Copyright © adehidstory
Design by Dzignine
Showing posts with label Memories. Show all posts
Showing posts with label Memories. Show all posts
Sunday, September 15, 2013

Abandoned Diary #3: Rencana Move On

Mencapai semester 5 di Teknik Kimia UGM gak gampang...
Kayak diseret pake tali di aspal yang udah bolong-bolong... untung aja gak mati kaya kasus pembunuhan sadis di Bandung beberapa waktu lalu...

Setiap semester pastinya kita pengen banget ngerasaain ada sesuatu yang beda... Entah apa itu, yang penting, beeing the new me gitu, iya toh?

Nah, terkadang semua itu hanya harapan palsu.. wacana dari kereta kencana Dewa Rahwana..., alias Failed. Hahaha... makanya jangan jauh-jauh mikirnya...yang penting itu niatnya harus kuat...

Planning Move On beberapa semester lalu aku akui ada yang jalan, ada yang mandeg di tengah jalan..., ya...emang susah sih buat bikin move on itu steady state. Tapi kita harus usaha dulu...semangat dan pantang menyerah...!! 

Planning ku semester ini lumayan menantang nih.. tapi sejauh ini udah mulai jalan, semoga tetep lanjut sampe seterusnya:

Salah satu dari sekian banyak list move on semester ini adalah: Jogging tiap hari.
Duh, dengernya aja udah nyeremin yak...?

Ya, aku pengen kembali ke kehidupan SMA-ku dulu yang sehat dan disiplin.... Nah, salah satunya dengan habbit lari pagi ini.

Sejauh ini progresnya cukup memuaskan, tiap hari kuliah aku joggingnya sampe Rumah Makan Toetoeng di deket Pogung Baru (red: Kosanku di Pogung Kidul). Tapi kalau weekend harus kelilingin kompleks Pogung..! 

Start dari Pogung Kidul--> Pogung Baru-->Pandega-->Pogung Rejo-->Pogung Dalangan-->Lintas Utara Teknik-->Kembali ke Pogung Kidul...

Percobaan pertama keliling Pogung sukses sob... 27 menit 30 detik...!! ngos-ngosan sampe nyaris mampus..

Jadi inget tes kesemaptaan waktu SMA dulu..., Lari 12 menit, keliling kompleks kampus... dan target biar gak menjatuhkan harga diri sebagai cowo adalah 7 putaran...!! HUAAHH..., begitu menyiksa...apalagi pas udah menit-menit ke 9-10..., baru 6 putaran...
dalam hati 'ciekk lai...ciekkkk laiiiiiii,' (red: satu lagiii, satu lagiii...)
Waktu itu mata udah kunang-kunang..., bertaburan bintang, merem melek kaya orang sakau....,
terus larinya udah kaya banci..letoi kanan letoi kiri...
dan ketika peluit 12 menit ditiup, rasanya sampai di surgaaaa...telentang di tengah aspal~~~

Haaaah, memories...

Kembali ke Jogja..., 
Jadi, sekarang mari kita lihat beberapa bulan ke depan, apakah kegiatan ini masih jalan atau tidak...
Semoga...






Wednesday, July 24, 2013

Abandoned Diary #1: It's Been Wrong from the Beginning

Aku tau aku telah salah dalam menilai perasaanku sendiri.
Namun aku tak tau bagaimana memperbaiki kejanggalan ini. Ini diluar kemampuanku. Mengambil keputusan adalah yang terberat, karena aku bukanlah seorang yang teguh pendiriannya.
Aku takut. Ini bukan hal sederhana seperti menentukan spesifikasi pompa. Ini tentang perasaan, yang keujudannya seperti menerawang ditengah kabut.
Aku bukan ahlinya meraba-raba. Aku menghitung. Aku butuh kepastian yang seharusnya bisa kutemukan sendiri.

Dan pada akhirnya, aku sampai pada titik dimana ketidakpedulian mulai berkuasa. Aku sudah sangat jenuh dengan omongan mereka. Begitupun dengan segala asumsi-asumsi yang kukarang sendiri ini.
Kau tau, asumsi diambil untuk memudahkan menyelesaikan masalah. Syaratnya harus logis. Kesalahan terbesarku adalah  asumsi-asumsi yang kuambil begitu serampangan. Liar. Tidak masuk akal.

Lalu sekarang apa? Mau bagaimana?
Jangan tanya begitu. Jangan bertanya seolah-olah aku sudah punya rencana yang brilian, penuh kematangan, dan aku merahasiakannya. Tidak. Sedikitpun.
Aku masih saja berandai-andai. Terjebak dalam fantasiku sendiri, kadang membahagiakan, tapi lebih sering mengerikan.

It's been wrong from the beginning.

Jadi, jika kau belum pernah menemukan kisah yang tak jelas ujung pangkalnya, atau kisah yang absurd, janggal, tak menentu, maka aku ingin sekali menceritakannya padamu. Andai aku bisa.



Abandoned Diary #2



Panglima 2008


It's hard believing I forgot, 
the way I felt when I let go, 
of things that once I loved the most


Seperti  angin lalu, semuanya memang sudah pergi. Tapi walaubagaimanapun apa yang telah berlalu akan tetap tinggal sebagai kenangan yang tak akan berubah sampai kapanpun.

Ini kenangan yang membesarkanku, menjadi seseorang yang bisa mengenal berbagai warna dunia.

Seseorang yang kemudian berani menggantungkan cita-citanya begitu tinggi.

Seseorang yang pada akhirnya merasakan bagaimana rasanya dikelilingi orang-orang yang mencintainya...

dan pada akhirnya bisa menyimpan rindu pada mereka....

Ah..seperti biasa, tenggelam dalam ke-melankolisan. 
Tapi tahukah kalian berapa kuatnya aku ini?



Saturday, October 27, 2012

Sepotong Memori Pahit


Yah...beginilah nasibku saat masih SMA, dibully di pelajaran Fisika Plus....

Rasanya pengen banget ngepost beberapa foto lagi yang lebih parah, contohnya saat ketika kertas hasil ujianku yang cuma dapat nilai 21 ditambahi tulisan 'Lazy Man', atau ada juga di ujian lainnya (yag hasilnya juga parah) dikasih tulisan '78282', 'be sixty', 'be ninety'

Kalau bingung apa arti 'be sixty' atau 'be ninety' coba aja tulis sixty atau ninety dalam angka...terus baca..!

Terus arti '78282' coba tebak apa?
Rahasia.
Ini lebih parah. Hanya aku, sang guru, dan beberapa korban lainnya yang tau artinya.











Friday, October 26, 2012

A Story about Black Butterfly

"Love is like a butterfly, if you run and try to catch it flys away, but if you sit and wait patiently it comes to you!"

The Black ButterflyYah...begitulah kutipan yang ketemu tadi pagi....kembali mengingatkanku pada gambar di samping ini...sebuah simbol atau apalah yang sejujurnya membuatku terhipnotis....

Terhipnotis? Kok terdengar aneh ya? Bukannya aku sendiri yang punya itu simbol?


Yah....sejujurnya, aku bukan pencipta lambang misterius itu guys....
*mendadak hening*


Memang sih...ini termasuk penyalahgunaan hak cipta dan aku seharusnya sudah dipenjara 10 tahun atau membayar denda 200 juta rupiah karena telah menggunakan hasil karya orang lain...

Tapi, masalahnya itu punya sodaraku..., dan sepertinya dia cuma iseng-iseng bikin gambar ini. Tapi... entah mengapa gambar ini punya arti tersendiri bagiku yang gak bisa diungkapkan... (sampai-sampai dibikin jadi sign pribadi juga...)


Nah...lupakan mengenai asal usul The Black Butterfly, sekarang cerita dikit...

Selama di SMA aku yang mantan pujanggaa ini (eh?) bisa dibilang sudah melahirkan karya-karya kontemporer yang menggugah banyak pihak loh.... 


Tapi, yang menjadi bagian penting di sini adalah....sign atau logo Black Butterfly ini...sob...

Hmm...yah sejujurnya karya-karyaku dulu itu setelah dibaca lagi sekarang emang sih..jadi pengen muntah...namanya juga pemikiran dan imajinasi seseorang bakal berkembang dengan berjalannya waktu... 


http://www.emocutez.comTapi gak semua karyaku  itu sekarang masih existing... .sayang sekali...beberapanya mungkin masih ada di tangan murid pertamaku....atau mungkin udah dia buang karena lebih mirip sampah....


Btw...murid? Ah...lucu juga nih ceritanya....jadi dulu aku (dengan sok profesional-nya) menurunkan bakat menulis puisi yang pas-pasan ini ke salah seorang teman... Jadi berjalanlah proses les privat di kelas mulai dari belajar pemilihan kata, makna...dan lain sebagainya...

Hahahaha...kalau udah kuliah gini, cerita jaman SMA jadi seperti cerita masa kanak-kanak ya..., perasaan aku dulu sudah merasa dewasa banget berhubung baru lulus dari SMP....

Nah, Karena sudah diangkat jadi murid...maka suatu waktu aku (yang saat itu dikenal sebagai The Black Butterfly)  menyarankan sama si murid buat bikin sign juga....

"Eh...sebagai murid The Black Butterfly kamu juga musti punya sign dong..."
"Apa bagusnya?"
"The Black Dragonfly..."
"....." (dan seterusnya, kurang lebih begitu ceritanya)

Aku lupa entah dia yang bikin duluan terus ku edit dikit...atau aku yang bikin semuanya, Terserah mau bagaimana proses bikin yang sebenarnya...yang jelas, pada akhirnya lahirlah logo atau sign The Black Dragonfly....


The Black DragonflyTapi sayangnya, The Black Dragonfly tidak seberjaya pendahulunya... The Black Butterfly

The Black Dragonfly sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya bahkan tidak ditemukan di artefak-artefak kuno jaman SMA. Lambang misterius ini akhirnya lenyap ditelan perkembangan zaman...





Hhhmmmmm...begitulah salah satu kisahku yang indah dan berkesan..., masa-masa terindah hidupku memang adalah masa-masa SMA...jadi kisah ini hanya sekelumit saja dari hal-hal luar biasa yang kualami di SMA tercinta....

The only reason people hold onto memories so tight is because memories are the only things that don't change; while everybody else does.






Saturday, November 26, 2011

Orang yang Dirindukan

Teman, seandainya kalian tau, hanya dengan menyadari kalian ada saja,
dunia terasa sempurna...
tapi apakah itu saja sudah cukup untuk membuat dunia mengembalikan kebersamaan kita...????

Atau mungkin aku memang terlalu bodoh, karena terus saja dipermainkan masa lalu...???

Teman,
aku tak peduli jika kisahku kali ini sudah terlalu membosankan bagi kalian....
aku hanya ingin bercerita, berbagi seperti biasanya...
kuharap kalian memiliki sedikit keluangan....

Untuk kesekian kalinya kukatakan...
aku ingin selalu memelihara apa yang telah kita bagi bersama dulu...

segala yang pernah menjadi bagian dari kita...
memeliharanya sebagai potongan-potongan memori
yang mungkin tak begitu sempurna...

Cerita yang dulu terasa tak kunjung usai....
membosankan dan tanpa ujung...
kini, tanpa kita sadari, telah jauh tertinggal di belakang...


Bahkan, akan begitu menyesakkan bila kita kembali dihadapkan
pada kenyataan bahwa itu semua tak akan pernah terulang kembali,

Memang tak akan pernah ada waktu yang cukup luang buat mengenang segalanya...
kita senantiasa dihadapkan pada kisah-kisah baru yang lebih rumit...
kisah yang menggiring kita pada pribadi yang baru

Tapi mungkin aku belum cukup dewasa..
karena terus saja melihat ke belakang...
mengira tak ada yang lebih baik daripada apa yang pernah ku dapatkan...

mengira segalanya akan lebih baik jika tak ada perubahan...

Teman,

Seandainya suatu saat nanti aku sudah memperoleh makna kedewasaan...
masihkah aku bisa bercerita lagi....??
membagi kisah kita lewat tulisan-tulisan konyol yang tak begitu berharga...??

Atau mungkin aku tak akan pernah melangkah ke depan..?
Menjadi pria malang terus berkutat dengan kisah-kisah,
tanpa menyadari  bahwa kisah-kisahnya tak lagi pernah dibaca...????

sudah cukup dengan berbagai imajinasi mengerikan itu...

Aku sudah cukup buruk tanpa itu semua...

semoga kalian masih menaruh namaku dalam list orang-orang yang dirindukan....


Friday, November 25, 2011

Memories

Suatu hari kita dipertemukan pada waktu dan situasi yang sama...
Kalaupun ada yang berbeda,
itu karena aku tidak bisa untuk tidak mengakui bahwa aku mulai mengagumimu...

Namun aku terlalu keras kepala untuk terus mengingkari kedekatan kita...
aku berjudi dengan perasaan, seolah tidak khawatir kalau sewaktu-waktu kau bisa menyakitiku...

Dan pada akhirnya...
Aku berhenti..., aku menyerah menepis perasaan itu...
mencoba menghibur diri bahwa dengan mengagumi dalam diam seperti ini pun sudah lebih dari cukup...

Tapi kenapa dadaku terasa sesak saat pelan-pelan mencoba menjauhimu...???
apakah ini artinya aku rela terluka dengan mencintaimu tanpa pernah kau tau...???


Jogja, 25/11/11

Hey...friends...
Jangan terlalu serius membaca postingan ini ya...
Ini hanya sebuah pesan singkat yang dikirim kakakku karena dia mengagumi kata-katanya...
dan sayangnya aku tidak bisa menyembunyikan kenyataan bahwa setiap untaian kata-katanya
telah menyudutkanku....

dan aku masih saja tak bisa berkompromi dengan waktu....
sebab dia tak akan pernah berulang...

Tapi, entah menurut kalian ini pantas atau tidak..., yang bisa kulakukan sekarang adalah
mengenang segalanya...
 toh, segalanya sudah berlalu, dan tidak akan pernah kembali....





Wednesday, November 16, 2011

Sepotong Kisah Lagi Buat Temanku.

Teman, taukah kau apa yang barusaja kulakukan....?
Untuk kesekian kalinya aku memutar video-video ini...


Pertama, video tentang malam sebelum perpisahan kita....
di depan asrama merapi....
bersama-sama menghimpun sebuah nyanyian yang sangat tak merdu karena false di sana-sini....

...kini kau pergi tinggalkan ku...disaat aku terbenam sepi....,
rasa ini.... tak mungkin...bisaku ungkap lagi.....
Dengan diiringi gocekan gitar sederhana...
mengelilingi api unggun yang kayu bakarnya dari ban bekas ditambah buku-buku catatan kita...
catatan fisika plus...., modul Pak Hendrik..., buku gambar proyeksi...,dan lain-lain....
bahkan ada juga diantara kita yang mengusung semua buku yang tersusun di atas meja belajarnya malam itu...
dan 'menyetok'nya sebagai cadangan bahan bakar....


lalu aku juga menebak nebak...siapa pemilik sumber suara-suara yang tak sempat terekam wajahnya....
ada suara Kadiyuih...., kapyu..., bowo, bibeh....dan tama (yang paling fales nyanyinya)

kembali aku tertawa, tapi kali ini lebih pada menertawakan diri sendiri,
karena hampir saja melupakan suara-suara mereka....
hampir....tapi tidak akan pernah.....

Lalu...video kedua...
video yang kubuat di pagi....sebelum acara perpisahan di mulai...
masih di depan Merapi...., 

saat itu sebenarnya aku berencana mengajak Ghenta untuk duduk di atas 'takuban' perahu naga
untuk memandang Danau Maninjau...nan indah...
dengan pepohonan hijau yang masih segar karena hujan tadi malam..

Tapi....entah mengapa, aku berhenti di tengah jalan...dan berfikir...
aku harus mengabadikan momen ini....sesederhana apapun itu....

Maka kumulai merekam....teman-teman yang sudah pada 'nongkrong' di teras....
ada yang bermain gitar, dan ada pula yang sekedar keliling-keliling
seolah berharap aroma asrama ini akan menempel terus di hidung mereka.....

lalu si Bibeh memanggilku....lebih tepatnya menuntut agar dirinya direkam....
yah terserah lah....
kubiarkan dia berpose....dan bergaya didepan kamera Hp-ku....

setelah dia puas....aku mulai masuk kamar....,
mengabadikan suasana paling janggal dalam 3 tahun terakhir ini....
yaitu: kamar penuh dengan kardus-kardus yang di-pak, dan koper-koper,
sementara meja-belajar hanya terisi beberapa helai sampah..... 

tanpa buku satupun.....


lalu aku beralih pada koridor belakang, pertama-tama ke kamar mandi satu...(langgananku)

dan sempat-sempatnya aku merekam:
"ini gayung...."
karena merasa dia telah begitu berjasa selama ini.....

lalu kususuri koridor merapi yang sudah sangat berantakan....dan lagi-lagi memang tampak begitu janggal...


Tiba-tiba, ada yang bilang...
"a...lah nan ang rekam ko dehid..."

aku tidak menjawab....tapi hatiku berkata:
ini sisa-sisa kenangan yang akan mengobati sakit ku di luar nanti....

setelah puas...akupun menghentikan rekaman.....



Jogja, 14 november 2011

teman....
ada banyak sekali hal yang mungkin sekarang tak bisa lagi kita bagi bersama....
tapi percayalah....
semenjak aku meninggalkan cendekia
aku memiliki sesuatu memenuhi setiap rongga hatiku....

kesadaran....bahwa aku tidak sendiri lagi....
tidak seutuhnya...
karena aku memiliki banyak sekali orang yang mungkin sekarang sedang merindukanku....
saudaraku....
yang tawanya....adalah tawaku....
dan tangisnya... adalah tangisku....

dan sesungguhnya....memang benar bahwa...video-video konyol...
yang kurekam di saat-saat terakhir itu, adalah obat yang begitu menghangatkan...

teman...
aku ingin dengar cerita tentang kehidupanmu yang sekarang di tempatmu yang baru....
tentang keceriaanmu...dan kisah-kisah lucu yang biasanya dulu kita bagi bersama....

kita sudah memiliki banyak teman baru...
tapi tahukah kalian....tak ada yang bisa menggantikan posisi kalian di hatiku.....
kalian terlalu berharga....

teman,
kita beruntung memiliki Agam Cendekia yang menyatukan kita...

bersatu dalam sebuah ukhuwah yang begitu erat....dan indah
tanpa batas....dan abadi...

Langit dan Hujan

Ingatkah kau kisah tentang ombak...?
Sebuah kisah yang pernah ku ceritakan dulu,
entah kapan...
tapi percayalah kau memang pernah mendengarnya.

Taukah engkau bahwa saat ini aku ingin bercerita lagi, tentang langit
tentang hujan...

Lihatlah, langit terkadang memang aneh...
aku menemukan ia tak pernah memberi keteduhan lagi...
dan hujan yang hadir kini begitu angkuh, garang dan liar.

Namun, seberapapun kejamnya mereka,
ada satu hal yang senantiasa mereka bagi,
kenangan...

Langit yang luas ini memampangkan rangkaian kisah yang tak ada habisnya...
aku pun malu, karena ia tau kisah kita...
bahkan terkadang aku bertanya-tanya sekiranya ia sempat menertawakanku diam-diam...

Sedangkan hujan, terus menerus datang memecah senyap di bilik ini.
meninggalkan bekas-bekas kerinduan yang begitu ganjil,
kerinduan akan kisah yang tak bisa terulang.

Kawan...
langit Jogja mendung hari ini,
tak seperti langit di belakang kamar kita, yang ramai akan cerita-cerita.
Sebentar lagi hujan akan datang.
Telah kusiapkan salam rindu buat engkau.

Tunggu saja,
ada banyak kisah yang ingin sekali ku ceritakan nanti...
kisah tentang sesuatu yang mungkin belum pernah kita bagi sebelumnya...