This is D-Day...
Happy Birthday to me. Since no one else tends to be the first to say it.
Pada suatu titik, aku memilih untuk berserah.
Aku bersyukur, disaat ku tak mampu lagi...aku memilih kembali kepada Sang Maha Pemampu.
Ya Rabbku,
Hari ini tiba juga aku di usia ini
Hari di mana aku harus menjadi lebih bijaksana, dan lebih dekat dengan-Mu
Ya Rabbku,
Semoga Kau jadikan kekhusyu'an dalam setiap ibadahku, keikhlasan dalam setiap amalanku, dan kelembutan dalam setiap tutur kataku..
Ya Rabbku Yang Maha Pembuka Hati,
terima kasih atas hari yang baru ini. Semoga Engkau membantuku dalam upayaku untuk menjadi lebih damai dengan diriku sendiri dan kehidupanku saat ini, dan mohon mudahkanlah jalan naikku dalam kehidupan ini, dan mampukanlah aku untuk mengatasi semua ujian yang kuhadapi di dalam usahaku mendekatkan diri dengan Engkau Yang Maha Tinggi....
Amin.
Showing posts with label Diary. Show all posts
Showing posts with label Diary. Show all posts
Saturday, October 5, 2013
Abandoned Diary #8: My Birthday H-1
Sehari sebelum 'my day' aku sudah siap (atau berusaha siap) dengan yang terburuk.
tugas, persiapan kuis, dan lain-lain...
bahkan di akhir pekan begini... rasanya sumuk dan penuh...
Segalanya serasa pengen masuk ke dalam otakku dalam waktu bersamaan.
Seandainya malam ini bisa diperpanjang...
biar aku bisa berjuang sampai titik darah terakhir menyelesaikan segala tuntutan ini...
dan menjadikan besok benar-benar spesial...
seandainya...
Tapi, mustahil. besok akan diisi dengan mengerjakan tugas perpindahan panas...yang sudah harga mati harus dikerjakan besok karena hari-hari berikutnya akan lebih padat lagi dengan persiapan kuis...
Aku masih menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan kuliah loh... belum ada embel-embel tanggung jawabku di luar perkuliahan dengan acara ini-itu, belum juga memperhitungkan kewajiban tak terelakkan seperti nyuci dan nyetrika... belum
Aku hanya ingin berbagi saja. aku tidak bermaksud mengeluh... tidak sama sekali..., Karena kupikir berbagi bisa meringankan bebanku sedikit.
Kalau saja orang lain bisa mengerti aku sedikit saja...
atau mungkin....mencicipi bagaimana rasanya menjadi aku...?
Aku....yang notabene gak se 'selow' yang ku harapkan bisa kulakukan...
Ini aku:
"People might think that communicating with you is difficult, but for you, it isn’t easy to be who you are."Dan benar, tidak mudah menjadi aku.
Terkadang dengan mengharapkan orang lain mengerti...aku harus menerima konsekuensi yang terburuk, yakni mereka salah mengartikan...
tapi aku tak mau membahasnya...
terlalu high level untuk menjadi bahan pembicaraan ringan di personal blog.
Ini juga aku, mungkin, kuharap begitu dan... kupikir memang begitu...
"You have a great capacity to love people until they hurt you. But even after they do. . . you keep loving. Very few people can appreciate everything you do as well as you deserve."
Sekian...
tugas, persiapan kuis, dan lain-lain...
bahkan di akhir pekan begini... rasanya sumuk dan penuh...
Segalanya serasa pengen masuk ke dalam otakku dalam waktu bersamaan.
Seandainya malam ini bisa diperpanjang...
biar aku bisa berjuang sampai titik darah terakhir menyelesaikan segala tuntutan ini...
dan menjadikan besok benar-benar spesial...
seandainya...
Tapi, mustahil. besok akan diisi dengan mengerjakan tugas perpindahan panas...yang sudah harga mati harus dikerjakan besok karena hari-hari berikutnya akan lebih padat lagi dengan persiapan kuis...
Aku masih menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan kuliah loh... belum ada embel-embel tanggung jawabku di luar perkuliahan dengan acara ini-itu, belum juga memperhitungkan kewajiban tak terelakkan seperti nyuci dan nyetrika... belum
Aku hanya ingin berbagi saja. aku tidak bermaksud mengeluh... tidak sama sekali..., Karena kupikir berbagi bisa meringankan bebanku sedikit.
Kalau saja orang lain bisa mengerti aku sedikit saja...
atau mungkin....mencicipi bagaimana rasanya menjadi aku...?
Aku....yang notabene gak se 'selow' yang ku harapkan bisa kulakukan...
Ini aku:
"People might think that communicating with you is difficult, but for you, it isn’t easy to be who you are."Dan benar, tidak mudah menjadi aku.
Terkadang dengan mengharapkan orang lain mengerti...aku harus menerima konsekuensi yang terburuk, yakni mereka salah mengartikan...
tapi aku tak mau membahasnya...
terlalu high level untuk menjadi bahan pembicaraan ringan di personal blog.
Ini juga aku, mungkin, kuharap begitu dan... kupikir memang begitu...
"You have a great capacity to love people until they hurt you. But even after they do. . . you keep loving. Very few people can appreciate everything you do as well as you deserve."
Sekian...
Monday, September 16, 2013
Abandoned Diary #5: Derita Awal Semester Lima
Perkuliahan di semester 5 sudah memasuki minggu ke dua, tapi lihat aku...
seperti menyeret jangkar setiap hari..., membawa suatu beban yang rasanya berat sekali sehingga aku memutuskan untuk 'belum' memulai hal baru. Meninggalkan segalanya tetap berantakan dan berpura-pura tidak tau.
Ya, memang ada yang belum terselesaikan...yaitu jadi tidaknya aku mengambil Mata Praktikum OTK semester ini. Sampai detik ini, aku belum juga lolos tes seleksinya...,
Ya nasib...
Aku gak tau apakah semua kekacauan yang kubuat ini pantas atau tidak, tapi toh arwah aja bakalan gentayangan kalau memang keadaanya kaya begini...yakali..
Rasanya rencanaku semester ini belum sempurna, belum utuh... sehingga aku belum benar-benar memulainya...
Contohnya saja.., nyatet masih asal-asalan..., kadang ga nyatet...
Fokusku terpecah karena 'urusan' yang belum selesai itu...
Hh...aku ga tau lagi ini bakal berlanjut sampai kapan. Bagaimana kalau aku benar-benar ga lulus sampai tes ke-5?
Aku mungkin bakal jadi kaya mayat hidup semester ini. Tatapan kosong..., muram, kehilangan semangat dan berjalan tanpa arah. Ah... semoga saja gak sampe begitu Ya Allah...
Yah, gak tau deh...rasanya semua ego, kecemasan, dugaan-dugaan tak beralasan...diaduk jadi satu.
Aku gak yakin ada temen-temen lain yang bisa ngerasain hal yang persis sama kaya yang aku rasain sekarang.
Jika aku jadi kalian aku akan menganggap diriku sendiri aneh. Tapi kenyataanya; segalanya bersumber dari segala isi hati dan pikiranku sendiri. Ini naluri. Jadi aku tidak bisa berpura-pura, apalagi menolaknya. Walaupun sebenarnya aku pengen banget...
Semester 5...
Please be nice, i am so dying.
seperti menyeret jangkar setiap hari..., membawa suatu beban yang rasanya berat sekali sehingga aku memutuskan untuk 'belum' memulai hal baru. Meninggalkan segalanya tetap berantakan dan berpura-pura tidak tau.
Ya, memang ada yang belum terselesaikan...yaitu jadi tidaknya aku mengambil Mata Praktikum OTK semester ini. Sampai detik ini, aku belum juga lolos tes seleksinya...,
Ya nasib...
Aku gak tau apakah semua kekacauan yang kubuat ini pantas atau tidak, tapi toh arwah aja bakalan gentayangan kalau memang keadaanya kaya begini...yakali..
Rasanya rencanaku semester ini belum sempurna, belum utuh... sehingga aku belum benar-benar memulainya...
Contohnya saja.., nyatet masih asal-asalan..., kadang ga nyatet...
Fokusku terpecah karena 'urusan' yang belum selesai itu...
Hh...aku ga tau lagi ini bakal berlanjut sampai kapan. Bagaimana kalau aku benar-benar ga lulus sampai tes ke-5?
Aku mungkin bakal jadi kaya mayat hidup semester ini. Tatapan kosong..., muram, kehilangan semangat dan berjalan tanpa arah. Ah... semoga saja gak sampe begitu Ya Allah...
Yah, gak tau deh...rasanya semua ego, kecemasan, dugaan-dugaan tak beralasan...diaduk jadi satu.
Aku gak yakin ada temen-temen lain yang bisa ngerasain hal yang persis sama kaya yang aku rasain sekarang.
Jika aku jadi kalian aku akan menganggap diriku sendiri aneh. Tapi kenyataanya; segalanya bersumber dari segala isi hati dan pikiranku sendiri. Ini naluri. Jadi aku tidak bisa berpura-pura, apalagi menolaknya. Walaupun sebenarnya aku pengen banget...
Semester 5...
Please be nice, i am so dying.
Sunday, September 15, 2013
Abandoned Diary #4: The Worst Mistake
Tes Praktikum Operasi Teknik Kimia (POTK) ke-2 berjalan sesuai harapan, Gampang. Tapi sayangnya itu justru yang membuat kesalahanku menjadi kesalahan ter-nyesek seumur hidup...
Sebelumnya, aku dan sekitar 40an temen telah mengikuti tes POTK pertama pada hari Senin (10/9/13), dan hasilnya sangat tidak memuaskan..., aku malah tidak mengumpul lembar jawabanku karena yakin bakalan tidak lolos...
Gimana mau yakin..., 2 soal sudah dipastikan salah..., ga tau aku lupa penyelesaian aljabarnya...
Padahal tinggal memecah integral dari fungsi yang penyebutnya orde 2 aja...lah kok sampe gabisa...??
Harusnya gampang..., tinggal difaktorkan...! Eh...malah pura-pura jadi anak SD... samakan penyebut..!
Entah apa yang salah denganku...
Soal yang satu lagi, aku bisa, soalnya udah prediksi bakal keluar.
Soal terakhir juga aneh..., bukan soalnya, tapi aku yang aneh, udah jelas dibilangin fraksi uap...tapi ku tulis Xa=... yang menyimbolkan fraksi cairnya..., goblok...!
Akhirnya dari 4 soal, 3 soal lama, 1 soal baru, aku memastikan cuma bener 1 soal. Karena udah memutuskan surrender, soal nomor satu aku liat-liat doang... and you know..! pas di kelas, aku coba-coba sendiri yang nomer 1 itu... eh bisa...ketemu..!!! Asssyem.
Tes pertama 1 orang yang lulus. Jedeerrr..., yah begitulah, karena syarat lulus adalah benar 100%. alias dapat 100. Kayanya emang kebanyakan yang salah di nomer 1 itu...
Oke.... sekarang mari beralih ke tes ke-2 yang..., apa ya....ehmm..
Gini..., jadi tes ke-2 yang menguji itu dosennya baikkk... 3 soal lama yang dikeluarkan sudah kubahas... dan bener semua...
1 soal baru yang dikasih pun gampang... ga kaya tes pertama...
Tapi....oh tetapi.....
Entah setan apa yang nangkring di mata, atau jin apa yang merasuki ku... soal nomer 1 yang gampang banget itu pulalah yang membuat-ku gagal....!!!
Yah...pasti dong, salah 1 soal = FAILED
Tau gak salahku dimana?
Jadi begini... aku sampe hafal soalnya saking nyeseknya, tapi pake bahasa sendiri aja ya:
Menara distilasi dengan umpan 100 gmol./jam menghasilkan hasil atas dan hasil bawah dengan laju D sama W..., Fraksi zat A di umpan 0,4. Fraksi distilat 0.9, Fraksi residu 0.1 nah...kita nyari W sama D nya...
Aku sampe gemeteran loh saking syoknya...,
TAPIIII coba lihat bagaimana aku ngerjainnya..:
Neraca massa total:
F=D+W
100=D+W
D=100-W.........(1) --- udah bener....(masih gemeteran)
Neraca massa komponen:
F.z = D.Xd + W.Xw
100.(0.4) = (100-W).(0.9) + 0.1W
40= 90 - 0.9W + 0.1W
40= 90 - W <-------- WOOOIIIIII.....!!!
W= 50
D=100-W=50--- mikir: aneh ya...
Dan...karena saking yakin benernya, dan gara-gara waktu udah habis...yang lain udah pada ngumpul..., aku (yang mau nge-cek ulang jawaban nomer 1 yang agak aneh itu) ga jadi nge-cek dan PD aja ngumpulin...
Terus, habis dikumpul...aku nanya ke temen sebelah sambil senyum;
"Nomer 1 berapa?"
"62,5 sama 37,5 kan?" <--- dia heran soalnya buat apa nanyain jawaban soal yang harusnya gampang banget..
Tiba-tiba langit runtuh.....ya tuhan..... salah....., ya tuhannnnn......
Ga bisa nangis... ga bisa marah...
Ga bisa apa-apa selain diam, diam, dan kesempatan emas untuk lulu itu telah...pergi...
astaghfirullah...
Yah...aku pada akhirnya sibuk menelisik hikmah dibalik semua ini, berusaha bersabar, melapangkan hati, walaupun setiap kali aku ingat kejadian itu, rasanya sakiiiit banget.....
Kenapa aku concern banget sama masalah ini? soalnya tes-tes berukutnya kemungkinan soalnya belum tentu aku bisa..., dan yang aku bisa (tes-2)....kesempatan itu melayang begitu saja...
Tes ke-2, 14 orang temanku lolos. Ya, gak heran sih....
Kuharap Allah bisa memberiku kesempatan di tes berikutnya..., toh pada akhirnya Dia juga yang menentukan...
Saat aku menulis postingan ini, aku masih harap-harap cemas dengan 3 tes berikutnya, apakah aku bisa lolos? Atau pada akhirnya aku harus nge-drop POTK yang berarti aku menunda penelitianku?
Wallahu'alam.
Sebelumnya, aku dan sekitar 40an temen telah mengikuti tes POTK pertama pada hari Senin (10/9/13), dan hasilnya sangat tidak memuaskan..., aku malah tidak mengumpul lembar jawabanku karena yakin bakalan tidak lolos...
Gimana mau yakin..., 2 soal sudah dipastikan salah..., ga tau aku lupa penyelesaian aljabarnya...
Padahal tinggal memecah integral dari fungsi yang penyebutnya orde 2 aja...lah kok sampe gabisa...??
Harusnya gampang..., tinggal difaktorkan...! Eh...malah pura-pura jadi anak SD... samakan penyebut..!
Entah apa yang salah denganku...
Soal yang satu lagi, aku bisa, soalnya udah prediksi bakal keluar.
Soal terakhir juga aneh..., bukan soalnya, tapi aku yang aneh, udah jelas dibilangin fraksi uap...tapi ku tulis Xa=... yang menyimbolkan fraksi cairnya..., goblok...!
Akhirnya dari 4 soal, 3 soal lama, 1 soal baru, aku memastikan cuma bener 1 soal. Karena udah memutuskan surrender, soal nomor satu aku liat-liat doang... and you know..! pas di kelas, aku coba-coba sendiri yang nomer 1 itu... eh bisa...ketemu..!!! Asssyem.
Tes pertama 1 orang yang lulus. Jedeerrr..., yah begitulah, karena syarat lulus adalah benar 100%. alias dapat 100. Kayanya emang kebanyakan yang salah di nomer 1 itu...
Oke.... sekarang mari beralih ke tes ke-2 yang..., apa ya....ehmm..
Gini..., jadi tes ke-2 yang menguji itu dosennya baikkk... 3 soal lama yang dikeluarkan sudah kubahas... dan bener semua...
1 soal baru yang dikasih pun gampang... ga kaya tes pertama...
Tapi....oh tetapi.....
Entah setan apa yang nangkring di mata, atau jin apa yang merasuki ku... soal nomer 1 yang gampang banget itu pulalah yang membuat-ku gagal....!!!
Yah...pasti dong, salah 1 soal = FAILED
Tau gak salahku dimana?
Jadi begini... aku sampe hafal soalnya saking nyeseknya, tapi pake bahasa sendiri aja ya:
Menara distilasi dengan umpan 100 gmol./jam menghasilkan hasil atas dan hasil bawah dengan laju D sama W..., Fraksi zat A di umpan 0,4. Fraksi distilat 0.9, Fraksi residu 0.1 nah...kita nyari W sama D nya...
Aku sampe gemeteran loh saking syoknya...,
TAPIIII coba lihat bagaimana aku ngerjainnya..:
Neraca massa total:
F=D+W
100=D+W
D=100-W.........(1) --- udah bener....(masih gemeteran)
Neraca massa komponen:
F.z = D.Xd + W.Xw
100.(0.4) = (100-W).(0.9) + 0.1W
40= 90 - 0.9W + 0.1W
40= 90 - W <-------- WOOOIIIIII.....!!!
W= 50
D=100-W=50--- mikir: aneh ya...
Dan...karena saking yakin benernya, dan gara-gara waktu udah habis...yang lain udah pada ngumpul..., aku (yang mau nge-cek ulang jawaban nomer 1 yang agak aneh itu) ga jadi nge-cek dan PD aja ngumpulin...
Terus, habis dikumpul...aku nanya ke temen sebelah sambil senyum;
"Nomer 1 berapa?"
"62,5 sama 37,5 kan?" <--- dia heran soalnya buat apa nanyain jawaban soal yang harusnya gampang banget..
Tiba-tiba langit runtuh.....ya tuhan..... salah....., ya tuhannnnn......
Ga bisa nangis... ga bisa marah...
Ga bisa apa-apa selain diam, diam, dan kesempatan emas untuk lulu itu telah...pergi...
astaghfirullah...
Yah...aku pada akhirnya sibuk menelisik hikmah dibalik semua ini, berusaha bersabar, melapangkan hati, walaupun setiap kali aku ingat kejadian itu, rasanya sakiiiit banget.....
Kenapa aku concern banget sama masalah ini? soalnya tes-tes berukutnya kemungkinan soalnya belum tentu aku bisa..., dan yang aku bisa (tes-2)....kesempatan itu melayang begitu saja...
Tes ke-2, 14 orang temanku lolos. Ya, gak heran sih....
Kuharap Allah bisa memberiku kesempatan di tes berikutnya..., toh pada akhirnya Dia juga yang menentukan...
Wallahu'alam.
Author:
Unknown
Label:
Curcol,
Diary,
Galau,
Introspeksi,
Jogja,
Journal,
Motivasi,
Sedih,
Teknik Kimia,
Tips
Abandoned Diary #3: Rencana Move On
Mencapai semester 5 di Teknik Kimia UGM gak gampang...
Kayak diseret pake tali di aspal yang udah bolong-bolong... untung aja gak mati kaya kasus pembunuhan sadis di Bandung beberapa waktu lalu...
Setiap semester pastinya kita pengen banget ngerasaain ada sesuatu yang beda... Entah apa itu, yang penting, beeing the new me gitu, iya toh?
Nah, terkadang semua itu hanya harapan palsu.. wacana dari kereta kencana Dewa Rahwana..., alias Failed. Hahaha... makanya jangan jauh-jauh mikirnya...yang penting itu niatnya harus kuat...
Planning Move On beberapa semester lalu aku akui ada yang jalan, ada yang mandeg di tengah jalan..., ya...emang susah sih buat bikin move on itu steady state. Tapi kita harus usaha dulu...semangat dan pantang menyerah...!!
Planning ku semester ini lumayan menantang nih.. tapi sejauh ini udah mulai jalan, semoga tetep lanjut sampe seterusnya:
Salah satu dari sekian banyak list move on semester ini adalah: Jogging tiap hari.
Duh, dengernya aja udah nyeremin yak...?
Ya, aku pengen kembali ke kehidupan SMA-ku dulu yang sehat dan disiplin.... Nah, salah satunya dengan habbit lari pagi ini.
Sejauh ini progresnya cukup memuaskan, tiap hari kuliah aku joggingnya sampe Rumah Makan Toetoeng di deket Pogung Baru (red: Kosanku di Pogung Kidul). Tapi kalau weekend harus kelilingin kompleks Pogung..!
Start dari Pogung Kidul--> Pogung Baru-->Pandega-->Pogung Rejo-->Pogung Dalangan-->Lintas Utara Teknik-->Kembali ke Pogung Kidul...
Percobaan pertama keliling Pogung sukses sob... 27 menit 30 detik...!! ngos-ngosan sampe nyaris mampus..
Jadi inget tes kesemaptaan waktu SMA dulu..., Lari 12 menit, keliling kompleks kampus... dan target biar gak menjatuhkan harga diri sebagai cowo adalah 7 putaran...!! HUAAHH..., begitu menyiksa...apalagi pas udah menit-menit ke 9-10..., baru 6 putaran...
dalam hati 'ciekk lai...ciekkkk laiiiiiii,' (red: satu lagiii, satu lagiii...)
Waktu itu mata udah kunang-kunang..., bertaburan bintang, merem melek kaya orang sakau....,
terus larinya udah kaya banci..letoi kanan letoi kiri...
dan ketika peluit 12 menit ditiup, rasanya sampai di surgaaaa...telentang di tengah aspal~~~
Haaaah, memories...
Kembali ke Jogja...,
Jadi, sekarang mari kita lihat beberapa bulan ke depan, apakah kegiatan ini masih jalan atau tidak...
Semoga...
Saturday, September 14, 2013
Abandoned Diary #2 : Cita-cita yang Di Luar Kendali
Saat ketika aku ingin menulis sedikit ringkasan kisahku, menuangkan rasa dan berbagai ekspresi yang terpendam, aku lalu berhenti. Aku tak pernah tahu bagaimana memulainya dengan menawan, elegan dan tanpa cela. Dan saat itulah..., saat ketika aku bimbang dengan jari-jariku, semuanya menguap dan lenyap seperti kabut. Meski ku tahu, fantasi-fantasi itu tetap akan muncul lagi...lagi...dan lagi..., tapi ia tak pernah sudi mengizinkan ku mengabadikannya dengan sesuatu yang lahiriah seperti tulisan.
Seandainya saja aku seorang penyair atau pujangga.., yang setiap potong katanya begitu bermakna dan mempesona.
Lihat, mudah sekali berandai-andai bukan? Ini adalah cita-cita. Harapan paling dalam.
Dulu guru-guru TK ku pernah bilang; 'Kamu bisa jadi apa saja, gantungkan cita-citamu setinggi langit, dan berusahalah untuk menggapainya'. Hah..., Bullshit. Lihat, apa yang kudapatkan dengan berangan-angan? Nothing.
Kau tau, kalau aku beberkan cita-citaku disini..., kau akan terperangah.., ini begitu liar dan diluar kendali. Seperti rumput rambat yang menjalar kemana-mana.
Suatu hari ada orang sukses di tv yang mengatakan ia menulis harapannya entah itu 10 atau 100--aku lupa-- di atas selembar kertas, dan dia berusaha mencapainya, dan ohhh lihat.. dia berhasil mencapai hampir semua target yang dia tulis....! selamat....ya...
H A H A H A
Bodoh sekali aku pernah meniru jejak orang itu...! Nih..., aku masih menyimpan agenda ku pas SMA, ada 10 target terbesarku..., dan saat aku tamat SMA 9 dari 10 sudah dicoret..., mana sih orang yang bilang cara ini bakalan bisa berhasil..? pengen nempelin kertas ini ke mukanya nih... hehehe
Yaudah sih, yang aku bisa lakukan saat ini memang menenggelamkan diri dalam fantasi-fantasi buas itu. Biarpun semua itu hanya ilusi, paling tidak bisa memberikan efek menyenangkan walau sesaat.
Hidup ini memang susah diatur-atur sob..., jangankan maneger, bahkan kita sendiri pun masih akan kewalahan kalau sok ngatur-ngatur hidup..., udahhh serahin Yang Punya Skenario ajadeh... Kau perlu yakin, entah itu mimpi, cita-cita, harapan, DIA bisa mendengar.... DIA tahu...,
Lalu pada akhirnya kita hanya perlu bersandar..., meletakkan penghambaan diri pada Sang Pencipta.
Seandainya saja aku seorang penyair atau pujangga.., yang setiap potong katanya begitu bermakna dan mempesona.
Lihat, mudah sekali berandai-andai bukan? Ini adalah cita-cita. Harapan paling dalam.
Dulu guru-guru TK ku pernah bilang; 'Kamu bisa jadi apa saja, gantungkan cita-citamu setinggi langit, dan berusahalah untuk menggapainya'. Hah..., Bullshit. Lihat, apa yang kudapatkan dengan berangan-angan? Nothing.
Kau tau, kalau aku beberkan cita-citaku disini..., kau akan terperangah.., ini begitu liar dan diluar kendali. Seperti rumput rambat yang menjalar kemana-mana.
Suatu hari ada orang sukses di tv yang mengatakan ia menulis harapannya entah itu 10 atau 100--aku lupa-- di atas selembar kertas, dan dia berusaha mencapainya, dan ohhh lihat.. dia berhasil mencapai hampir semua target yang dia tulis....! selamat....ya...
H A H A H A
Bodoh sekali aku pernah meniru jejak orang itu...! Nih..., aku masih menyimpan agenda ku pas SMA, ada 10 target terbesarku..., dan saat aku tamat SMA 9 dari 10 sudah dicoret..., mana sih orang yang bilang cara ini bakalan bisa berhasil..? pengen nempelin kertas ini ke mukanya nih... hehehe
Yaudah sih, yang aku bisa lakukan saat ini memang menenggelamkan diri dalam fantasi-fantasi buas itu. Biarpun semua itu hanya ilusi, paling tidak bisa memberikan efek menyenangkan walau sesaat.
Hidup ini memang susah diatur-atur sob..., jangankan maneger, bahkan kita sendiri pun masih akan kewalahan kalau sok ngatur-ngatur hidup..., udahhh serahin Yang Punya Skenario ajadeh... Kau perlu yakin, entah itu mimpi, cita-cita, harapan, DIA bisa mendengar.... DIA tahu...,
Lalu pada akhirnya kita hanya perlu bersandar..., meletakkan penghambaan diri pada Sang Pencipta.
Wednesday, July 24, 2013
Abandoned Diary #1: It's Been Wrong from the Beginning
Aku tau aku telah salah dalam menilai perasaanku sendiri.
Namun aku tak tau bagaimana memperbaiki kejanggalan ini. Ini diluar kemampuanku. Mengambil keputusan adalah yang terberat, karena aku bukanlah seorang yang teguh pendiriannya.
Aku takut. Ini bukan hal sederhana seperti menentukan spesifikasi pompa. Ini tentang perasaan, yang keujudannya seperti menerawang ditengah kabut.
Aku bukan ahlinya meraba-raba. Aku menghitung. Aku butuh kepastian yang seharusnya bisa kutemukan sendiri.
Dan pada akhirnya, aku sampai pada titik dimana ketidakpedulian mulai berkuasa. Aku sudah sangat jenuh dengan omongan mereka. Begitupun dengan segala asumsi-asumsi yang kukarang sendiri ini.
Kau tau, asumsi diambil untuk memudahkan menyelesaikan masalah. Syaratnya harus logis. Kesalahan terbesarku adalah asumsi-asumsi yang kuambil begitu serampangan. Liar. Tidak masuk akal.
Lalu sekarang apa? Mau bagaimana?
Jangan tanya begitu. Jangan bertanya seolah-olah aku sudah punya rencana yang brilian, penuh kematangan, dan aku merahasiakannya. Tidak. Sedikitpun.
Aku masih saja berandai-andai. Terjebak dalam fantasiku sendiri, kadang membahagiakan, tapi lebih sering mengerikan.
It's been wrong from the beginning.
Jadi, jika kau belum pernah menemukan kisah yang tak jelas ujung pangkalnya, atau kisah yang absurd, janggal, tak menentu, maka aku ingin sekali menceritakannya padamu. Andai aku bisa.
Abandoned Diary #2
Namun aku tak tau bagaimana memperbaiki kejanggalan ini. Ini diluar kemampuanku. Mengambil keputusan adalah yang terberat, karena aku bukanlah seorang yang teguh pendiriannya.
Aku takut. Ini bukan hal sederhana seperti menentukan spesifikasi pompa. Ini tentang perasaan, yang keujudannya seperti menerawang ditengah kabut.
Aku bukan ahlinya meraba-raba. Aku menghitung. Aku butuh kepastian yang seharusnya bisa kutemukan sendiri.
Dan pada akhirnya, aku sampai pada titik dimana ketidakpedulian mulai berkuasa. Aku sudah sangat jenuh dengan omongan mereka. Begitupun dengan segala asumsi-asumsi yang kukarang sendiri ini.
Kau tau, asumsi diambil untuk memudahkan menyelesaikan masalah. Syaratnya harus logis. Kesalahan terbesarku adalah asumsi-asumsi yang kuambil begitu serampangan. Liar. Tidak masuk akal.
Lalu sekarang apa? Mau bagaimana?
Jangan tanya begitu. Jangan bertanya seolah-olah aku sudah punya rencana yang brilian, penuh kematangan, dan aku merahasiakannya. Tidak. Sedikitpun.
Aku masih saja berandai-andai. Terjebak dalam fantasiku sendiri, kadang membahagiakan, tapi lebih sering mengerikan.
It's been wrong from the beginning.
Jadi, jika kau belum pernah menemukan kisah yang tak jelas ujung pangkalnya, atau kisah yang absurd, janggal, tak menentu, maka aku ingin sekali menceritakannya padamu. Andai aku bisa.
Abandoned Diary #2



