Hi readers,
I'm not going to tell you the story I've promised before, because the time wouldn't be enough just yet. I am writing because I'm feeling not good these days. I don't know why, but it seems like there is something wrong with me. I could say that it all began with my ASPEN homework, which was a disaster. It got even worse when the previous homework score came out. I don't want to go into detail about this because I know it's pretty excessive, and I know you won't be interested.
So, I'll tell you about my first meeting in this Training of English Assessment course, which was suck. It was wasting my time for god sake..! I am not trying to be snobby, but it really was. I thought the teacher would be someone like Mr. Alberi, but it's not even close. He was trying to tell us about subject plus verb blah..blah...blah... and I was just sitting there thinking how could this kind of things worth my money. So then, I continued reading my novel. The only interesting part of this class was my pretest score whose test held two days earlier. It was my first toefl (like) test in four years, so I was somewhat surprised that I got 543. So I told myself that this pretest is not the real toefl test and the difficulties might have been reduce to the lowest level, which I guess true. And then, I stop feeling happy.
By the way, I and my partner has chosen the title of our Final Project, and we hope it could be accepted. The title is "Prarancangan Pabrik Metil Salisilat dari Asam Salisilat dan Metanol". Actually, we also had to submit the second choice, if in case our proposal for this first choice are rejected. So we chose "Prarancangan Pabrik Amil Alkohol Dari Amil Khlorida Dan Natrium Hidroksida". Honestly, I did really interested in this Pabrik Gasifikasi Batubara, but my partner didn't. So, since she is my partner, I was ok. I really was.
I am getting sleepy, but I feel like watching movie now, so I guess it's all for now. I'll tell you about my favorite movies in my next post.
Thank you for wasting your time reading.
best regard.
Ade
Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts
Tuesday, November 26, 2013
S1 Research Story #3: The Gasifier
Akhirnya pertanyaanku selama ini terjawab, ternyata inilah gasifier yang akan menemaniku 1 tahun kedepan:
![]() |
| Pertanyaan pertama yang terlintas: "bagian diatas neck-ing nya terlalu pendek ga sih?" |
![]() |
| Dua tabung yang di depan foto ini..., kondenser atau bahan isian untuk stack gas conditioning?? |
![]() |
| Syclon. OR Syclons?, by th way...the piping is not as simple as what i had been expected. I said: 'This pipe should enter this vessel..not that one..!! what the... |
![]() |
| Finally, the bottom part of this downdraft gasifier gives another big question...! Isn,t it too high? the char should be less than the feedstock...!! my god... |
Author:
Unknown
Label:
Cerita,
Gasifier,
Penelitian,
Research,
Teknik Kimia
Monday, November 18, 2013
S1 Research Story #2: Mencari Judul
Proses mencari judul ternyata bukan hal mudah...
Sejak dosen pembimbing memberikan tema tentang gasifikasi biomassa, aku bersemangat sekali untuk mencari sumber dan judul yang tepat buat penelitian ini...
Sampai akhirnya terkumpullah beberapa textbook, belasan jurnal dan artikel ilmiah di laptopku, sebagian bahkan sudah aku print untuk dibaca dan dipahami, karena memang aku belum tahu apa-apa tentang gasifikasi biomassa ini...
Hari-hariku berlalu dengan 'berbahaya'. Menunda segala tugas dan kerjaan demi memahami tentang tema penelitian ini dan mencari judul yang tepat. Oh..., ini sangat menyenangkan dan menggemaskan sejujurnya. Tapi di lain pihak, aku dihantui kekhawatiran akan tugas-tugas yang terus aku tunda untuk dikerjakan.
Perlahan (tapi semoga tidak keterusan) aku mulai sedikit frustasi..., judul yang pas belum ada yang melintas di otakku. Kalaupun ada, itupun ku temukan di beberpa jurnal yang -tentu saja- sudah diteliti. Bukan penelitian dong namanya kalau meneliti lagi apa yang sudah diteliti orang...? Begitu pikirku (Awalnya).
Lama-lama, karena belum juga ketemu judul yang pas, aku mulai mengesampingkan aturan tersebut. Aku pun beralih pada pencarian hal-hal yang menurutku menarik untuk.
dan akhirnya aku menemukan judul (pertama) penelitian S1 ini. Tentang diterima atau nggaknya aku ga tau. Toh, aku belum tanya-tanya banyak pada beliau.
Judulnya:
Wish me luck.
Bismillah.
Sejak dosen pembimbing memberikan tema tentang gasifikasi biomassa, aku bersemangat sekali untuk mencari sumber dan judul yang tepat buat penelitian ini...
Sampai akhirnya terkumpullah beberapa textbook, belasan jurnal dan artikel ilmiah di laptopku, sebagian bahkan sudah aku print untuk dibaca dan dipahami, karena memang aku belum tahu apa-apa tentang gasifikasi biomassa ini...
Hari-hariku berlalu dengan 'berbahaya'. Menunda segala tugas dan kerjaan demi memahami tentang tema penelitian ini dan mencari judul yang tepat. Oh..., ini sangat menyenangkan dan menggemaskan sejujurnya. Tapi di lain pihak, aku dihantui kekhawatiran akan tugas-tugas yang terus aku tunda untuk dikerjakan.
Perlahan (tapi semoga tidak keterusan) aku mulai sedikit frustasi..., judul yang pas belum ada yang melintas di otakku. Kalaupun ada, itupun ku temukan di beberpa jurnal yang -tentu saja- sudah diteliti. Bukan penelitian dong namanya kalau meneliti lagi apa yang sudah diteliti orang...? Begitu pikirku (Awalnya).
Lama-lama, karena belum juga ketemu judul yang pas, aku mulai mengesampingkan aturan tersebut. Aku pun beralih pada pencarian hal-hal yang menurutku menarik untuk.
dan akhirnya aku menemukan judul (pertama) penelitian S1 ini. Tentang diterima atau nggaknya aku ga tau. Toh, aku belum tanya-tanya banyak pada beliau.
Judulnya:
Proses Eliminasi Katalitik Tar pada Gas Hasil Gasifikasi Sekam Padi.
Wish me luck.
Bismillah.
Author:
Unknown
Label:
Cerita,
Penelitian,
Research,
Teknik Kimia
Monday, October 14, 2013
Abandoned Diary #9: Hari Ulang Tahun yang Biasa Saja
Berbeda sekali rasanya saat aku disibukkan dengan deadline dan tugas beruntun selama beberapa hari belakangan ini, bila dibandingkan dengan hari ini, kemarin, dan mungkin besok. Memiliki waktu santai tanpa tugas dan beban entah kenapa menjadi horor tersendiri...
Ya...memang, aku biasanya mengisi hari kosong dan malasku dengan menonton atau tidur...itu saja...apalagi setelah hari-hari melelahkan belakangan ini, yang membuatku kekurangan jatah tidur...
Rasanya hari libur kurang lebih 4 hari ini jadi ajang pembalasan dendam...
Aku bukan tipe yang menjunjung tinggi prinsip "libur=going somewhere" seperti beberapa temanku..., tapi bohong juga kalau bilang aku gak pengen..., pengen lah, tapi bedannya, aku tidak pernah memaksakan keinginanku...lagipula aku tidak merasa keberatan berada di kamar seharian memuaskan diri dengan hal-hal yang tak mungkin sempat dilakukan selama waktu-waktu kuliah.
Oh, iya sedikit cerita disini tentang bagaimana jalannya hari-H ku ditengah-tengah masa-masa tersibuk semester ini.
Minggu kemarin, 6 Oktober 2013 aku menghabiskan waktu dengan mengerjakan tugas hingga sore, nonton sebentar, makan sebentar, lalu tugas lagi..., bukan hari H yang oke lah....
tapi untunglah ada Manda dan Arief yang mau diajak makan-makan dan nonton bareng malam itu... (walaupun aku harus menyingkirkan sebentar PR Perpindahan Panas yang terbengkalai dari otak).
Tapi aku gagal untuk benar-benar membebaskan diri...!! Gagal menspesialkan hari H ku... karena percaya atau tidak aku membawa textbook Holman-Heat Transfer dalam tas pas acara makan-makan dan nonton bareng sohib-sohibku itu....
hahaha...lucu banget mungkin bagi sebagian orang, aneh, gila, pikirannya belajar mulu...
hey...!! you don't know being in my position is not that easy...!!
dan...memang, malam itu setelah nonton film horor The Conjuring di kosannya Arif, aku ngungsi ke kosan manda dan nyelesein tugas itu sampe jam setengah 3 pagi..., dan berujung frustasi gara-gara ga ngerti...
Oke, sekian ceritanya malam ini, Selamat Hari Raya Idul 'Adha 1434 H. Ini lebaran hajiku yang ke-3 tidak bersama keluarga. 3 tahun berturut-turut. Aku beruntung jadi orang yang cukup kuat dan berlapang dada menerima kenyataan ini. Alhamdulillah...
Ya...memang, aku biasanya mengisi hari kosong dan malasku dengan menonton atau tidur...itu saja...apalagi setelah hari-hari melelahkan belakangan ini, yang membuatku kekurangan jatah tidur...
Rasanya hari libur kurang lebih 4 hari ini jadi ajang pembalasan dendam...
Aku bukan tipe yang menjunjung tinggi prinsip "libur=going somewhere" seperti beberapa temanku..., tapi bohong juga kalau bilang aku gak pengen..., pengen lah, tapi bedannya, aku tidak pernah memaksakan keinginanku...lagipula aku tidak merasa keberatan berada di kamar seharian memuaskan diri dengan hal-hal yang tak mungkin sempat dilakukan selama waktu-waktu kuliah.
Oh, iya sedikit cerita disini tentang bagaimana jalannya hari-H ku ditengah-tengah masa-masa tersibuk semester ini.
Minggu kemarin, 6 Oktober 2013 aku menghabiskan waktu dengan mengerjakan tugas hingga sore, nonton sebentar, makan sebentar, lalu tugas lagi..., bukan hari H yang oke lah....
tapi untunglah ada Manda dan Arief yang mau diajak makan-makan dan nonton bareng malam itu... (walaupun aku harus menyingkirkan sebentar PR Perpindahan Panas yang terbengkalai dari otak).
Tapi aku gagal untuk benar-benar membebaskan diri...!! Gagal menspesialkan hari H ku... karena percaya atau tidak aku membawa textbook Holman-Heat Transfer dalam tas pas acara makan-makan dan nonton bareng sohib-sohibku itu....
hahaha...lucu banget mungkin bagi sebagian orang, aneh, gila, pikirannya belajar mulu...
hey...!! you don't know being in my position is not that easy...!!
dan...memang, malam itu setelah nonton film horor The Conjuring di kosannya Arif, aku ngungsi ke kosan manda dan nyelesein tugas itu sampe jam setengah 3 pagi..., dan berujung frustasi gara-gara ga ngerti...
Oke, sekian ceritanya malam ini, Selamat Hari Raya Idul 'Adha 1434 H. Ini lebaran hajiku yang ke-3 tidak bersama keluarga. 3 tahun berturut-turut. Aku beruntung jadi orang yang cukup kuat dan berlapang dada menerima kenyataan ini. Alhamdulillah...
Thursday, September 26, 2013
Frontal
Entah ada angin apa... adikku yang paling bontot, cewe kelas 1 smp, dengan sangat tak disangka-sangka ngirim chat di fb yang isinya begini:
belum pernah ada sejarahnya di keluargaku yang frontal-frontalan kaya begini..., ga tersanjung, ga tersinggung, aneh aja... hahaha
"gak stabil tp menarik.......kadang cuek tp selalu perhatian........kadang nyebelin, nyenengin (kadang**)kadang jahat tp baik (kadang**) jutek tp murah senyum........itu lah ade (abang)"Are you sick?
belum pernah ada sejarahnya di keluargaku yang frontal-frontalan kaya begini..., ga tersanjung, ga tersinggung, aneh aja... hahaha
Friday, September 20, 2013
Abandoned Diary #7: Memilih Dosen Pembimbing Penelitian
Alhamdulillah...
Karena pertolongan Allah, aku akhirnya lolos Tes POTK 3 dan itu berarti semester depan (VI) aku sudah bisa mengambil penelitian...
Setelah semua kekhawatiran dan beban sebelum aku lulus, setelah lulus sekarang pun hadir kegalauan baru; memilih dosen pembiming penelitian.
Aku tiba-tiba kaget ketika salah satu temanku yang telah lebih dahulu lolos nanya begini: "Pengen dosen pembimbing siapa?"
Tiba-tiba aku bingung, trus mikir iya..ya, siapa ya?
Saat itu aku sadar kalau beberapa temanku--yang telah lebih dahulu lolos di tes pertama dan kedua--telah terlebih dahulu nge-cim alias booking posisi dosen pembimbing yang mereka inginkan...
Lalu secara spontan aku mikir luar biasa anak-anak ini...gerakan cepat dan membabi buta... LOL
Ketika salah satu jawaban muncul di otakku, aku pun spontan ngejawab Bu A, salah satu yang paling enak diajak ngobrol dan menurutku paling mengayomi...
Dengan memilih beliau, aku sangat aware sekali kalau ternyata banyak juga mahasiswa lain yang mendambakan beliau menjadi dosen pembimbing...
Bahkan...salah satu temenku, udah duluan 'ngelamar' beliau. Wooohhh cadasss....
Berganti hari, aku merasa semakin dikelilingi oleh atmosfer 'berburu dosen penelitian' dari lebih kurang 20 mahasiswa lain yang juga telah lolos.
si anu pengen pak anu..., si ini pengen bu itu...
Tentu semua pilihan mereka itu ada pertimbangan masing-masing, contoh beberpa pertimbangan mereka:
1. Memilih dosen-dosen yang memiliki banyak valid project dan banyak sponsorship dari luar.
2. atau..., memilih dosen yang gampang acc, cepet kelar deh penelitiannya, cepet seminar...
3. ada juga yang... memilih dosen yang gampang ketemuannya, sms selalu bales, diajak ngobrol enak
4. dan alasan standar seperti dosen yang baik hati...tidak sombong... murah senyum...rajin sedekah...
Yah.... begitulah balada setelah lulus tes umum POTK di Jurusan Teknik Kimia UGM...
Kembali ke topik dosen pembimbingku, aku sebenernya tetap keukeuh milih Bu A..., tapi ya kalau seandainya total mahasiswa yang lulus sampai tes ke-5 masih < 30 orang, itu artinya ada kemungkinan 1 dosen untuk 1 mahasiswa percepatan penelitian.
Dengan kata lain, bagi temen-temenku yang sudah ngomong langsung alias 'ngelamar' si dosen dan disetujui... kemungkinan besar ga ada lagi peluang untuk bisa 'diserang'... (gilak bahasanya... .red)
Jadi, aku pun menggeser bidikan ke dosen lain bernama Pak T. Aku memlih beliau karena dulu sudah pernah dibimibing untuk laporan resmi Praktikum Proses. Menurutku, beliau itu bagus kok, bisa diajak tukar pikiran dan gak sombong, walaupun emang agak susah dihubungi sih.
Oh iya, sebenernya aku juga pengen Pak R..., soalnya dulu juga pernah dibimbing untuk PKM, terus pas nanya temen-temen, mereka bilang; 'wah..itu termasuk tiga dosen paling dihindari loh, de...'
Widihh luar biasa, aku semakin bangga deh sama temen-temenku ini, sampai tau sejauh itu. Mereka riset dulu kali ya..., harusnya aku juga..., tapi gapapa lah toh ada mereka yang ngasih tau...
3 dosen paling dihindari? aku jadi kasian sama beliau-beliau...tapi maaf ya pak...aku juga harus menghindari kalian demi masa depanku..., tell me i am right...! tell me...!
Suatu hari, aku bertemu DPA ku, Pak F untuk menanda-tangani KRS. (aku awalnya ada niat juga milih beliau, tapi gajadi, gak banget dah...*alasan dirahasiakan, takut dosa*).
Kemudian aku melontarkan isu 'berburu dosen penelitian' (gak..., aku gak bilang persis begitu) ke Pak F.
Agak awkward juga sih...jadi seolah-olah kamu mau poligami, terus ngomong ke istri pertamamu...
Iya..., awalnya aku gak enak, masa memilih dosen lain... dan bukan dia? bagaimana perasaan DPA-ku itu...?? alahh..
Setelah aku ngomong kondisinya, dia santai aja, ngasih masukan, ngasih bocoran peraturannya gimana (karena dia juga menjabat Kepala Jurusan), dan ngasih tau tentang Pak T itu concern-nya ke bidang apa...(sambil sibuk nulis-nulis apaaa gitu). Trus nyuruh udahan.
WHAT?? Kau anggap apa aku ini?? Tidakkah kau cemburu aku memilih dosen lain selain kamu??
Dari beliau aku dapat info kalau Pak T itu concern ke minyak bumi, biomass, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pirolisis material..., hmm cukup menarik lah, pikirku. Sebenernya aku gak ada gambaran sama sekali..., aku juga menganggap penelitian tentang biogas, dan bioprocessing juga menarik... -____-
Informasi lainnya, bahwa kalau memang ada beberapa mahasiswa memilih dosen yang sama, bisa-bisa aja sih, kalau semisal project dosen itu butuh lebih dari satu mahasiswa. Tapi kalau gak ya berarti mahasiswa lain harus rela dengan pilihan kedua atau ketiga... Itu pun dosen yang memiliki valid project berhak memilih mahasiswa, sementara dosen yang tidak punya valid project, tak punya hak menolak mahasiswa yang memilihnya. Gitu.
Nah, begitulah sekelumit kisah pasca tes umum POTK yang membahana badai katulistiwa mengguncang samudra...
Semoga menghibur dan menambah informasi ya....
Karena pertolongan Allah, aku akhirnya lolos Tes POTK 3 dan itu berarti semester depan (VI) aku sudah bisa mengambil penelitian...
Setelah semua kekhawatiran dan beban sebelum aku lulus, setelah lulus sekarang pun hadir kegalauan baru; memilih dosen pembiming penelitian.
Aku tiba-tiba kaget ketika salah satu temanku yang telah lebih dahulu lolos nanya begini: "Pengen dosen pembimbing siapa?"
Tiba-tiba aku bingung, trus mikir iya..ya, siapa ya?
Saat itu aku sadar kalau beberapa temanku--yang telah lebih dahulu lolos di tes pertama dan kedua--telah terlebih dahulu nge-cim alias booking posisi dosen pembimbing yang mereka inginkan...
Lalu secara spontan aku mikir luar biasa anak-anak ini...gerakan cepat dan membabi buta... LOL
Ketika salah satu jawaban muncul di otakku, aku pun spontan ngejawab Bu A, salah satu yang paling enak diajak ngobrol dan menurutku paling mengayomi...
Dengan memilih beliau, aku sangat aware sekali kalau ternyata banyak juga mahasiswa lain yang mendambakan beliau menjadi dosen pembimbing...
Bahkan...salah satu temenku, udah duluan 'ngelamar' beliau. Wooohhh cadasss....
Berganti hari, aku merasa semakin dikelilingi oleh atmosfer 'berburu dosen penelitian' dari lebih kurang 20 mahasiswa lain yang juga telah lolos.
si anu pengen pak anu..., si ini pengen bu itu...
Tentu semua pilihan mereka itu ada pertimbangan masing-masing, contoh beberpa pertimbangan mereka:
1. Memilih dosen-dosen yang memiliki banyak valid project dan banyak sponsorship dari luar.
2. atau..., memilih dosen yang gampang acc, cepet kelar deh penelitiannya, cepet seminar...
3. ada juga yang... memilih dosen yang gampang ketemuannya, sms selalu bales, diajak ngobrol enak
4. dan alasan standar seperti dosen yang baik hati...tidak sombong... murah senyum...rajin sedekah...
Yah.... begitulah balada setelah lulus tes umum POTK di Jurusan Teknik Kimia UGM...
Kembali ke topik dosen pembimbingku, aku sebenernya tetap keukeuh milih Bu A..., tapi ya kalau seandainya total mahasiswa yang lulus sampai tes ke-5 masih < 30 orang, itu artinya ada kemungkinan 1 dosen untuk 1 mahasiswa percepatan penelitian.
Dengan kata lain, bagi temen-temenku yang sudah ngomong langsung alias 'ngelamar' si dosen dan disetujui... kemungkinan besar ga ada lagi peluang untuk bisa 'diserang'... (gilak bahasanya... .red)
Jadi, aku pun menggeser bidikan ke dosen lain bernama Pak T. Aku memlih beliau karena dulu sudah pernah dibimibing untuk laporan resmi Praktikum Proses. Menurutku, beliau itu bagus kok, bisa diajak tukar pikiran dan gak sombong, walaupun emang agak susah dihubungi sih.
Oh iya, sebenernya aku juga pengen Pak R..., soalnya dulu juga pernah dibimbing untuk PKM, terus pas nanya temen-temen, mereka bilang; 'wah..itu termasuk tiga dosen paling dihindari loh, de...'
Widihh luar biasa, aku semakin bangga deh sama temen-temenku ini, sampai tau sejauh itu. Mereka riset dulu kali ya..., harusnya aku juga..., tapi gapapa lah toh ada mereka yang ngasih tau...
3 dosen paling dihindari? aku jadi kasian sama beliau-beliau...tapi maaf ya pak...aku juga harus menghindari kalian demi masa depanku..., tell me i am right...! tell me...!
Suatu hari, aku bertemu DPA ku, Pak F untuk menanda-tangani KRS. (aku awalnya ada niat juga milih beliau, tapi gajadi, gak banget dah...*alasan dirahasiakan, takut dosa*).
Kemudian aku melontarkan isu 'berburu dosen penelitian' (gak..., aku gak bilang persis begitu) ke Pak F.
Agak awkward juga sih...jadi seolah-olah kamu mau poligami, terus ngomong ke istri pertamamu...
Iya..., awalnya aku gak enak, masa memilih dosen lain... dan bukan dia? bagaimana perasaan DPA-ku itu...?? alahh..
Setelah aku ngomong kondisinya, dia santai aja, ngasih masukan, ngasih bocoran peraturannya gimana (karena dia juga menjabat Kepala Jurusan), dan ngasih tau tentang Pak T itu concern-nya ke bidang apa...(sambil sibuk nulis-nulis apaaa gitu). Trus nyuruh udahan.
WHAT?? Kau anggap apa aku ini?? Tidakkah kau cemburu aku memilih dosen lain selain kamu??
Dari beliau aku dapat info kalau Pak T itu concern ke minyak bumi, biomass, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pirolisis material..., hmm cukup menarik lah, pikirku. Sebenernya aku gak ada gambaran sama sekali..., aku juga menganggap penelitian tentang biogas, dan bioprocessing juga menarik... -____-
Informasi lainnya, bahwa kalau memang ada beberapa mahasiswa memilih dosen yang sama, bisa-bisa aja sih, kalau semisal project dosen itu butuh lebih dari satu mahasiswa. Tapi kalau gak ya berarti mahasiswa lain harus rela dengan pilihan kedua atau ketiga... Itu pun dosen yang memiliki valid project berhak memilih mahasiswa, sementara dosen yang tidak punya valid project, tak punya hak menolak mahasiswa yang memilihnya. Gitu.
Nah, begitulah sekelumit kisah pasca tes umum POTK yang membahana badai katulistiwa mengguncang samudra...
Semoga menghibur dan menambah informasi ya....
Tuesday, September 17, 2013
Abandoned Diary #6: Kuasa Allah itu Nyata
Hari ini kukira pagiku tak akan sama lagi dengan pagi-pagi lainnya...
Pagiku tak lagi penuh kedamaian dan ketenangan, melainkan sebuah penyesalan...
Pagiku hari ini, lagi, diawali dengan seruan istighfar dilanjutkan dengan mengacak-acak rambut...
I am frustated...
Keadaan ini berlanjut sampai ke kampus... mood amburadul.
aku gagal lagi di tes ke-3 pikirku...karena aku membuktikan sendiri bahwa hasil jawaban tesku yang terakhir tidak sesuai dengan rumus yang ada di buku salah satu dosen. Jangankan sesuai rumus, aku malah tak menggunakan rumus melainkan memakai cara konvensional....!!!
Walaupun 3 nomor sudah ku pastikan benar (karena memang soalnya sudah pernah dikerjakan sebelumnya), tapi kalau salah satu soal saja sudah dipastikan tidak lulus, begitu peraturannya...
Sampai pada kuliah ke-2 di hari yang sama... aku masih tak berani, ah bukan tak berani, tapi tak mau mengecek sendiri pengumuman kelulusan di tes ke-3 ini. Tak mau memastikan kegagalanku.
Tapi tuhan berkata lain...
di tengah mood yang masih tak menentu saat menunggu dosen... temenku Gisna bilang
"tuh kan de...kamu lulus"
"hah?" aku masih belum menerima sepenuhnya, diam melongo, tapi jantungku berdenyut liar sekali..
Lalu untuk membuat ku lebih percaya, dia kembali bertanya pada teman lainnya (yang mungkin barusaja mengecek pengumuman) tentang siapa saja yang lulus tes ke-3
Dan aku mendengar namaku disebut,
lalu...
aku beristighfar...
Rasanya semua beban terangkat dalam sekejap, semua penyesalan, kekecewaan, kecemasan hilang melayang dan sirna seketika...
Aku lulus ya Allah? sungguh? tapi aku masih belum yakin apakah ini valid atau tidak. Aku sudah memastika bahwa salah satu jawabanku salah. Mungkinkah dosen yang memeriksa kasihan? Karena, daripada tidak ada mahasiswa yang lulus pada tes dimana beliaulah yang membuat soal, bukankah lebih baik dia meluluskan yang jawabannya cukup 'lumayan', walaupun salah???
Itu baru asumsiku..., aku masih yakin sekali dengan rumus yang ada di buku. Rumus yang belum pernah ku pelajari, tapi sekali kulihat aku dapat memastikan bahwa inilah yang diinginkan soal 'menjengkelkan' itu.
Sebab, variabel-variabelnya sesuai, dan kondisinya pun sama...
Yang jelas, seharian ini aku tak lepas dari memuji kekuasaan Rabb-ku. Betapa Ia mendengarkan doaku, betapa Ia melihat aku disini begitu mengharapkan uluran tangan-Nya..., dan aku merasa hina sekali...
Malam ini, aku kembali mengecek buku dosen yang menyajikan rumus tersebut. Ada dua jenis rumus menghitung Rmin (perbandingan refluks eksternal minimum), untuk umpan berupa uap jenuh, dan untuk umpan berupa cair jenuh.
Rumus yang ku pakai tentu yang sesuai dengan si 'soal'. Uap jenuh. Aku masih memperoleh hasil Rmin yang sama, 2.16. Hasil yang sangat berbeda dengan jawabanku saat tes; 0,96.
Hasil yang membuatku stress semalaman dan terbangun dengan kesesakan.
Tapi, beberapa saat yang lalu, lagi-lagi aku heran dengan penglihatanku. Setan apa yang bertengger di mataku dari kemarin?
Rumus yang seharusnya ku pakai untuk mengecek jawaban ternyata yang satu lagi.... bukan yang menghasilkan nilai 2,16...
tapi yang satu lagi... yang menghasilkan nilai 0,96...!!! Ade, baca kalimatnya yang bener dong...!
Subhannallah...
Lihat bagaimana Dia mempermainkanku dengan mudahnya... memberiku pembelajaran yang sangat berharga dengan tenggelam dan terjatuh. Memberiku rasa kecewa dan terluka, lalu menunjukkan akhir yang tak terduga indahnya. Ia telah memberiku kesempatan untuk mencicipi sepotong cerita dari skenario-Nya yang sempurna...
He is Allah, the One Who Listen
Pagiku tak lagi penuh kedamaian dan ketenangan, melainkan sebuah penyesalan...
Pagiku hari ini, lagi, diawali dengan seruan istighfar dilanjutkan dengan mengacak-acak rambut...
I am frustated...
Keadaan ini berlanjut sampai ke kampus... mood amburadul.
aku gagal lagi di tes ke-3 pikirku...karena aku membuktikan sendiri bahwa hasil jawaban tesku yang terakhir tidak sesuai dengan rumus yang ada di buku salah satu dosen. Jangankan sesuai rumus, aku malah tak menggunakan rumus melainkan memakai cara konvensional....!!!
Walaupun 3 nomor sudah ku pastikan benar (karena memang soalnya sudah pernah dikerjakan sebelumnya), tapi kalau salah satu soal saja sudah dipastikan tidak lulus, begitu peraturannya...
Sampai pada kuliah ke-2 di hari yang sama... aku masih tak berani, ah bukan tak berani, tapi tak mau mengecek sendiri pengumuman kelulusan di tes ke-3 ini. Tak mau memastikan kegagalanku.
Tapi tuhan berkata lain...
di tengah mood yang masih tak menentu saat menunggu dosen... temenku Gisna bilang
"tuh kan de...kamu lulus"
"hah?" aku masih belum menerima sepenuhnya, diam melongo, tapi jantungku berdenyut liar sekali..
Lalu untuk membuat ku lebih percaya, dia kembali bertanya pada teman lainnya (yang mungkin barusaja mengecek pengumuman) tentang siapa saja yang lulus tes ke-3
Dan aku mendengar namaku disebut,
lalu...
aku beristighfar...
Rasanya semua beban terangkat dalam sekejap, semua penyesalan, kekecewaan, kecemasan hilang melayang dan sirna seketika...
Aku lulus ya Allah? sungguh? tapi aku masih belum yakin apakah ini valid atau tidak. Aku sudah memastika bahwa salah satu jawabanku salah. Mungkinkah dosen yang memeriksa kasihan? Karena, daripada tidak ada mahasiswa yang lulus pada tes dimana beliaulah yang membuat soal, bukankah lebih baik dia meluluskan yang jawabannya cukup 'lumayan', walaupun salah???
Itu baru asumsiku..., aku masih yakin sekali dengan rumus yang ada di buku. Rumus yang belum pernah ku pelajari, tapi sekali kulihat aku dapat memastikan bahwa inilah yang diinginkan soal 'menjengkelkan' itu.
Sebab, variabel-variabelnya sesuai, dan kondisinya pun sama...
Yang jelas, seharian ini aku tak lepas dari memuji kekuasaan Rabb-ku. Betapa Ia mendengarkan doaku, betapa Ia melihat aku disini begitu mengharapkan uluran tangan-Nya..., dan aku merasa hina sekali...
Malam ini, aku kembali mengecek buku dosen yang menyajikan rumus tersebut. Ada dua jenis rumus menghitung Rmin (perbandingan refluks eksternal minimum), untuk umpan berupa uap jenuh, dan untuk umpan berupa cair jenuh.
Rumus yang ku pakai tentu yang sesuai dengan si 'soal'. Uap jenuh. Aku masih memperoleh hasil Rmin yang sama, 2.16. Hasil yang sangat berbeda dengan jawabanku saat tes; 0,96.
Hasil yang membuatku stress semalaman dan terbangun dengan kesesakan.
Tapi, beberapa saat yang lalu, lagi-lagi aku heran dengan penglihatanku. Setan apa yang bertengger di mataku dari kemarin?
Rumus yang seharusnya ku pakai untuk mengecek jawaban ternyata yang satu lagi.... bukan yang menghasilkan nilai 2,16...
tapi yang satu lagi... yang menghasilkan nilai 0,96...!!! Ade, baca kalimatnya yang bener dong...!
Dan saat itu aku sadar, cara konvensionalku saat tes, yang hanya 10% kuyakini kebenarannya, ternyata menghasilkan jawaban yang sama dengan rumus entah apa lah ini..., ga ngerti lagi...
Subhannallah...
Lihat bagaimana Dia mempermainkanku dengan mudahnya... memberiku pembelajaran yang sangat berharga dengan tenggelam dan terjatuh. Memberiku rasa kecewa dan terluka, lalu menunjukkan akhir yang tak terduga indahnya. Ia telah memberiku kesempatan untuk mencicipi sepotong cerita dari skenario-Nya yang sempurna...
He is Allah, the One Who Listen
Author:
Unknown
Label:
Belajar,
Cerita,
Introspeksi,
Jogja,
Journal,
Kuliah,
Motivasi,
Teknik Kimia
Monday, September 16, 2013
Abandoned Diary #5: Derita Awal Semester Lima
Perkuliahan di semester 5 sudah memasuki minggu ke dua, tapi lihat aku...
seperti menyeret jangkar setiap hari..., membawa suatu beban yang rasanya berat sekali sehingga aku memutuskan untuk 'belum' memulai hal baru. Meninggalkan segalanya tetap berantakan dan berpura-pura tidak tau.
Ya, memang ada yang belum terselesaikan...yaitu jadi tidaknya aku mengambil Mata Praktikum OTK semester ini. Sampai detik ini, aku belum juga lolos tes seleksinya...,
Ya nasib...
Aku gak tau apakah semua kekacauan yang kubuat ini pantas atau tidak, tapi toh arwah aja bakalan gentayangan kalau memang keadaanya kaya begini...yakali..
Rasanya rencanaku semester ini belum sempurna, belum utuh... sehingga aku belum benar-benar memulainya...
Contohnya saja.., nyatet masih asal-asalan..., kadang ga nyatet...
Fokusku terpecah karena 'urusan' yang belum selesai itu...
Hh...aku ga tau lagi ini bakal berlanjut sampai kapan. Bagaimana kalau aku benar-benar ga lulus sampai tes ke-5?
Aku mungkin bakal jadi kaya mayat hidup semester ini. Tatapan kosong..., muram, kehilangan semangat dan berjalan tanpa arah. Ah... semoga saja gak sampe begitu Ya Allah...
Yah, gak tau deh...rasanya semua ego, kecemasan, dugaan-dugaan tak beralasan...diaduk jadi satu.
Aku gak yakin ada temen-temen lain yang bisa ngerasain hal yang persis sama kaya yang aku rasain sekarang.
Jika aku jadi kalian aku akan menganggap diriku sendiri aneh. Tapi kenyataanya; segalanya bersumber dari segala isi hati dan pikiranku sendiri. Ini naluri. Jadi aku tidak bisa berpura-pura, apalagi menolaknya. Walaupun sebenarnya aku pengen banget...
Semester 5...
Please be nice, i am so dying.
seperti menyeret jangkar setiap hari..., membawa suatu beban yang rasanya berat sekali sehingga aku memutuskan untuk 'belum' memulai hal baru. Meninggalkan segalanya tetap berantakan dan berpura-pura tidak tau.
Ya, memang ada yang belum terselesaikan...yaitu jadi tidaknya aku mengambil Mata Praktikum OTK semester ini. Sampai detik ini, aku belum juga lolos tes seleksinya...,
Ya nasib...
Aku gak tau apakah semua kekacauan yang kubuat ini pantas atau tidak, tapi toh arwah aja bakalan gentayangan kalau memang keadaanya kaya begini...yakali..
Rasanya rencanaku semester ini belum sempurna, belum utuh... sehingga aku belum benar-benar memulainya...
Contohnya saja.., nyatet masih asal-asalan..., kadang ga nyatet...
Fokusku terpecah karena 'urusan' yang belum selesai itu...
Hh...aku ga tau lagi ini bakal berlanjut sampai kapan. Bagaimana kalau aku benar-benar ga lulus sampai tes ke-5?
Aku mungkin bakal jadi kaya mayat hidup semester ini. Tatapan kosong..., muram, kehilangan semangat dan berjalan tanpa arah. Ah... semoga saja gak sampe begitu Ya Allah...
Yah, gak tau deh...rasanya semua ego, kecemasan, dugaan-dugaan tak beralasan...diaduk jadi satu.
Aku gak yakin ada temen-temen lain yang bisa ngerasain hal yang persis sama kaya yang aku rasain sekarang.
Jika aku jadi kalian aku akan menganggap diriku sendiri aneh. Tapi kenyataanya; segalanya bersumber dari segala isi hati dan pikiranku sendiri. Ini naluri. Jadi aku tidak bisa berpura-pura, apalagi menolaknya. Walaupun sebenarnya aku pengen banget...
Semester 5...
Please be nice, i am so dying.
Sunday, September 15, 2013
Abandoned Diary #3: Rencana Move On
Mencapai semester 5 di Teknik Kimia UGM gak gampang...
Kayak diseret pake tali di aspal yang udah bolong-bolong... untung aja gak mati kaya kasus pembunuhan sadis di Bandung beberapa waktu lalu...
Setiap semester pastinya kita pengen banget ngerasaain ada sesuatu yang beda... Entah apa itu, yang penting, beeing the new me gitu, iya toh?
Nah, terkadang semua itu hanya harapan palsu.. wacana dari kereta kencana Dewa Rahwana..., alias Failed. Hahaha... makanya jangan jauh-jauh mikirnya...yang penting itu niatnya harus kuat...
Planning Move On beberapa semester lalu aku akui ada yang jalan, ada yang mandeg di tengah jalan..., ya...emang susah sih buat bikin move on itu steady state. Tapi kita harus usaha dulu...semangat dan pantang menyerah...!!
Planning ku semester ini lumayan menantang nih.. tapi sejauh ini udah mulai jalan, semoga tetep lanjut sampe seterusnya:
Salah satu dari sekian banyak list move on semester ini adalah: Jogging tiap hari.
Duh, dengernya aja udah nyeremin yak...?
Ya, aku pengen kembali ke kehidupan SMA-ku dulu yang sehat dan disiplin.... Nah, salah satunya dengan habbit lari pagi ini.
Sejauh ini progresnya cukup memuaskan, tiap hari kuliah aku joggingnya sampe Rumah Makan Toetoeng di deket Pogung Baru (red: Kosanku di Pogung Kidul). Tapi kalau weekend harus kelilingin kompleks Pogung..!
Start dari Pogung Kidul--> Pogung Baru-->Pandega-->Pogung Rejo-->Pogung Dalangan-->Lintas Utara Teknik-->Kembali ke Pogung Kidul...
Percobaan pertama keliling Pogung sukses sob... 27 menit 30 detik...!! ngos-ngosan sampe nyaris mampus..
Jadi inget tes kesemaptaan waktu SMA dulu..., Lari 12 menit, keliling kompleks kampus... dan target biar gak menjatuhkan harga diri sebagai cowo adalah 7 putaran...!! HUAAHH..., begitu menyiksa...apalagi pas udah menit-menit ke 9-10..., baru 6 putaran...
dalam hati 'ciekk lai...ciekkkk laiiiiiii,' (red: satu lagiii, satu lagiii...)
Waktu itu mata udah kunang-kunang..., bertaburan bintang, merem melek kaya orang sakau....,
terus larinya udah kaya banci..letoi kanan letoi kiri...
dan ketika peluit 12 menit ditiup, rasanya sampai di surgaaaa...telentang di tengah aspal~~~
Haaaah, memories...
Kembali ke Jogja...,
Jadi, sekarang mari kita lihat beberapa bulan ke depan, apakah kegiatan ini masih jalan atau tidak...
Semoga...
Saturday, September 14, 2013
Abandoned Diary #2 : Cita-cita yang Di Luar Kendali
Saat ketika aku ingin menulis sedikit ringkasan kisahku, menuangkan rasa dan berbagai ekspresi yang terpendam, aku lalu berhenti. Aku tak pernah tahu bagaimana memulainya dengan menawan, elegan dan tanpa cela. Dan saat itulah..., saat ketika aku bimbang dengan jari-jariku, semuanya menguap dan lenyap seperti kabut. Meski ku tahu, fantasi-fantasi itu tetap akan muncul lagi...lagi...dan lagi..., tapi ia tak pernah sudi mengizinkan ku mengabadikannya dengan sesuatu yang lahiriah seperti tulisan.
Seandainya saja aku seorang penyair atau pujangga.., yang setiap potong katanya begitu bermakna dan mempesona.
Lihat, mudah sekali berandai-andai bukan? Ini adalah cita-cita. Harapan paling dalam.
Dulu guru-guru TK ku pernah bilang; 'Kamu bisa jadi apa saja, gantungkan cita-citamu setinggi langit, dan berusahalah untuk menggapainya'. Hah..., Bullshit. Lihat, apa yang kudapatkan dengan berangan-angan? Nothing.
Kau tau, kalau aku beberkan cita-citaku disini..., kau akan terperangah.., ini begitu liar dan diluar kendali. Seperti rumput rambat yang menjalar kemana-mana.
Suatu hari ada orang sukses di tv yang mengatakan ia menulis harapannya entah itu 10 atau 100--aku lupa-- di atas selembar kertas, dan dia berusaha mencapainya, dan ohhh lihat.. dia berhasil mencapai hampir semua target yang dia tulis....! selamat....ya...
H A H A H A
Bodoh sekali aku pernah meniru jejak orang itu...! Nih..., aku masih menyimpan agenda ku pas SMA, ada 10 target terbesarku..., dan saat aku tamat SMA 9 dari 10 sudah dicoret..., mana sih orang yang bilang cara ini bakalan bisa berhasil..? pengen nempelin kertas ini ke mukanya nih... hehehe
Yaudah sih, yang aku bisa lakukan saat ini memang menenggelamkan diri dalam fantasi-fantasi buas itu. Biarpun semua itu hanya ilusi, paling tidak bisa memberikan efek menyenangkan walau sesaat.
Hidup ini memang susah diatur-atur sob..., jangankan maneger, bahkan kita sendiri pun masih akan kewalahan kalau sok ngatur-ngatur hidup..., udahhh serahin Yang Punya Skenario ajadeh... Kau perlu yakin, entah itu mimpi, cita-cita, harapan, DIA bisa mendengar.... DIA tahu...,
Lalu pada akhirnya kita hanya perlu bersandar..., meletakkan penghambaan diri pada Sang Pencipta.
Seandainya saja aku seorang penyair atau pujangga.., yang setiap potong katanya begitu bermakna dan mempesona.
Lihat, mudah sekali berandai-andai bukan? Ini adalah cita-cita. Harapan paling dalam.
Dulu guru-guru TK ku pernah bilang; 'Kamu bisa jadi apa saja, gantungkan cita-citamu setinggi langit, dan berusahalah untuk menggapainya'. Hah..., Bullshit. Lihat, apa yang kudapatkan dengan berangan-angan? Nothing.
Kau tau, kalau aku beberkan cita-citaku disini..., kau akan terperangah.., ini begitu liar dan diluar kendali. Seperti rumput rambat yang menjalar kemana-mana.
Suatu hari ada orang sukses di tv yang mengatakan ia menulis harapannya entah itu 10 atau 100--aku lupa-- di atas selembar kertas, dan dia berusaha mencapainya, dan ohhh lihat.. dia berhasil mencapai hampir semua target yang dia tulis....! selamat....ya...
H A H A H A
Bodoh sekali aku pernah meniru jejak orang itu...! Nih..., aku masih menyimpan agenda ku pas SMA, ada 10 target terbesarku..., dan saat aku tamat SMA 9 dari 10 sudah dicoret..., mana sih orang yang bilang cara ini bakalan bisa berhasil..? pengen nempelin kertas ini ke mukanya nih... hehehe
Yaudah sih, yang aku bisa lakukan saat ini memang menenggelamkan diri dalam fantasi-fantasi buas itu. Biarpun semua itu hanya ilusi, paling tidak bisa memberikan efek menyenangkan walau sesaat.
Hidup ini memang susah diatur-atur sob..., jangankan maneger, bahkan kita sendiri pun masih akan kewalahan kalau sok ngatur-ngatur hidup..., udahhh serahin Yang Punya Skenario ajadeh... Kau perlu yakin, entah itu mimpi, cita-cita, harapan, DIA bisa mendengar.... DIA tahu...,
Lalu pada akhirnya kita hanya perlu bersandar..., meletakkan penghambaan diri pada Sang Pencipta.
Monday, August 19, 2013
Catatan Akhir Semester 4: Take it Easy
Tepat seminggu sebelum keberangkatan kembali ke Jogja, mood-ku buat bikin catatan ini (akhirnya) muncul. Padahal udah lama banget pengen nulis, tapi tetep saja moodnya gak muncul-muncul. Faktornya ada banyak, mulai dari internet lelet, antrian film di laptop yang pengen banget di tonton, dan yang pasti karena pengen balas dendam malas-malasan setelah terlepas dari dunia perkuliahan yang super hectic.
REVIEW UTS DAN UAS SEMESTER 4
Nggak seperti semester kemarin yang hancur lebur..., semester ini aku udah niat pengen berubah ke arah yang lebih santai. Loh.. kenapa? Sederhana sih, soalnya kalau terlalu rajin, hasilnya kayak semester 3... :''((. Ya, semester ini aku memegang prinsip "take it easy", kalau sukses ya Alhamdulillah... kalo nggak ya soo what?? toh aku udah pernah ngerasain IP terjun bebas, jadi udah lebih rileks lah...
Mulai dari belajarnya, ujiannya, semuanya memang kerasa beda banget sama semester lalu. Kalo capek ya berenti, ngantuk ya tidur, ga ada lagi kerja rodi... Pokoknya yang bisa ya PD aja, yang ga bisa ya berdoa aja gak keluar...hihi ini cara klasik nih...
Kalo di-compare, makuls di semester 3 sama semeter 4 sama-sama susah kok... Bahkan mungkin harusnya lebih susah semester 4. Contoh beberapa mata kuliah dewa:
semester 3 ada: Termodinamika 1, ATK 1, TBS (percepatan), <-- masih dasar-dasarnya
semester 4 ada: Termodinamika 2, ATK 2, Proses Transfer (percepatan), <-- lebih repot nih
Jadi, sebenernya selain faktor over-worried di semester 3, ada faktor lain yang gak kalah penting: LUCK
Yap, gak peduli sekeras apapun usaha belajar di semester 3, ujung-ujungnya tetap yang berpengaruh adalah nasib, itu menurutku...

Aku bilang begitu gak ada maksud apa-apa kok. Usaha tetep, doa juga, tapi gak usah berlebih-lebihan... sisanya serahin sama yang diatas. Nah, alhamdulillah semester ini bisa 'Mambangkik IP nan tarandam' Artinya: 'Membangkitkan IP yang terbenam'. :)
Jadi pelajarang yang bisa diambil semester ini adalah:
MISI LIBURAN YANG TERBENGKALAI
Semester 5 sudah mau mulai. Rencananya aku dan sebagian besar teman seangkatan pengen ambil percepatan praktikum OTK (Operasi Teknik Kimia). Mata praktikum ini normalnya diambil semester 6, tapi bisa diambil semester 5 asalkan sudah atau sedang mengambil makul: TBS, OPB, OPMP, PT, AIK (*kalo nggak salah). Nah, sebagian besar dari kita udah memenuhi syarat tuh, makanya bisa ngambil...
Yang berbeda dari praktikum ini adalah, adanya ujian seleksi. Nggak seperti Praktikum Analisis Bahan atau Praktikum Proses yang tinggal ikut aja... POTK mensyaratkan mahasiswa lulus dulu seleksi dari dosen, baru boleh ambil praktikum ini.
Nah, ini yang jadi masalah, Ujiannya cuma 4 soal, tapi materinya mencakup TBS, OPB, OPMP, AIK, dan PT. Kalau PT sama TBS udah diambil semester 4, lah sisanya baru diambil semester 5...
Yah, satu-satunya harapan adalah KUMPULAN SOAL DAN PEMBAHASAN TES POTK.
Masih ada masalah satu lagi nih..., ujian nya di awal semester... bro, Jadi belajarnya mau gak mau pas libur dong...?
Akhirnya akupun pulang kampung dengan membawa satu jilid soal dan pembahasan POTK (yang berisi lebih dari 80 kasus)...dengan semangat berapi-api....dan mental baja...
.
.
.
Hari ini, seminggu sebelum kembali kuliah, coba tebak sudah berapa soal yang aku kerjain.. out of 80...??
5 soal
Hhhhmmm, cukup banyak ya, maksudku banyak sisanya...
Memang ya, kalau udah di rumah itu ga ada mood sedikitpun buat nyentuh yang beginian...walaupun kerjaannya cuma tidur-tiduran, nonton, main... tapi tetep aja M.A.L.E.S.
Yah, walaupun begini jadinya, tapi semoga aja dilancarkan nantinya, kalaupun nggak bisa lolos tes, berarti bukan jalanku buat percepatan POTK... :) Take it easy..
Nih aku kasih bonus: Judulnya: Soal yang Kesepian;
Nah, sekian catatan ini. Terakhir, semoga semester depan lebih baik dari semester ini. Semoga sukses sampai tamat nanti. Hidup Teknik Kimia UGM 2011.
NB: Kalau mau baca-baca lagi, nih: Catatan Akhir Semester 3
REVIEW UTS DAN UAS SEMESTER 4
Nggak seperti semester kemarin yang hancur lebur..., semester ini aku udah niat pengen berubah ke arah yang lebih santai. Loh.. kenapa? Sederhana sih, soalnya kalau terlalu rajin, hasilnya kayak semester 3... :''((. Ya, semester ini aku memegang prinsip "take it easy", kalau sukses ya Alhamdulillah... kalo nggak ya soo what?? toh aku udah pernah ngerasain IP terjun bebas, jadi udah lebih rileks lah...
Mulai dari belajarnya, ujiannya, semuanya memang kerasa beda banget sama semester lalu. Kalo capek ya berenti, ngantuk ya tidur, ga ada lagi kerja rodi... Pokoknya yang bisa ya PD aja, yang ga bisa ya berdoa aja gak keluar...hihi ini cara klasik nih...
Kalo di-compare, makuls di semester 3 sama semeter 4 sama-sama susah kok... Bahkan mungkin harusnya lebih susah semester 4. Contoh beberapa mata kuliah dewa:
semester 3 ada: Termodinamika 1, ATK 1, TBS (percepatan), <-- masih dasar-dasarnya
semester 4 ada: Termodinamika 2, ATK 2, Proses Transfer (percepatan), <-- lebih repot nih
Jadi, sebenernya selain faktor over-worried di semester 3, ada faktor lain yang gak kalah penting: LUCK
Yap, gak peduli sekeras apapun usaha belajar di semester 3, ujung-ujungnya tetap yang berpengaruh adalah nasib, itu menurutku...

Aku bilang begitu gak ada maksud apa-apa kok. Usaha tetep, doa juga, tapi gak usah berlebih-lebihan... sisanya serahin sama yang diatas. Nah, alhamdulillah semester ini bisa 'Mambangkik IP nan tarandam' Artinya: 'Membangkitkan IP yang terbenam'. :)
Jadi pelajarang yang bisa diambil semester ini adalah:
- Usaha boleh, tapi jangan berlebih-lebihan, jangan berharap terlalu banyak, jangan pikiran yang aneh-aneh, jangan khawatir. Jadilah santai, percaya diri, dan dekat dengan Yang di Atas.
- Tidak berlebihan bukan berarti belajarnya setengah-setengah, itu sama aja bohong. Jadi harus full walaupun cuma liat-liat slide doang, hehehe~~ :p
- Intinya yang membuat belajar itu berat adalah beban yang berasal dari target-target yang ingin di capai. Boleh sih punya target, tapi terkadang kita lupa kalau target itu tidak selalu bisa kita penuhi.
- Sistem kebut semalam itu gak buruk kok...hehehe, lagian males juga kan, masa tiap hari harus belajar..., apalagi bagi yang memorinya pas-pasan kaya saya, kapan santainya, kapan nonton, main, tidur, tugas aja segambreng...-__-. Yah, paling nggak rajinnya mulai deket-deket ujian aja bro...! :p
Nah... itu beberapa values yang perlu kita catat. Gak dicatat juga ga papa, toh ini cuma opini pribadi. Jadi jangan terlalu dimasukkan ke hati...
MISI LIBURAN YANG TERBENGKALAI
Semester 5 sudah mau mulai. Rencananya aku dan sebagian besar teman seangkatan pengen ambil percepatan praktikum OTK (Operasi Teknik Kimia). Mata praktikum ini normalnya diambil semester 6, tapi bisa diambil semester 5 asalkan sudah atau sedang mengambil makul: TBS, OPB, OPMP, PT, AIK (*kalo nggak salah). Nah, sebagian besar dari kita udah memenuhi syarat tuh, makanya bisa ngambil...
Yang berbeda dari praktikum ini adalah, adanya ujian seleksi. Nggak seperti Praktikum Analisis Bahan atau Praktikum Proses yang tinggal ikut aja... POTK mensyaratkan mahasiswa lulus dulu seleksi dari dosen, baru boleh ambil praktikum ini.
Nah, ini yang jadi masalah, Ujiannya cuma 4 soal, tapi materinya mencakup TBS, OPB, OPMP, AIK, dan PT. Kalau PT sama TBS udah diambil semester 4, lah sisanya baru diambil semester 5...
Yah, satu-satunya harapan adalah KUMPULAN SOAL DAN PEMBAHASAN TES POTK.
Masih ada masalah satu lagi nih..., ujian nya di awal semester... bro, Jadi belajarnya mau gak mau pas libur dong...?
Akhirnya akupun pulang kampung dengan membawa satu jilid soal dan pembahasan POTK (yang berisi lebih dari 80 kasus)...dengan semangat berapi-api....dan mental baja...
.
.
.
Hari ini, seminggu sebelum kembali kuliah, coba tebak sudah berapa soal yang aku kerjain.. out of 80...??
5 soal
Hhhhmmm, cukup banyak ya, maksudku banyak sisanya...
Memang ya, kalau udah di rumah itu ga ada mood sedikitpun buat nyentuh yang beginian...walaupun kerjaannya cuma tidur-tiduran, nonton, main... tapi tetep aja M.A.L.E.S.
Yah, walaupun begini jadinya, tapi semoga aja dilancarkan nantinya, kalaupun nggak bisa lolos tes, berarti bukan jalanku buat percepatan POTK... :) Take it easy..
Nih aku kasih bonus: Judulnya: Soal yang Kesepian;
NB: Kalau mau baca-baca lagi, nih: Catatan Akhir Semester 3
Wednesday, July 24, 2013
Abandoned Diary #1: It's Been Wrong from the Beginning
Aku tau aku telah salah dalam menilai perasaanku sendiri.
Namun aku tak tau bagaimana memperbaiki kejanggalan ini. Ini diluar kemampuanku. Mengambil keputusan adalah yang terberat, karena aku bukanlah seorang yang teguh pendiriannya.
Aku takut. Ini bukan hal sederhana seperti menentukan spesifikasi pompa. Ini tentang perasaan, yang keujudannya seperti menerawang ditengah kabut.
Aku bukan ahlinya meraba-raba. Aku menghitung. Aku butuh kepastian yang seharusnya bisa kutemukan sendiri.
Dan pada akhirnya, aku sampai pada titik dimana ketidakpedulian mulai berkuasa. Aku sudah sangat jenuh dengan omongan mereka. Begitupun dengan segala asumsi-asumsi yang kukarang sendiri ini.
Kau tau, asumsi diambil untuk memudahkan menyelesaikan masalah. Syaratnya harus logis. Kesalahan terbesarku adalah asumsi-asumsi yang kuambil begitu serampangan. Liar. Tidak masuk akal.
Lalu sekarang apa? Mau bagaimana?
Jangan tanya begitu. Jangan bertanya seolah-olah aku sudah punya rencana yang brilian, penuh kematangan, dan aku merahasiakannya. Tidak. Sedikitpun.
Aku masih saja berandai-andai. Terjebak dalam fantasiku sendiri, kadang membahagiakan, tapi lebih sering mengerikan.
It's been wrong from the beginning.
Jadi, jika kau belum pernah menemukan kisah yang tak jelas ujung pangkalnya, atau kisah yang absurd, janggal, tak menentu, maka aku ingin sekali menceritakannya padamu. Andai aku bisa.
Abandoned Diary #2
Namun aku tak tau bagaimana memperbaiki kejanggalan ini. Ini diluar kemampuanku. Mengambil keputusan adalah yang terberat, karena aku bukanlah seorang yang teguh pendiriannya.
Aku takut. Ini bukan hal sederhana seperti menentukan spesifikasi pompa. Ini tentang perasaan, yang keujudannya seperti menerawang ditengah kabut.
Aku bukan ahlinya meraba-raba. Aku menghitung. Aku butuh kepastian yang seharusnya bisa kutemukan sendiri.
Dan pada akhirnya, aku sampai pada titik dimana ketidakpedulian mulai berkuasa. Aku sudah sangat jenuh dengan omongan mereka. Begitupun dengan segala asumsi-asumsi yang kukarang sendiri ini.
Kau tau, asumsi diambil untuk memudahkan menyelesaikan masalah. Syaratnya harus logis. Kesalahan terbesarku adalah asumsi-asumsi yang kuambil begitu serampangan. Liar. Tidak masuk akal.
Lalu sekarang apa? Mau bagaimana?
Jangan tanya begitu. Jangan bertanya seolah-olah aku sudah punya rencana yang brilian, penuh kematangan, dan aku merahasiakannya. Tidak. Sedikitpun.
Aku masih saja berandai-andai. Terjebak dalam fantasiku sendiri, kadang membahagiakan, tapi lebih sering mengerikan.
It's been wrong from the beginning.
Jadi, jika kau belum pernah menemukan kisah yang tak jelas ujung pangkalnya, atau kisah yang absurd, janggal, tak menentu, maka aku ingin sekali menceritakannya padamu. Andai aku bisa.
Abandoned Diary #2
Tuesday, January 22, 2013
Catatan Akhir Semester 3: Portal
Alhamdulillah
Semester 3 telah berlalu, dengan berakhirnya UAS Ganjil 2012/2013 hari Jum'at, 18 Januari 2013 lalu.
Tapi, tidak seperti sebelum-sebelumnya, dimana biasanya aku selalu penasaran dengan nilai-nilai yang keluar di portal akademik.
Sekarang berbeda...
Sekarang aku nggak akan repot-repot buka portal tiap hari demi mencari tau ada nilai yang keluar atau nggak. Aku nggak penasaran. Lebih tepatnya nggak peduli
Kenapa?
Jujur, sebenarnya aku hanya akan sangat penasaran kalau prediksi hasil ujianku bakalan bagus. Jadi dulu itu, pas libur semester 1 dan 2 aku hampir tiap hari, bahkan mungkin bisa 1 jam sekali nge-cek portal. Soalnya dari analisis Quick Count setelah ujian, aku ngitung sendiri kira-kira berapa persen aku bisa ngerjain soal dan kira-kira hasilnya bagus atau nggak... :p
TAPI, semua berubah sejak semester 3 menyerang....
Ya....berubaahhhh,
Matematika Teknik Kimia
Termodinamika
Azas Teknik Kimia
Teknik Tenaga Listrik
Transportasi Bahan dan Sedimentasi
Kimia Fisika 2
Itu segelintir mata kuliah yang memupuskan harapanku buat nge-cek portal tiap hari....
Tiada lagi portal..., tiada lagi penasaran...
Karena...Buat apa penasaran kalau hasil Quick Count berujung miris.... *nangis di pojokan
Tapi entah kenapa aku ikhlas. Memang sampai di situlah kemampuanku. Jadi kalo sekarang nggak mau liat portal, nanti ujung-ujungnya bakal nge-cek juga toh...?
Sekarang mari kita ambil ikhtisar dari semua ini.
Pertama,
Jika kita telah berusaha, memberikan yang terbaik yang kita punya. Memperlihatkan pada-Nya segala ketulusan kita untuk mencapai tujuan, maka apapun yang diperoleh, baik atau buruk, semuanya akan diiringi perasaan Ikhlas yang datang dari-Nya.
Kedua,
Sekuat apapun kita berusaha, sekeras apapun. Satu Hal yang perlu kita sadari adalah, bahwa apapun yang kita peroleh sebagai hasil kerja keras dan usaha itu, itulah yang pantas kita miliki. Jadi hindarilah sifat serakah.
Kemampuan itu anugrah, Tuhan memberikannya kepada orang-orang yang diinginkan-Nya. Lalu apa kita akan menyesali kehendak-Nya?
yang perlu kita lakukan adalah bersyukur...bersyukur...dan bersyukur untuk apapun yang kita dapatkan sekecil apapun itu. Karena kita tidak tahu apa yang akan Dia berikan pada kita nanti. :)
Oke sekian sob, semoga ceritaku bisa memberikan pandangan baru bagi kita semua...
wasalam
Semester 3 telah berlalu, dengan berakhirnya UAS Ganjil 2012/2013 hari Jum'at, 18 Januari 2013 lalu.
Tapi, tidak seperti sebelum-sebelumnya, dimana biasanya aku selalu penasaran dengan nilai-nilai yang keluar di portal akademik.
Sekarang berbeda...
Sekarang aku nggak akan repot-repot buka portal tiap hari demi mencari tau ada nilai yang keluar atau nggak. Aku nggak penasaran. Lebih tepatnya nggak peduli
Kenapa?
Jujur, sebenarnya aku hanya akan sangat penasaran kalau prediksi hasil ujianku bakalan bagus. Jadi dulu itu, pas libur semester 1 dan 2 aku hampir tiap hari, bahkan mungkin bisa 1 jam sekali nge-cek portal. Soalnya dari analisis Quick Count setelah ujian, aku ngitung sendiri kira-kira berapa persen aku bisa ngerjain soal dan kira-kira hasilnya bagus atau nggak... :p
TAPI, semua berubah sejak semester 3 menyerang....
Ya....berubaahhhh,
Matematika Teknik Kimia
Termodinamika
Azas Teknik Kimia
Teknik Tenaga Listrik
Transportasi Bahan dan Sedimentasi
Kimia Fisika 2
Itu segelintir mata kuliah yang memupuskan harapanku buat nge-cek portal tiap hari....
Tiada lagi portal..., tiada lagi penasaran...
Karena...Buat apa penasaran kalau hasil Quick Count berujung miris.... *nangis di pojokan
Tapi entah kenapa aku ikhlas. Memang sampai di situlah kemampuanku. Jadi kalo sekarang nggak mau liat portal, nanti ujung-ujungnya bakal nge-cek juga toh...?
Sekarang mari kita ambil ikhtisar dari semua ini.
Pertama,
Jika kita telah berusaha, memberikan yang terbaik yang kita punya. Memperlihatkan pada-Nya segala ketulusan kita untuk mencapai tujuan, maka apapun yang diperoleh, baik atau buruk, semuanya akan diiringi perasaan Ikhlas yang datang dari-Nya.
Kedua,
Sekuat apapun kita berusaha, sekeras apapun. Satu Hal yang perlu kita sadari adalah, bahwa apapun yang kita peroleh sebagai hasil kerja keras dan usaha itu, itulah yang pantas kita miliki. Jadi hindarilah sifat serakah.
Kemampuan itu anugrah, Tuhan memberikannya kepada orang-orang yang diinginkan-Nya. Lalu apa kita akan menyesali kehendak-Nya?
yang perlu kita lakukan adalah bersyukur...bersyukur...dan bersyukur untuk apapun yang kita dapatkan sekecil apapun itu. Karena kita tidak tahu apa yang akan Dia berikan pada kita nanti. :)
Oke sekian sob, semoga ceritaku bisa memberikan pandangan baru bagi kita semua...
wasalam
Author:
Unknown
Label:
Cerita,
Curcol,
Kuliah,
Motivasi,
Teknik Kimia
Saturday, October 27, 2012
Sepotong Memori Pahit
Yah...beginilah nasibku saat masih SMA, dibully di pelajaran Fisika Plus....
Rasanya pengen banget ngepost beberapa foto lagi yang lebih parah, contohnya saat ketika kertas hasil ujianku yang cuma dapat nilai 21 ditambahi tulisan 'Lazy Man', atau ada juga di ujian lainnya (yag hasilnya juga parah) dikasih tulisan '78282', 'be sixty', 'be ninety'
Kalau bingung apa arti 'be sixty' atau 'be ninety' coba aja tulis sixty atau ninety dalam angka...terus baca..!
Terus arti '78282' coba tebak apa?
Rahasia.
Ini lebih parah. Hanya aku, sang guru, dan beberapa korban lainnya yang tau artinya.
Friday, October 26, 2012
A Story about Black Butterfly
"Love is like a butterfly, if you run and try to catch it flys away, but if you sit and wait patiently it comes to you!"
Yah...begitulah kutipan yang ketemu tadi pagi....kembali mengingatkanku pada gambar di samping ini...sebuah simbol atau apalah yang sejujurnya membuatku terhipnotis....
Yah....sejujurnya, aku bukan pencipta lambang misterius itu guys....
Tapi, yang menjadi bagian penting di sini adalah....sign atau logo Black Butterfly ini...sob...
Tapi gak semua karyaku itu sekarang masih existing... .sayang sekali...beberapanya mungkin masih ada di tangan murid pertamaku....atau mungkin udah dia buang karena lebih mirip sampah....
Btw...murid? Ah...lucu juga nih ceritanya....jadi dulu aku (dengan sok profesional-nya) menurunkan bakat menulis puisi yang pas-pasan ini ke salah seorang teman... Jadi berjalanlah proses les privat di kelas mulai dari belajar pemilihan kata, makna...dan lain sebagainya...
Nah, Karena sudah diangkat jadi murid...maka suatu waktu aku (yang saat itu dikenal sebagai The Black Butterfly) menyarankan sama si murid buat bikin sign juga....
Hhhmmmmm...begitulah salah satu kisahku yang indah dan berkesan..., masa-masa terindah hidupku memang adalah masa-masa SMA...jadi kisah ini hanya sekelumit saja dari hal-hal luar biasa yang kualami di SMA tercinta....
The only reason people hold onto memories so tight is because memories are the only things that don't change; while everybody else does.
Yah...begitulah kutipan yang ketemu tadi pagi....kembali mengingatkanku pada gambar di samping ini...sebuah simbol atau apalah yang sejujurnya membuatku terhipnotis....
Terhipnotis? Kok terdengar aneh ya? Bukannya aku sendiri yang punya itu simbol?
Yah....sejujurnya, aku bukan pencipta lambang misterius itu guys....
*mendadak hening*
Memang sih...ini termasuk penyalahgunaan hak cipta dan aku seharusnya sudah dipenjara 10 tahun atau membayar denda 200 juta rupiah karena telah menggunakan hasil karya orang lain...
Tapi, masalahnya itu punya sodaraku..., dan sepertinya dia cuma iseng-iseng bikin gambar ini. Tapi... entah mengapa gambar ini punya arti tersendiri bagiku yang gak bisa diungkapkan... (sampai-sampai dibikin jadi sign pribadi juga...)
Nah...lupakan mengenai asal usul The Black Butterfly, sekarang cerita dikit...
Selama di SMA aku yang mantan pujanggaa ini (eh?) bisa dibilang sudah melahirkan karya-karya kontemporer yang menggugah banyak pihak loh....
Tapi, yang menjadi bagian penting di sini adalah....sign atau logo Black Butterfly ini...sob...
Hmm...yah sejujurnya karya-karyaku dulu itu setelah dibaca lagi sekarang emang sih..jadi pengen muntah...namanya juga pemikiran dan imajinasi seseorang bakal berkembang dengan berjalannya waktu...
Btw...murid? Ah...lucu juga nih ceritanya....jadi dulu aku (dengan sok profesional-nya) menurunkan bakat menulis puisi yang pas-pasan ini ke salah seorang teman... Jadi berjalanlah proses les privat di kelas mulai dari belajar pemilihan kata, makna...dan lain sebagainya...
Hahahaha...kalau udah kuliah gini, cerita jaman SMA jadi seperti cerita masa kanak-kanak ya..., perasaan aku dulu sudah merasa dewasa banget berhubung baru lulus dari SMP....
Nah, Karena sudah diangkat jadi murid...maka suatu waktu aku (yang saat itu dikenal sebagai The Black Butterfly) menyarankan sama si murid buat bikin sign juga....
"Eh...sebagai murid The Black Butterfly kamu juga musti punya sign dong..."
"Apa bagusnya?"
"The Black Dragonfly..."
"....." (dan seterusnya, kurang lebih begitu ceritanya)
Aku lupa entah dia yang bikin duluan terus ku edit dikit...atau aku yang bikin semuanya, Terserah mau bagaimana proses bikin yang sebenarnya...yang jelas, pada akhirnya lahirlah logo atau sign The Black Dragonfly....
The Black Dragonfly sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya bahkan tidak ditemukan di artefak-artefak kuno jaman SMA. Lambang misterius ini akhirnya lenyap ditelan perkembangan zaman...
Hhhmmmmm...begitulah salah satu kisahku yang indah dan berkesan..., masa-masa terindah hidupku memang adalah masa-masa SMA...jadi kisah ini hanya sekelumit saja dari hal-hal luar biasa yang kualami di SMA tercinta....
The only reason people hold onto memories so tight is because memories are the only things that don't change; while everybody else does.
Thursday, October 25, 2012
The Third Stage of Hell
Halooooo....Berhubung lagi UTS tapi ada jatah libur dikit di akhir pekan....aku mau berbagi sedikit penderitaan dengan kalian semua para pembaca yang unyu-unyu.....
Silahkan dikerjakan
Matematika Teknik Kimia--> kegelapan alam semesta...
-r = k.C (mol/volum katalis/waktu)Difusi A ke dalam katalisator mengikuti Hukum Ficks;
Na = -D (dC/dr)dengan D adalah difusifitas efektif Bahan A di dalam katalisator. Porositas katalisator adalah e (volum rongga/volum katalis) Jika konsentrasi A di permukaan katalisator dipertahankan tetap, tentukanlah konsentrasi A dalam katalisator sebagai fungsi posisi dan waktu.
Azas Teknik Kimia--> Judulnya sih kedengerannya kaya belajar KWN...tapi isinya...penuh dengan OMG
Dalam sebuah pabrik asam sulfat, Proses penyerapan SO3 dengan larutan H2SO4 99% dilakukan pada sebuah menara Absorber. Keluar dari Absorber kadar H2SO4 menjadi 99.5%, selanjutnya diencerkan dengan air make up sehingga kadarnya menjadi 99%. Sebagian H2SO4 diambil sebagai produk dan sisanya di recycle ke menara Absorber. Jika gas umpan mengandung 8% SO3 mengalir ke menara Absorber dengan kecepatan 10000 ft3/jam pada suhu 100 F dan tekanan 2 atm. Hitunglah kecepatan aliran massa produk dan aliran recycle.
Transportasi Bahan dan Sedimentasi--> No Comment
Thoughed Belt Conveyor dipakai untuk mentransport zat padat berbentuk granular-like. bahan ini memiliki angle of response 20 deg. Lebar belt 4" dengan konstruksi belt datar 24" dan sisanya konstruksi miring. Jika belt dioperasikan dengan kecepatan maksimum 100 ft/min dab granular like material memiliki bulk density 70 lb/cuft, berapa kapasitas maksimum yang bisa dilayani oleh Toughed belt conveyor? Berapa daya motor penggerak yang dipakai? Jika kapasitas transpor ingin dinaikkan 25%, apa yang saudara lakukan?
Kimia Fisis<-- Nah ini soalnya gampang....mikirin jawabannya musti guling2 dulu...
Jika gas nitrogen memenuhi persamaan keadaan; P(V-b) =RT, tentukanlah fugasitas gas nitrogen tersebut pada tekanan 1 atm dan suhu 25 derajat Celcius.
Nah...itu adalah segelintir matakuliah dari sekian banyak mata kuliah yang bertipe sama...yang harus aku hadapi semester ini...Teknik Tenaga Listrik, Termodinamika, Analisis dengan Instrumentasi, Ekonomi Teknik dsb...
Kesimpulannya:
Mohon do'a dan semangatnya ya teman-teman, semoga aku bisa sukses di semester 3 ini..., sesulit apapun itu...^_^
When life gives you a hundred reasons to cry, show life that you have a thousand reasons to smile
see yaaa...and good luck...
Author:
Unknown
Label:
Cerita,
Jogja,
Kuliah,
Teknik Kimia
Sunday, August 12, 2012
Hujan Lagi Jogja

Sebelumnya, aku
minta maaf padamu, hujan... karena hanya lewat untaikan kata-kata inilah aku
bisa menyapamu kembali...
Untuk kesekian
kalinya, kau mengisi dengung di rongga telingaku dengan derai kontinu yang tak
beraturan...
Pernahkah kau
menyempatkan diri untuk mengagumi seberapa indah dirimu..??
Kau begitu rendah
hati...,
Tapi...,sejujurnya
aku masih menyimpan rindu ini...
Rindu yang sepertinya
tak akan pernah bisa terobati...bahkan
olehmu...
kau hanya menambah
berat tanggungan ruang hatiku yang sempit ini...
dan aku tidak tau,
apakah aku harus bergembira lagi menyambut
kedatanganmu kali ini..
kedatangan yang
kini selalu bisa ditebak...
aku kian
terperangkap dalam kedinginan yang membekukan ini...
ku tau bukan kau
lah penyebabnya...
Semua ini berasal
dari kerinduan yang tak pernah sempat ku titipkan padamu.Kerinduan yang
teronggok bisu, dan semakin lama semakin menyesakkan....
Aku tau...dibalik
deraimu yang elegan...
Kau hanya hadir membawa basah yang
tersia-siakan...
Lalu, haruskah aku
berpaling pada pelangi ??
Bukankah
keanggunannya hanya bertahta di lembah Merapi sana...??
Entahlah...
mungkin dia juga merasa kesepian...
Hujan...
Kenapa kisah ini
begitu ambigu?
Kisah yang tak ada
ujung dan pangkalnya....
Memang..., masing-masing dari kita memiliki cerita yang berbeda-beda.
Akan selalu ada
seseorang diluar sana yang senantiasa menanti...sesulit apapun
itu...
Maka temuilah
pelangi...yang begitu merindu di utara sana....
Aku tau dia masih
setia menunggu kedatanganmu,
seperti aku...
aku akan terus
menuggu...walau tak tau kapan kesetiaan itu akan musnah.....
dan kapan aku
harus mengakhiri penantian panjang ini..
NB:
Puisi ini saya tulis di Jogja sudah lama sekali, ketika kangen berat dengan teman-teman SMA. Tapi sekarang setelah bertemu mereka waktu buka bareng kemarin...Semuanya telah terobati, ^_^
NB:
Puisi ini saya tulis di Jogja sudah lama sekali, ketika kangen berat dengan teman-teman SMA. Tapi sekarang setelah bertemu mereka waktu buka bareng kemarin...Semuanya telah terobati, ^_^
Saturday, November 26, 2011
Orang yang Dirindukan
Teman, seandainya kalian tau, hanya dengan menyadari kalian ada saja,
dunia terasa sempurna...
tapi apakah itu saja sudah cukup untuk membuat dunia mengembalikan kebersamaan kita...????
Atau mungkin aku memang terlalu bodoh, karena terus saja dipermainkan masa lalu...???
Teman,
aku tak peduli jika kisahku kali ini sudah terlalu membosankan bagi kalian....
aku hanya ingin bercerita, berbagi seperti biasanya...
kuharap kalian memiliki sedikit keluangan....
Untuk kesekian kalinya kukatakan...
aku ingin selalu memelihara apa yang telah kita bagi bersama dulu...
segala yang pernah menjadi bagian dari kita...
memeliharanya sebagai potongan-potongan memori
yang mungkin tak begitu sempurna...
Cerita yang dulu terasa tak kunjung usai....
membosankan dan tanpa ujung...
kini, tanpa kita sadari, telah jauh tertinggal di belakang...
Bahkan, akan begitu menyesakkan bila kita kembali dihadapkan
pada kenyataan bahwa itu semua tak akan pernah terulang kembali,
Memang tak akan pernah ada waktu yang cukup luang buat mengenang segalanya...
kita senantiasa dihadapkan pada kisah-kisah baru yang lebih rumit...
kisah yang menggiring kita pada pribadi yang baru
Tapi mungkin aku belum cukup dewasa..
karena terus saja melihat ke belakang...
mengira tak ada yang lebih baik daripada apa yang pernah ku dapatkan...
mengira segalanya akan lebih baik jika tak ada perubahan...
Teman,
Seandainya suatu saat nanti aku sudah memperoleh makna kedewasaan...
masihkah aku bisa bercerita lagi....??
membagi kisah kita lewat tulisan-tulisan konyol yang tak begitu berharga...??
Atau mungkin aku tak akan pernah melangkah ke depan..?
Menjadi pria malang terus berkutat dengan kisah-kisah,
tanpa menyadari bahwa kisah-kisahnya tak lagi pernah dibaca...????
sudah cukup dengan berbagai imajinasi mengerikan itu...
Aku sudah cukup buruk tanpa itu semua...
semoga kalian masih menaruh namaku dalam list orang-orang yang dirindukan....
dunia terasa sempurna...
tapi apakah itu saja sudah cukup untuk membuat dunia mengembalikan kebersamaan kita...????
Atau mungkin aku memang terlalu bodoh, karena terus saja dipermainkan masa lalu...???
Teman,
aku tak peduli jika kisahku kali ini sudah terlalu membosankan bagi kalian....
aku hanya ingin bercerita, berbagi seperti biasanya...
kuharap kalian memiliki sedikit keluangan....
Untuk kesekian kalinya kukatakan...
aku ingin selalu memelihara apa yang telah kita bagi bersama dulu...
segala yang pernah menjadi bagian dari kita...
memeliharanya sebagai potongan-potongan memori
yang mungkin tak begitu sempurna...
Cerita yang dulu terasa tak kunjung usai....
membosankan dan tanpa ujung...
kini, tanpa kita sadari, telah jauh tertinggal di belakang...
Bahkan, akan begitu menyesakkan bila kita kembali dihadapkan
pada kenyataan bahwa itu semua tak akan pernah terulang kembali,
Memang tak akan pernah ada waktu yang cukup luang buat mengenang segalanya...
kita senantiasa dihadapkan pada kisah-kisah baru yang lebih rumit...
kisah yang menggiring kita pada pribadi yang baru
Tapi mungkin aku belum cukup dewasa..
karena terus saja melihat ke belakang...
mengira tak ada yang lebih baik daripada apa yang pernah ku dapatkan...
mengira segalanya akan lebih baik jika tak ada perubahan...
Teman,
Seandainya suatu saat nanti aku sudah memperoleh makna kedewasaan...
masihkah aku bisa bercerita lagi....??
membagi kisah kita lewat tulisan-tulisan konyol yang tak begitu berharga...??
Atau mungkin aku tak akan pernah melangkah ke depan..?
Menjadi pria malang terus berkutat dengan kisah-kisah,
tanpa menyadari bahwa kisah-kisahnya tak lagi pernah dibaca...????
sudah cukup dengan berbagai imajinasi mengerikan itu...
Aku sudah cukup buruk tanpa itu semua...
semoga kalian masih menaruh namaku dalam list orang-orang yang dirindukan....
Monday, November 21, 2011
Perfect Day
tapi sebenarnya kalau boleh jujur..., aku belum bisa memaknai kesempurnaan ini..
cerah....menyenangkan....?
tidak juga...jogja hujan deras kali ini.
aku bahkan harus mengayuh sepedaku sedikit lebih cepat agar tidak berlama-lama 'menikmati' hujan...
selain itu, kelas matematika tadi...., seperti biasa, membosankan setengah mati....
apakah karena ada final Sea Games Sepak Bola Indonesia VS Malaysia...??
tidak juga....karena sampai saat aku membuat posting ini....kedudukan imbang...1-1...
dan permainan Indonesia anti klimaks....
Satu hal yang sepertinya adalah jawaban yang lebih mendekati adalah...
aku berhasil makan 3 kali sehari....
sesederhana itukah...??
yah...
aku memang aneh...
tapi mewujudkan harapan ibuku untuk dapat makan 3 kali sehari
sungguh...
telah membuat hari ini sempurna...
Hal-hal kecil memang terkadang tak menarik perhatian orang-orang yang terlalu sibuk...
tapi, jika kita bisa sedikit lebih memaknai diri kita...
segala hal bisa menjadi sesuatu yang besar dan pantas untuk dihargai...
Teman, ceritaku kali ini singkat,
masih banyak sekali harapan mereka yang mungkin memerlukan usaha lebih dari kita dalam mewujudkannya....
tapi percayalah, sesungguhnya hidup kita adalah untuk mewujudkannya bukan...????
Tunggulah...
itu adalah ceritaku suatu hari nanti....
Wednesday, November 16, 2011
Sepotong Kisah Lagi Buat Temanku.
Teman, taukah kau apa yang barusaja kulakukan....?
Untuk kesekian kalinya aku memutar video-video ini...
Pertama, video tentang malam sebelum perpisahan kita....
di depan asrama merapi....
bersama-sama menghimpun sebuah nyanyian yang sangat tak merdu karena false di sana-sini....
mengelilingi api unggun yang kayu bakarnya dari ban bekas ditambah buku-buku catatan kita...
catatan fisika plus...., modul Pak Hendrik..., buku gambar proyeksi...,dan lain-lain....
bahkan ada juga diantara kita yang mengusung semua buku yang tersusun di atas meja belajarnya malam itu...
dan 'menyetok'nya sebagai cadangan bahan bakar....
lalu aku juga menebak nebak...siapa pemilik sumber suara-suara yang tak sempat terekam wajahnya....
ada suara Kadiyuih...., kapyu..., bowo, bibeh....dan tama (yang paling fales nyanyinya)
kembali aku tertawa, tapi kali ini lebih pada menertawakan diri sendiri,
karena hampir saja melupakan suara-suara mereka....
hampir....tapi tidak akan pernah.....
Lalu...video kedua...
video yang kubuat di pagi....sebelum acara perpisahan di mulai...
masih di depan Merapi....,
saat itu sebenarnya aku berencana mengajak Ghenta untuk duduk di atas 'takuban' perahu naga
untuk memandang Danau Maninjau...nan indah...
dengan pepohonan hijau yang masih segar karena hujan tadi malam..
Tapi....entah mengapa, aku berhenti di tengah jalan...dan berfikir...
aku harus mengabadikan momen ini....sesederhana apapun itu....
Maka kumulai merekam....teman-teman yang sudah pada 'nongkrong' di teras....
ada yang bermain gitar, dan ada pula yang sekedar keliling-keliling
seolah berharap aroma asrama ini akan menempel terus di hidung mereka.....
lalu si Bibeh memanggilku....lebih tepatnya menuntut agar dirinya direkam....
yah terserah lah....
kubiarkan dia berpose....dan bergaya didepan kamera Hp-ku....
setelah dia puas....aku mulai masuk kamar....,
mengabadikan suasana paling janggal dalam 3 tahun terakhir ini....
yaitu: kamar penuh dengan kardus-kardus yang di-pak, dan koper-koper,
sementara meja-belajar hanya terisi beberapa helai sampah.....
tanpa buku satupun.....
lalu aku beralih pada koridor belakang, pertama-tama ke kamar mandi satu...(langgananku)
dan sempat-sempatnya aku merekam:
"ini gayung...."
karena merasa dia telah begitu berjasa selama ini.....
lalu kususuri koridor merapi yang sudah sangat berantakan....dan lagi-lagi memang tampak begitu janggal...
Tiba-tiba, ada yang bilang...
"a...lah nan ang rekam ko dehid..."
aku tidak menjawab....tapi hatiku berkata:
ini sisa-sisa kenangan yang akan mengobati sakit ku di luar nanti....
setelah puas...akupun menghentikan rekaman.....
Jogja, 14 november 2011
teman....
ada banyak sekali hal yang mungkin sekarang tak bisa lagi kita bagi bersama....
tapi percayalah....
semenjak aku meninggalkan cendekia
aku memiliki sesuatu memenuhi setiap rongga hatiku....
kesadaran....bahwa aku tidak sendiri lagi....
tidak seutuhnya...
karena aku memiliki banyak sekali orang yang mungkin sekarang sedang merindukanku....
saudaraku....
yang tawanya....adalah tawaku....
dan tangisnya... adalah tangisku....
dan sesungguhnya....memang benar bahwa...video-video konyol...
yang kurekam di saat-saat terakhir itu, adalah obat yang begitu menghangatkan...
teman...
aku ingin dengar cerita tentang kehidupanmu yang sekarang di tempatmu yang baru....
tentang keceriaanmu...dan kisah-kisah lucu yang biasanya dulu kita bagi bersama....
kita sudah memiliki banyak teman baru...
tapi tahukah kalian....tak ada yang bisa menggantikan posisi kalian di hatiku.....
kalian terlalu berharga....
teman,
kita beruntung memiliki Agam Cendekia yang menyatukan kita...
bersatu dalam sebuah ukhuwah yang begitu erat....dan indah
tanpa batas....dan abadi...
Untuk kesekian kalinya aku memutar video-video ini...
Pertama, video tentang malam sebelum perpisahan kita....
di depan asrama merapi....
bersama-sama menghimpun sebuah nyanyian yang sangat tak merdu karena false di sana-sini....
...kini kau pergi tinggalkan ku...disaat aku terbenam sepi....,Dengan diiringi gocekan gitar sederhana...
rasa ini.... tak mungkin...bisaku ungkap lagi.....
mengelilingi api unggun yang kayu bakarnya dari ban bekas ditambah buku-buku catatan kita...
catatan fisika plus...., modul Pak Hendrik..., buku gambar proyeksi...,dan lain-lain....
bahkan ada juga diantara kita yang mengusung semua buku yang tersusun di atas meja belajarnya malam itu...
dan 'menyetok'nya sebagai cadangan bahan bakar....
lalu aku juga menebak nebak...siapa pemilik sumber suara-suara yang tak sempat terekam wajahnya....
ada suara Kadiyuih...., kapyu..., bowo, bibeh....dan tama (yang paling fales nyanyinya)
kembali aku tertawa, tapi kali ini lebih pada menertawakan diri sendiri,
karena hampir saja melupakan suara-suara mereka....
hampir....tapi tidak akan pernah.....
Lalu...video kedua...
video yang kubuat di pagi....sebelum acara perpisahan di mulai...
masih di depan Merapi....,
saat itu sebenarnya aku berencana mengajak Ghenta untuk duduk di atas 'takuban' perahu naga
untuk memandang Danau Maninjau...nan indah...
dengan pepohonan hijau yang masih segar karena hujan tadi malam..
Tapi....entah mengapa, aku berhenti di tengah jalan...dan berfikir...
aku harus mengabadikan momen ini....sesederhana apapun itu....
Maka kumulai merekam....teman-teman yang sudah pada 'nongkrong' di teras....
ada yang bermain gitar, dan ada pula yang sekedar keliling-keliling
seolah berharap aroma asrama ini akan menempel terus di hidung mereka.....
lalu si Bibeh memanggilku....lebih tepatnya menuntut agar dirinya direkam....
yah terserah lah....
kubiarkan dia berpose....dan bergaya didepan kamera Hp-ku....
setelah dia puas....aku mulai masuk kamar....,
mengabadikan suasana paling janggal dalam 3 tahun terakhir ini....
yaitu: kamar penuh dengan kardus-kardus yang di-pak, dan koper-koper,
sementara meja-belajar hanya terisi beberapa helai sampah.....
tanpa buku satupun.....
lalu aku beralih pada koridor belakang, pertama-tama ke kamar mandi satu...(langgananku)
dan sempat-sempatnya aku merekam:
"ini gayung...."
karena merasa dia telah begitu berjasa selama ini.....
lalu kususuri koridor merapi yang sudah sangat berantakan....dan lagi-lagi memang tampak begitu janggal...
Tiba-tiba, ada yang bilang...
"a...lah nan ang rekam ko dehid..."
aku tidak menjawab....tapi hatiku berkata:
ini sisa-sisa kenangan yang akan mengobati sakit ku di luar nanti....
setelah puas...akupun menghentikan rekaman.....
Jogja, 14 november 2011
teman....
ada banyak sekali hal yang mungkin sekarang tak bisa lagi kita bagi bersama....
tapi percayalah....
semenjak aku meninggalkan cendekia
aku memiliki sesuatu memenuhi setiap rongga hatiku....
kesadaran....bahwa aku tidak sendiri lagi....
tidak seutuhnya...
karena aku memiliki banyak sekali orang yang mungkin sekarang sedang merindukanku....
saudaraku....
yang tawanya....adalah tawaku....
dan tangisnya... adalah tangisku....
dan sesungguhnya....memang benar bahwa...video-video konyol...
yang kurekam di saat-saat terakhir itu, adalah obat yang begitu menghangatkan...
teman...
aku ingin dengar cerita tentang kehidupanmu yang sekarang di tempatmu yang baru....
tentang keceriaanmu...dan kisah-kisah lucu yang biasanya dulu kita bagi bersama....
kita sudah memiliki banyak teman baru...
tapi tahukah kalian....tak ada yang bisa menggantikan posisi kalian di hatiku.....
kalian terlalu berharga....
teman,
kita beruntung memiliki Agam Cendekia yang menyatukan kita...
bersatu dalam sebuah ukhuwah yang begitu erat....dan indah
tanpa batas....dan abadi...














