Aku tau aku telah salah dalam menilai perasaanku sendiri.
Namun aku tak tau bagaimana memperbaiki kejanggalan ini. Ini diluar kemampuanku. Mengambil keputusan adalah yang terberat, karena aku bukanlah seorang yang teguh pendiriannya.
Aku takut. Ini bukan hal sederhana seperti menentukan spesifikasi pompa. Ini tentang perasaan, yang keujudannya seperti menerawang ditengah kabut.
Aku bukan ahlinya meraba-raba. Aku menghitung. Aku butuh kepastian yang seharusnya bisa kutemukan sendiri.
Dan pada akhirnya, aku sampai pada titik dimana ketidakpedulian mulai berkuasa. Aku sudah sangat jenuh dengan omongan mereka. Begitupun dengan segala asumsi-asumsi yang kukarang sendiri ini.
Kau tau, asumsi diambil untuk memudahkan menyelesaikan masalah. Syaratnya harus logis. Kesalahan terbesarku adalah asumsi-asumsi yang kuambil begitu serampangan. Liar. Tidak masuk akal.
Lalu sekarang apa? Mau bagaimana?
Jangan tanya begitu. Jangan bertanya seolah-olah aku sudah punya rencana yang brilian, penuh kematangan, dan aku merahasiakannya. Tidak. Sedikitpun.
Aku masih saja berandai-andai. Terjebak dalam fantasiku sendiri, kadang membahagiakan, tapi lebih sering mengerikan.
It's been wrong from the beginning.
Jadi, jika kau belum pernah menemukan kisah yang tak jelas ujung pangkalnya, atau kisah yang absurd, janggal, tak menentu, maka aku ingin sekali menceritakannya padamu. Andai aku bisa.
Abandoned Diary #2
Panglima 2008
It's hard believing I forgot,
the way I felt when I let go,
of things that once I loved the most
Seperti angin lalu, semuanya memang sudah pergi. Tapi walaubagaimanapun apa yang telah berlalu akan tetap tinggal sebagai kenangan yang tak akan berubah sampai kapanpun.
Ini kenangan yang membesarkanku, menjadi seseorang yang bisa mengenal berbagai warna dunia.
Seseorang yang kemudian berani menggantungkan cita-citanya begitu tinggi.
Seseorang yang pada akhirnya merasakan bagaimana rasanya dikelilingi orang-orang yang mencintainya...
dan pada akhirnya bisa menyimpan rindu pada mereka....
Ah..seperti biasa, tenggelam dalam ke-melankolisan.
Tapi tahukah kalian berapa kuatnya aku ini?
Tuesday, January 22, 2013
Catatan Akhir Semester 3: Portal
Alhamdulillah
Semester 3 telah berlalu, dengan berakhirnya UAS Ganjil 2012/2013 hari Jum'at, 18 Januari 2013 lalu.
Tapi, tidak seperti sebelum-sebelumnya, dimana biasanya aku selalu penasaran dengan nilai-nilai yang keluar di portal akademik.
Sekarang berbeda...
Sekarang aku nggak akan repot-repot buka portal tiap hari demi mencari tau ada nilai yang keluar atau nggak. Aku nggak penasaran. Lebih tepatnya nggak peduli
Kenapa?
Jujur, sebenarnya aku hanya akan sangat penasaran kalau prediksi hasil ujianku bakalan bagus. Jadi dulu itu, pas libur semester 1 dan 2 aku hampir tiap hari, bahkan mungkin bisa 1 jam sekali nge-cek portal. Soalnya dari analisis Quick Count setelah ujian, aku ngitung sendiri kira-kira berapa persen aku bisa ngerjain soal dan kira-kira hasilnya bagus atau nggak... :p
TAPI, semua berubah sejak semester 3 menyerang....
Ya....berubaahhhh,
Matematika Teknik Kimia
Termodinamika
Azas Teknik Kimia
Teknik Tenaga Listrik
Transportasi Bahan dan Sedimentasi
Kimia Fisika 2
Itu segelintir mata kuliah yang memupuskan harapanku buat nge-cek portal tiap hari....
Tiada lagi portal..., tiada lagi penasaran...
Karena...Buat apa penasaran kalau hasil Quick Count berujung miris.... *nangis di pojokan
Tapi entah kenapa aku ikhlas. Memang sampai di situlah kemampuanku. Jadi kalo sekarang nggak mau liat portal, nanti ujung-ujungnya bakal nge-cek juga toh...?
Sekarang mari kita ambil ikhtisar dari semua ini.
Pertama,
Jika kita telah berusaha, memberikan yang terbaik yang kita punya. Memperlihatkan pada-Nya segala ketulusan kita untuk mencapai tujuan, maka apapun yang diperoleh, baik atau buruk, semuanya akan diiringi perasaan Ikhlas yang datang dari-Nya.
Kedua,
Sekuat apapun kita berusaha, sekeras apapun. Satu Hal yang perlu kita sadari adalah, bahwa apapun yang kita peroleh sebagai hasil kerja keras dan usaha itu, itulah yang pantas kita miliki. Jadi hindarilah sifat serakah.
Kemampuan itu anugrah, Tuhan memberikannya kepada orang-orang yang diinginkan-Nya. Lalu apa kita akan menyesali kehendak-Nya?
yang perlu kita lakukan adalah bersyukur...bersyukur...dan bersyukur untuk apapun yang kita dapatkan sekecil apapun itu. Karena kita tidak tahu apa yang akan Dia berikan pada kita nanti. :)
Oke sekian sob, semoga ceritaku bisa memberikan pandangan baru bagi kita semua...
wasalam
Semester 3 telah berlalu, dengan berakhirnya UAS Ganjil 2012/2013 hari Jum'at, 18 Januari 2013 lalu.
Tapi, tidak seperti sebelum-sebelumnya, dimana biasanya aku selalu penasaran dengan nilai-nilai yang keluar di portal akademik.
Sekarang berbeda...
Sekarang aku nggak akan repot-repot buka portal tiap hari demi mencari tau ada nilai yang keluar atau nggak. Aku nggak penasaran. Lebih tepatnya nggak peduli
Kenapa?
Jujur, sebenarnya aku hanya akan sangat penasaran kalau prediksi hasil ujianku bakalan bagus. Jadi dulu itu, pas libur semester 1 dan 2 aku hampir tiap hari, bahkan mungkin bisa 1 jam sekali nge-cek portal. Soalnya dari analisis Quick Count setelah ujian, aku ngitung sendiri kira-kira berapa persen aku bisa ngerjain soal dan kira-kira hasilnya bagus atau nggak... :p
TAPI, semua berubah sejak semester 3 menyerang....
Ya....berubaahhhh,
Matematika Teknik Kimia
Termodinamika
Azas Teknik Kimia
Teknik Tenaga Listrik
Transportasi Bahan dan Sedimentasi
Kimia Fisika 2
Itu segelintir mata kuliah yang memupuskan harapanku buat nge-cek portal tiap hari....
Tiada lagi portal..., tiada lagi penasaran...
Karena...Buat apa penasaran kalau hasil Quick Count berujung miris.... *nangis di pojokan
Tapi entah kenapa aku ikhlas. Memang sampai di situlah kemampuanku. Jadi kalo sekarang nggak mau liat portal, nanti ujung-ujungnya bakal nge-cek juga toh...?
Sekarang mari kita ambil ikhtisar dari semua ini.
Pertama,
Jika kita telah berusaha, memberikan yang terbaik yang kita punya. Memperlihatkan pada-Nya segala ketulusan kita untuk mencapai tujuan, maka apapun yang diperoleh, baik atau buruk, semuanya akan diiringi perasaan Ikhlas yang datang dari-Nya.
Kedua,
Sekuat apapun kita berusaha, sekeras apapun. Satu Hal yang perlu kita sadari adalah, bahwa apapun yang kita peroleh sebagai hasil kerja keras dan usaha itu, itulah yang pantas kita miliki. Jadi hindarilah sifat serakah.
Kemampuan itu anugrah, Tuhan memberikannya kepada orang-orang yang diinginkan-Nya. Lalu apa kita akan menyesali kehendak-Nya?
yang perlu kita lakukan adalah bersyukur...bersyukur...dan bersyukur untuk apapun yang kita dapatkan sekecil apapun itu. Karena kita tidak tahu apa yang akan Dia berikan pada kita nanti. :)
Oke sekian sob, semoga ceritaku bisa memberikan pandangan baru bagi kita semua...
wasalam
Author:
Unknown
Label:
Cerita,
Curcol,
Kuliah,
Motivasi,
Teknik Kimia
Saturday, October 27, 2012
Sepotong Memori Pahit
Yah...beginilah nasibku saat masih SMA, dibully di pelajaran Fisika Plus....
Rasanya pengen banget ngepost beberapa foto lagi yang lebih parah, contohnya saat ketika kertas hasil ujianku yang cuma dapat nilai 21 ditambahi tulisan 'Lazy Man', atau ada juga di ujian lainnya (yag hasilnya juga parah) dikasih tulisan '78282', 'be sixty', 'be ninety'
Kalau bingung apa arti 'be sixty' atau 'be ninety' coba aja tulis sixty atau ninety dalam angka...terus baca..!
Terus arti '78282' coba tebak apa?
Rahasia.
Ini lebih parah. Hanya aku, sang guru, dan beberapa korban lainnya yang tau artinya.
Friday, October 26, 2012
A Story about Black Butterfly
"Love is like a butterfly, if you run and try to catch it flys away, but if you sit and wait patiently it comes to you!"
Yah...begitulah kutipan yang ketemu tadi pagi....kembali mengingatkanku pada gambar di samping ini...sebuah simbol atau apalah yang sejujurnya membuatku terhipnotis....
Yah....sejujurnya, aku bukan pencipta lambang misterius itu guys....
Tapi, yang menjadi bagian penting di sini adalah....sign atau logo Black Butterfly ini...sob...
Tapi gak semua karyaku itu sekarang masih existing... .sayang sekali...beberapanya mungkin masih ada di tangan murid pertamaku....atau mungkin udah dia buang karena lebih mirip sampah....
Btw...murid? Ah...lucu juga nih ceritanya....jadi dulu aku (dengan sok profesional-nya) menurunkan bakat menulis puisi yang pas-pasan ini ke salah seorang teman... Jadi berjalanlah proses les privat di kelas mulai dari belajar pemilihan kata, makna...dan lain sebagainya...
Nah, Karena sudah diangkat jadi murid...maka suatu waktu aku (yang saat itu dikenal sebagai The Black Butterfly) menyarankan sama si murid buat bikin sign juga....
Hhhmmmmm...begitulah salah satu kisahku yang indah dan berkesan..., masa-masa terindah hidupku memang adalah masa-masa SMA...jadi kisah ini hanya sekelumit saja dari hal-hal luar biasa yang kualami di SMA tercinta....
The only reason people hold onto memories so tight is because memories are the only things that don't change; while everybody else does.
Yah...begitulah kutipan yang ketemu tadi pagi....kembali mengingatkanku pada gambar di samping ini...sebuah simbol atau apalah yang sejujurnya membuatku terhipnotis....
Terhipnotis? Kok terdengar aneh ya? Bukannya aku sendiri yang punya itu simbol?
Yah....sejujurnya, aku bukan pencipta lambang misterius itu guys....
*mendadak hening*
Memang sih...ini termasuk penyalahgunaan hak cipta dan aku seharusnya sudah dipenjara 10 tahun atau membayar denda 200 juta rupiah karena telah menggunakan hasil karya orang lain...
Tapi, masalahnya itu punya sodaraku..., dan sepertinya dia cuma iseng-iseng bikin gambar ini. Tapi... entah mengapa gambar ini punya arti tersendiri bagiku yang gak bisa diungkapkan... (sampai-sampai dibikin jadi sign pribadi juga...)
Nah...lupakan mengenai asal usul The Black Butterfly, sekarang cerita dikit...
Selama di SMA aku yang mantan pujanggaa ini (eh?) bisa dibilang sudah melahirkan karya-karya kontemporer yang menggugah banyak pihak loh....
Tapi, yang menjadi bagian penting di sini adalah....sign atau logo Black Butterfly ini...sob...
Hmm...yah sejujurnya karya-karyaku dulu itu setelah dibaca lagi sekarang emang sih..jadi pengen muntah...namanya juga pemikiran dan imajinasi seseorang bakal berkembang dengan berjalannya waktu...
Btw...murid? Ah...lucu juga nih ceritanya....jadi dulu aku (dengan sok profesional-nya) menurunkan bakat menulis puisi yang pas-pasan ini ke salah seorang teman... Jadi berjalanlah proses les privat di kelas mulai dari belajar pemilihan kata, makna...dan lain sebagainya...
Hahahaha...kalau udah kuliah gini, cerita jaman SMA jadi seperti cerita masa kanak-kanak ya..., perasaan aku dulu sudah merasa dewasa banget berhubung baru lulus dari SMP....
Nah, Karena sudah diangkat jadi murid...maka suatu waktu aku (yang saat itu dikenal sebagai The Black Butterfly) menyarankan sama si murid buat bikin sign juga....
"Eh...sebagai murid The Black Butterfly kamu juga musti punya sign dong..."
"Apa bagusnya?"
"The Black Dragonfly..."
"....." (dan seterusnya, kurang lebih begitu ceritanya)
Aku lupa entah dia yang bikin duluan terus ku edit dikit...atau aku yang bikin semuanya, Terserah mau bagaimana proses bikin yang sebenarnya...yang jelas, pada akhirnya lahirlah logo atau sign The Black Dragonfly....
The Black Dragonfly sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya bahkan tidak ditemukan di artefak-artefak kuno jaman SMA. Lambang misterius ini akhirnya lenyap ditelan perkembangan zaman...
Hhhmmmmm...begitulah salah satu kisahku yang indah dan berkesan..., masa-masa terindah hidupku memang adalah masa-masa SMA...jadi kisah ini hanya sekelumit saja dari hal-hal luar biasa yang kualami di SMA tercinta....
The only reason people hold onto memories so tight is because memories are the only things that don't change; while everybody else does.
Thursday, October 25, 2012
The Third Stage of Hell
Halooooo....Berhubung lagi UTS tapi ada jatah libur dikit di akhir pekan....aku mau berbagi sedikit penderitaan dengan kalian semua para pembaca yang unyu-unyu.....
Silahkan dikerjakan
Matematika Teknik Kimia--> kegelapan alam semesta...
-r = k.C (mol/volum katalis/waktu)Difusi A ke dalam katalisator mengikuti Hukum Ficks;
Na = -D (dC/dr)dengan D adalah difusifitas efektif Bahan A di dalam katalisator. Porositas katalisator adalah e (volum rongga/volum katalis) Jika konsentrasi A di permukaan katalisator dipertahankan tetap, tentukanlah konsentrasi A dalam katalisator sebagai fungsi posisi dan waktu.
Azas Teknik Kimia--> Judulnya sih kedengerannya kaya belajar KWN...tapi isinya...penuh dengan OMG
Dalam sebuah pabrik asam sulfat, Proses penyerapan SO3 dengan larutan H2SO4 99% dilakukan pada sebuah menara Absorber. Keluar dari Absorber kadar H2SO4 menjadi 99.5%, selanjutnya diencerkan dengan air make up sehingga kadarnya menjadi 99%. Sebagian H2SO4 diambil sebagai produk dan sisanya di recycle ke menara Absorber. Jika gas umpan mengandung 8% SO3 mengalir ke menara Absorber dengan kecepatan 10000 ft3/jam pada suhu 100 F dan tekanan 2 atm. Hitunglah kecepatan aliran massa produk dan aliran recycle.
Transportasi Bahan dan Sedimentasi--> No Comment
Thoughed Belt Conveyor dipakai untuk mentransport zat padat berbentuk granular-like. bahan ini memiliki angle of response 20 deg. Lebar belt 4" dengan konstruksi belt datar 24" dan sisanya konstruksi miring. Jika belt dioperasikan dengan kecepatan maksimum 100 ft/min dab granular like material memiliki bulk density 70 lb/cuft, berapa kapasitas maksimum yang bisa dilayani oleh Toughed belt conveyor? Berapa daya motor penggerak yang dipakai? Jika kapasitas transpor ingin dinaikkan 25%, apa yang saudara lakukan?
Kimia Fisis<-- Nah ini soalnya gampang....mikirin jawabannya musti guling2 dulu...
Jika gas nitrogen memenuhi persamaan keadaan; P(V-b) =RT, tentukanlah fugasitas gas nitrogen tersebut pada tekanan 1 atm dan suhu 25 derajat Celcius.
Nah...itu adalah segelintir matakuliah dari sekian banyak mata kuliah yang bertipe sama...yang harus aku hadapi semester ini...Teknik Tenaga Listrik, Termodinamika, Analisis dengan Instrumentasi, Ekonomi Teknik dsb...
Kesimpulannya:
Mohon do'a dan semangatnya ya teman-teman, semoga aku bisa sukses di semester 3 ini..., sesulit apapun itu...^_^
When life gives you a hundred reasons to cry, show life that you have a thousand reasons to smile
see yaaa...and good luck...
Author:
Unknown
Label:
Cerita,
Jogja,
Kuliah,
Teknik Kimia
Sunday, August 12, 2012
Hujan Lagi Jogja

Sebelumnya, aku
minta maaf padamu, hujan... karena hanya lewat untaikan kata-kata inilah aku
bisa menyapamu kembali...
Untuk kesekian
kalinya, kau mengisi dengung di rongga telingaku dengan derai kontinu yang tak
beraturan...
Pernahkah kau
menyempatkan diri untuk mengagumi seberapa indah dirimu..??
Kau begitu rendah
hati...,
Tapi...,sejujurnya
aku masih menyimpan rindu ini...
Rindu yang sepertinya
tak akan pernah bisa terobati...bahkan
olehmu...
kau hanya menambah
berat tanggungan ruang hatiku yang sempit ini...
dan aku tidak tau,
apakah aku harus bergembira lagi menyambut
kedatanganmu kali ini..
kedatangan yang
kini selalu bisa ditebak...
aku kian
terperangkap dalam kedinginan yang membekukan ini...
ku tau bukan kau
lah penyebabnya...
Semua ini berasal
dari kerinduan yang tak pernah sempat ku titipkan padamu.Kerinduan yang
teronggok bisu, dan semakin lama semakin menyesakkan....
Aku tau...dibalik
deraimu yang elegan...
Kau hanya hadir membawa basah yang
tersia-siakan...
Lalu, haruskah aku
berpaling pada pelangi ??
Bukankah
keanggunannya hanya bertahta di lembah Merapi sana...??
Entahlah...
mungkin dia juga merasa kesepian...
Hujan...
Kenapa kisah ini
begitu ambigu?
Kisah yang tak ada
ujung dan pangkalnya....
Memang..., masing-masing dari kita memiliki cerita yang berbeda-beda.
Akan selalu ada
seseorang diluar sana yang senantiasa menanti...sesulit apapun
itu...
Maka temuilah
pelangi...yang begitu merindu di utara sana....
Aku tau dia masih
setia menunggu kedatanganmu,
seperti aku...
aku akan terus
menuggu...walau tak tau kapan kesetiaan itu akan musnah.....
dan kapan aku
harus mengakhiri penantian panjang ini..
NB:
Puisi ini saya tulis di Jogja sudah lama sekali, ketika kangen berat dengan teman-teman SMA. Tapi sekarang setelah bertemu mereka waktu buka bareng kemarin...Semuanya telah terobati, ^_^
NB:
Puisi ini saya tulis di Jogja sudah lama sekali, ketika kangen berat dengan teman-teman SMA. Tapi sekarang setelah bertemu mereka waktu buka bareng kemarin...Semuanya telah terobati, ^_^




