan kita sendiri pun masih akan kewalahan kalau sok ngatur-ngatur hidup..., udahhh serahin Yang Punya Skenario ajadeh... Kau perlu yakin, entah itu mimpi, cita-cita, harapan, DIA bisa mendengar.... DIA tahu...,
Lalu pada akhirnya kita hanya perlu bersandar..., meletakkan penghambaan diri pada Sang Pencipta.
Seandainya saja aku seorang penyair atau pujangga.., yang setiap potong katanya begitu bermakna dan mempesona.
Lihat, mudah sekali berandai-andai bukan? Ini adalah cita-cita. Harapan paling dalam.
Dulu guru-guru TK ku pernah bilang; 'Kamu bisa jadi apa saja, gantungkan cita-citamu setinggi langit, dan berusahalah untuk menggapainya'. Hah..., Bullshit. Lihat, apa yang kudapatkan dengan berangan-angan? Nothing.
Kau tau, kalau aku beberkan cita-citaku disini..., kau akan terperangah.., ini begitu liar dan diluar kendali. Seperti rumput rambat yang menjalar kemana-mana.
Suatu hari ada orang sukses di tv yang mengatakan ia menulis harapannya entah itu 10 atau 100--aku lupa-- di atas selembar kertas, dan dia berusaha mencapainya, dan ohhh lihat.. dia berhasil mencapai hampir semua target yang dia tulis....! selamat....ya...
H A H A H A
Bodoh sekali aku pernah meniru jejak orang itu...! Nih..., aku masih menyimpan agenda ku pas SMA, ada 10 target terbesarku..., dan saat aku tamat SMA 9 dari 10 sudah dicoret..., mana sih orang yang bilang cara ini bakalan bisa berhasil..? pengen nempelin kertas ini ke mukanya nih... hehehe
Yaudah sih, yang aku bisa lakukan saat ini memang menenggelamkan diri dalam fantasi-fantasi buas itu. Biarpun semua itu hanya ilusi, paling tidak bisa memberikan efek menyenangkan walau sesaat.
Hidup ini memang susah diatur-atur sob..., jangankan maneger, bahkan kita sendiri pun masih akan kewalahan kalau sok ngatur-ngatur hidup..., udahhh serahin Yang Punya Skenario ajadeh... Kau perlu yakin, entah itu mimpi, cita-cita, harapan, DIA bisa mendengar.... DIA tahu...,
Lalu pada akhirnya kita hanya perlu bersandar..., meletakkan penghambaan diri pada Sang Pencipta.
Monday, August 19, 2013
Catatan Akhir Semester 4: Take it Easy
Tepat seminggu sebelum keberangkatan kembali ke Jogja, mood-ku buat bikin catatan ini (akhirnya) muncul. Padahal udah lama banget pengen nulis, tapi tetep saja moodnya gak muncul-muncul. Faktornya ada banyak, mulai dari internet lelet, antrian film di laptop yang pengen banget di tonton, dan yang pasti karena pengen balas dendam malas-malasan setelah terlepas dari dunia perkuliahan yang super hectic.
REVIEW UTS DAN UAS SEMESTER 4
Nggak seperti semester kemarin yang hancur lebur..., semester ini aku udah niat pengen berubah ke arah yang lebih santai. Loh.. kenapa? Sederhana sih, soalnya kalau terlalu rajin, hasilnya kayak semester 3... :''((. Ya, semester ini aku memegang prinsip "take it easy", kalau sukses ya Alhamdulillah... kalo nggak ya soo what?? toh aku udah pernah ngerasain IP terjun bebas, jadi udah lebih rileks lah...
Mulai dari belajarnya, ujiannya, semuanya memang kerasa beda banget sama semester lalu. Kalo capek ya berenti, ngantuk ya tidur, ga ada lagi kerja rodi... Pokoknya yang bisa ya PD aja, yang ga bisa ya berdoa aja gak keluar...hihi ini cara klasik nih...
Kalo di-compare, makuls di semester 3 sama semeter 4 sama-sama susah kok... Bahkan mungkin harusnya lebih susah semester 4. Contoh beberapa mata kuliah dewa:
semester 3 ada: Termodinamika 1, ATK 1, TBS (percepatan), <-- masih dasar-dasarnya
semester 4 ada: Termodinamika 2, ATK 2, Proses Transfer (percepatan), <-- lebih repot nih
Jadi, sebenernya selain faktor over-worried di semester 3, ada faktor lain yang gak kalah penting: LUCK
Yap, gak peduli sekeras apapun usaha belajar di semester 3, ujung-ujungnya tetap yang berpengaruh adalah nasib, itu menurutku...

Aku bilang begitu gak ada maksud apa-apa kok. Usaha tetep, doa juga, tapi gak usah berlebih-lebihan... sisanya serahin sama yang diatas. Nah, alhamdulillah semester ini bisa 'Mambangkik IP nan tarandam' Artinya: 'Membangkitkan IP yang terbenam'. :)
Jadi pelajarang yang bisa diambil semester ini adalah:
MISI LIBURAN YANG TERBENGKALAI
Semester 5 sudah mau mulai. Rencananya aku dan sebagian besar teman seangkatan pengen ambil percepatan praktikum OTK (Operasi Teknik Kimia). Mata praktikum ini normalnya diambil semester 6, tapi bisa diambil semester 5 asalkan sudah atau sedang mengambil makul: TBS, OPB, OPMP, PT, AIK (*kalo nggak salah). Nah, sebagian besar dari kita udah memenuhi syarat tuh, makanya bisa ngambil...
Yang berbeda dari praktikum ini adalah, adanya ujian seleksi. Nggak seperti Praktikum Analisis Bahan atau Praktikum Proses yang tinggal ikut aja... POTK mensyaratkan mahasiswa lulus dulu seleksi dari dosen, baru boleh ambil praktikum ini.
Nah, ini yang jadi masalah, Ujiannya cuma 4 soal, tapi materinya mencakup TBS, OPB, OPMP, AIK, dan PT. Kalau PT sama TBS udah diambil semester 4, lah sisanya baru diambil semester 5...
Yah, satu-satunya harapan adalah KUMPULAN SOAL DAN PEMBAHASAN TES POTK.
Masih ada masalah satu lagi nih..., ujian nya di awal semester... bro, Jadi belajarnya mau gak mau pas libur dong...?
Akhirnya akupun pulang kampung dengan membawa satu jilid soal dan pembahasan POTK (yang berisi lebih dari 80 kasus)...dengan semangat berapi-api....dan mental baja...
.
.
.
Hari ini, seminggu sebelum kembali kuliah, coba tebak sudah berapa soal yang aku kerjain.. out of 80...??
5 soal
Hhhhmmm, cukup banyak ya, maksudku banyak sisanya...
Memang ya, kalau udah di rumah itu ga ada mood sedikitpun buat nyentuh yang beginian...walaupun kerjaannya cuma tidur-tiduran, nonton, main... tapi tetep aja M.A.L.E.S.
Yah, walaupun begini jadinya, tapi semoga aja dilancarkan nantinya, kalaupun nggak bisa lolos tes, berarti bukan jalanku buat percepatan POTK... :) Take it easy..
Nih aku kasih bonus: Judulnya: Soal yang Kesepian;
Nah, sekian catatan ini. Terakhir, semoga semester depan lebih baik dari semester ini. Semoga sukses sampai tamat nanti. Hidup Teknik Kimia UGM 2011.
NB: Kalau mau baca-baca lagi, nih: Catatan Akhir Semester 3
REVIEW UTS DAN UAS SEMESTER 4
Nggak seperti semester kemarin yang hancur lebur..., semester ini aku udah niat pengen berubah ke arah yang lebih santai. Loh.. kenapa? Sederhana sih, soalnya kalau terlalu rajin, hasilnya kayak semester 3... :''((. Ya, semester ini aku memegang prinsip "take it easy", kalau sukses ya Alhamdulillah... kalo nggak ya soo what?? toh aku udah pernah ngerasain IP terjun bebas, jadi udah lebih rileks lah...
Mulai dari belajarnya, ujiannya, semuanya memang kerasa beda banget sama semester lalu. Kalo capek ya berenti, ngantuk ya tidur, ga ada lagi kerja rodi... Pokoknya yang bisa ya PD aja, yang ga bisa ya berdoa aja gak keluar...hihi ini cara klasik nih...
Kalo di-compare, makuls di semester 3 sama semeter 4 sama-sama susah kok... Bahkan mungkin harusnya lebih susah semester 4. Contoh beberapa mata kuliah dewa:
semester 3 ada: Termodinamika 1, ATK 1, TBS (percepatan), <-- masih dasar-dasarnya
semester 4 ada: Termodinamika 2, ATK 2, Proses Transfer (percepatan), <-- lebih repot nih
Jadi, sebenernya selain faktor over-worried di semester 3, ada faktor lain yang gak kalah penting: LUCK
Yap, gak peduli sekeras apapun usaha belajar di semester 3, ujung-ujungnya tetap yang berpengaruh adalah nasib, itu menurutku...

Aku bilang begitu gak ada maksud apa-apa kok. Usaha tetep, doa juga, tapi gak usah berlebih-lebihan... sisanya serahin sama yang diatas. Nah, alhamdulillah semester ini bisa 'Mambangkik IP nan tarandam' Artinya: 'Membangkitkan IP yang terbenam'. :)
Jadi pelajarang yang bisa diambil semester ini adalah:
- Usaha boleh, tapi jangan berlebih-lebihan, jangan berharap terlalu banyak, jangan pikiran yang aneh-aneh, jangan khawatir. Jadilah santai, percaya diri, dan dekat dengan Yang di Atas.
- Tidak berlebihan bukan berarti belajarnya setengah-setengah, itu sama aja bohong. Jadi harus full walaupun cuma liat-liat slide doang, hehehe~~ :p
- Intinya yang membuat belajar itu berat adalah beban yang berasal dari target-target yang ingin di capai. Boleh sih punya target, tapi terkadang kita lupa kalau target itu tidak selalu bisa kita penuhi.
- Sistem kebut semalam itu gak buruk kok...hehehe, lagian males juga kan, masa tiap hari harus belajar..., apalagi bagi yang memorinya pas-pasan kaya saya, kapan santainya, kapan nonton, main, tidur, tugas aja segambreng...-__-. Yah, paling nggak rajinnya mulai deket-deket ujian aja bro...! :p
Nah... itu beberapa values yang perlu kita catat. Gak dicatat juga ga papa, toh ini cuma opini pribadi. Jadi jangan terlalu dimasukkan ke hati...
MISI LIBURAN YANG TERBENGKALAI
Semester 5 sudah mau mulai. Rencananya aku dan sebagian besar teman seangkatan pengen ambil percepatan praktikum OTK (Operasi Teknik Kimia). Mata praktikum ini normalnya diambil semester 6, tapi bisa diambil semester 5 asalkan sudah atau sedang mengambil makul: TBS, OPB, OPMP, PT, AIK (*kalo nggak salah). Nah, sebagian besar dari kita udah memenuhi syarat tuh, makanya bisa ngambil...
Yang berbeda dari praktikum ini adalah, adanya ujian seleksi. Nggak seperti Praktikum Analisis Bahan atau Praktikum Proses yang tinggal ikut aja... POTK mensyaratkan mahasiswa lulus dulu seleksi dari dosen, baru boleh ambil praktikum ini.
Nah, ini yang jadi masalah, Ujiannya cuma 4 soal, tapi materinya mencakup TBS, OPB, OPMP, AIK, dan PT. Kalau PT sama TBS udah diambil semester 4, lah sisanya baru diambil semester 5...
Yah, satu-satunya harapan adalah KUMPULAN SOAL DAN PEMBAHASAN TES POTK.
Masih ada masalah satu lagi nih..., ujian nya di awal semester... bro, Jadi belajarnya mau gak mau pas libur dong...?
Akhirnya akupun pulang kampung dengan membawa satu jilid soal dan pembahasan POTK (yang berisi lebih dari 80 kasus)...dengan semangat berapi-api....dan mental baja...
.
.
.
Hari ini, seminggu sebelum kembali kuliah, coba tebak sudah berapa soal yang aku kerjain.. out of 80...??
5 soal
Hhhhmmm, cukup banyak ya, maksudku banyak sisanya...
Memang ya, kalau udah di rumah itu ga ada mood sedikitpun buat nyentuh yang beginian...walaupun kerjaannya cuma tidur-tiduran, nonton, main... tapi tetep aja M.A.L.E.S.
Yah, walaupun begini jadinya, tapi semoga aja dilancarkan nantinya, kalaupun nggak bisa lolos tes, berarti bukan jalanku buat percepatan POTK... :) Take it easy..
Nih aku kasih bonus: Judulnya: Soal yang Kesepian;
NB: Kalau mau baca-baca lagi, nih: Catatan Akhir Semester 3
Tuesday, January 22, 2013
Catatan Akhir Semester 3: Portal
Alhamdulillah
Semester 3 telah berlalu, dengan berakhirnya UAS Ganjil 2012/2013 hari Jum'at, 18 Januari 2013 lalu.
Tapi, tidak seperti sebelum-sebelumnya, dimana biasanya aku selalu penasaran dengan nilai-nilai yang keluar di portal akademik.
Sekarang berbeda...
Sekarang aku nggak akan repot-repot buka portal tiap hari demi mencari tau ada nilai yang keluar atau nggak. Aku nggak penasaran. Lebih tepatnya nggak peduli
Kenapa?
Jujur, sebenarnya aku hanya akan sangat penasaran kalau prediksi hasil ujianku bakalan bagus. Jadi dulu itu, pas libur semester 1 dan 2 aku hampir tiap hari, bahkan mungkin bisa 1 jam sekali nge-cek portal. Soalnya dari analisis Quick Count setelah ujian, aku ngitung sendiri kira-kira berapa persen aku bisa ngerjain soal dan kira-kira hasilnya bagus atau nggak... :p
TAPI, semua berubah sejak semester 3 menyerang....
Ya....berubaahhhh,
Matematika Teknik Kimia
Termodinamika
Azas Teknik Kimia
Teknik Tenaga Listrik
Transportasi Bahan dan Sedimentasi
Kimia Fisika 2
Itu segelintir mata kuliah yang memupuskan harapanku buat nge-cek portal tiap hari....
Tiada lagi portal..., tiada lagi penasaran...
Karena...Buat apa penasaran kalau hasil Quick Count berujung miris.... *nangis di pojokan
Tapi entah kenapa aku ikhlas. Memang sampai di situlah kemampuanku. Jadi kalo sekarang nggak mau liat portal, nanti ujung-ujungnya bakal nge-cek juga toh...?
Sekarang mari kita ambil ikhtisar dari semua ini.
Pertama,
Jika kita telah berusaha, memberikan yang terbaik yang kita punya. Memperlihatkan pada-Nya segala ketulusan kita untuk mencapai tujuan, maka apapun yang diperoleh, baik atau buruk, semuanya akan diiringi perasaan Ikhlas yang datang dari-Nya.
Kedua,
Sekuat apapun kita berusaha, sekeras apapun. Satu Hal yang perlu kita sadari adalah, bahwa apapun yang kita peroleh sebagai hasil kerja keras dan usaha itu, itulah yang pantas kita miliki. Jadi hindarilah sifat serakah.
Kemampuan itu anugrah, Tuhan memberikannya kepada orang-orang yang diinginkan-Nya. Lalu apa kita akan menyesali kehendak-Nya?
yang perlu kita lakukan adalah bersyukur...bersyukur...dan bersyukur untuk apapun yang kita dapatkan sekecil apapun itu. Karena kita tidak tahu apa yang akan Dia berikan pada kita nanti. :)
Oke sekian sob, semoga ceritaku bisa memberikan pandangan baru bagi kita semua...
wasalam
Semester 3 telah berlalu, dengan berakhirnya UAS Ganjil 2012/2013 hari Jum'at, 18 Januari 2013 lalu.
Tapi, tidak seperti sebelum-sebelumnya, dimana biasanya aku selalu penasaran dengan nilai-nilai yang keluar di portal akademik.
Sekarang berbeda...
Sekarang aku nggak akan repot-repot buka portal tiap hari demi mencari tau ada nilai yang keluar atau nggak. Aku nggak penasaran. Lebih tepatnya nggak peduli
Kenapa?
Jujur, sebenarnya aku hanya akan sangat penasaran kalau prediksi hasil ujianku bakalan bagus. Jadi dulu itu, pas libur semester 1 dan 2 aku hampir tiap hari, bahkan mungkin bisa 1 jam sekali nge-cek portal. Soalnya dari analisis Quick Count setelah ujian, aku ngitung sendiri kira-kira berapa persen aku bisa ngerjain soal dan kira-kira hasilnya bagus atau nggak... :p
TAPI, semua berubah sejak semester 3 menyerang....
Ya....berubaahhhh,
Matematika Teknik Kimia
Termodinamika
Azas Teknik Kimia
Teknik Tenaga Listrik
Transportasi Bahan dan Sedimentasi
Kimia Fisika 2
Itu segelintir mata kuliah yang memupuskan harapanku buat nge-cek portal tiap hari....
Tiada lagi portal..., tiada lagi penasaran...
Karena...Buat apa penasaran kalau hasil Quick Count berujung miris.... *nangis di pojokan
Tapi entah kenapa aku ikhlas. Memang sampai di situlah kemampuanku. Jadi kalo sekarang nggak mau liat portal, nanti ujung-ujungnya bakal nge-cek juga toh...?
Sekarang mari kita ambil ikhtisar dari semua ini.
Pertama,
Jika kita telah berusaha, memberikan yang terbaik yang kita punya. Memperlihatkan pada-Nya segala ketulusan kita untuk mencapai tujuan, maka apapun yang diperoleh, baik atau buruk, semuanya akan diiringi perasaan Ikhlas yang datang dari-Nya.
Kedua,
Sekuat apapun kita berusaha, sekeras apapun. Satu Hal yang perlu kita sadari adalah, bahwa apapun yang kita peroleh sebagai hasil kerja keras dan usaha itu, itulah yang pantas kita miliki. Jadi hindarilah sifat serakah.
Kemampuan itu anugrah, Tuhan memberikannya kepada orang-orang yang diinginkan-Nya. Lalu apa kita akan menyesali kehendak-Nya?
yang perlu kita lakukan adalah bersyukur...bersyukur...dan bersyukur untuk apapun yang kita dapatkan sekecil apapun itu. Karena kita tidak tahu apa yang akan Dia berikan pada kita nanti. :)
Oke sekian sob, semoga ceritaku bisa memberikan pandangan baru bagi kita semua...
wasalam
Author:
Unknown
Label:
Cerita,
Curcol,
Kuliah,
Motivasi,
Teknik Kimia





