Copyright © adehidstory
Design by Dzignine
Monday, October 21, 2013

Abandoned Diaryl #10: Mulai Malas Menulis di Blog

Entah mengapa, bila ku hitung-hitung...tak berapa catatanku di blog ini yang berisi hal-hal menarik, menyenangkan...apalagi lucu...

Ya, memang, kenyataannya saat ini aku disibukkan dengan tugas dan ini-itu membuat rencana move-on ku di awal semester pupus...perlahan menguap...dan nyaris hilang...

Aku akan menjelaskan kondisi saat ini.
1. Akhir pekan (yang sedianya untuk menyelesaikan tugas) hilang karena musti nemenin sepupu keliling jogja.
2. PR/TUGAS untuk minggu ini: OPB, OPMP, PIK, P.Penelitian, LAPORAN ABSORPSI;
  • OPMP--> Dosen PHP, mau ngaplod PR tapi ga pernah jadi2... biasanya sih tiba2 diuplod semalam sebelum dikumpul... emang waktu kita bisa lu atur seenaknya...!!?
  • OPB--> Dosen frustasi gara-gara ga keburu nyelesein materi sebelum uts, nagsih PR satu bab (9 soal, satu soal aja musti mikir jungkir balik sampe 4-5 jam...LOL)
  • PIK,P.Penel--> Mata kuliah yang diajar oleh dosen yang sama, dosen penuh ambisi agar mahasiswanya bisa...disuruh nulis yang gak perlu...banyak. 
  • Laporan Absorpsi--> panjaaang...hitungannya untung aja udah dibikini temen super duper keren Vero..., makasi ya..., tapi tetep aja baru sampai tinjauan pustaka... :(
Deadline:
OPMP,OPB--> Rabu 23 Okt
PIK,P.Penelitian--> Kamis 24 Okt
Laporan Absorpsi--> Jum'at Okt

Sejauh ini: Senin malam, 21 Oktober 2013
OPB = baru 4 soal, coret2an
OPMP= 0%
PIK = 10% (yang dikerjain di kelas)
P.Penel =10% (baru searching beberapa, belum diapa2in)
Laporan = 20% (sampai Tinjauan pustaka

Mungkin ini belum seberapa dibandingkan teman-temanku yangmungkin berada di posisi yang sama tapi PLUS:
-Persiapan buat nutor...(Bagi tutor, I know how it feel...)
-Tugas-tugas sebagai Asisten Praktikum...
-apalagi yang tambah2 deadline kerjaan organisasi, DLL...
-Persiapan KUIS...(masya Allah.....)

Turut berduka ya....

Oke...SELAMAT TIDUR....






Monday, October 14, 2013

Abandoned Diary #9: Hari Ulang Tahun yang Biasa Saja

Berbeda sekali rasanya saat aku disibukkan dengan deadline dan tugas beruntun selama beberapa hari belakangan ini, bila dibandingkan dengan hari ini, kemarin, dan mungkin besok. Memiliki waktu santai tanpa tugas dan beban entah kenapa menjadi horor tersendiri...

Ya...memang, aku biasanya mengisi hari kosong dan malasku dengan menonton atau tidur...itu saja...apalagi setelah hari-hari melelahkan belakangan ini, yang membuatku kekurangan jatah tidur...
Rasanya hari libur kurang lebih 4 hari ini jadi ajang pembalasan dendam...

Aku bukan tipe yang menjunjung tinggi prinsip "libur=going somewhere" seperti beberapa temanku..., tapi bohong juga kalau bilang aku gak pengen..., pengen lah, tapi bedannya, aku tidak pernah memaksakan keinginanku...lagipula aku tidak merasa keberatan berada di kamar seharian memuaskan diri dengan hal-hal yang tak mungkin sempat dilakukan selama waktu-waktu kuliah.

Oh, iya sedikit cerita disini tentang bagaimana jalannya hari-H ku ditengah-tengah masa-masa tersibuk semester ini.
Minggu kemarin, 6 Oktober 2013 aku menghabiskan waktu dengan mengerjakan tugas hingga sore, nonton sebentar, makan sebentar, lalu tugas lagi..., bukan hari H yang oke lah....
tapi untunglah ada Manda dan Arief yang mau diajak makan-makan dan nonton bareng malam itu... (walaupun aku harus menyingkirkan sebentar PR Perpindahan Panas yang terbengkalai dari otak).

Tapi aku gagal untuk benar-benar membebaskan diri...!! Gagal menspesialkan hari H ku... karena percaya atau tidak aku membawa textbook Holman-Heat Transfer dalam tas pas acara makan-makan dan nonton bareng sohib-sohibku itu....
hahaha...lucu banget mungkin bagi sebagian orang, aneh, gila, pikirannya belajar mulu...
hey...!! you don't know being in my position is not that easy...!!

dan...memang, malam itu setelah nonton film horor The Conjuring di kosannya Arif, aku ngungsi ke kosan manda dan nyelesein tugas itu sampe jam setengah 3 pagi..., dan berujung  frustasi gara-gara ga ngerti...

Oke, sekian ceritanya malam ini, Selamat Hari Raya Idul 'Adha 1434 H. Ini lebaran hajiku yang ke-3 tidak bersama keluarga. 3 tahun berturut-turut. Aku beruntung jadi orang yang cukup kuat dan berlapang dada menerima kenyataan ini. Alhamdulillah...


Sunday, October 6, 2013

My Birthday Wishes

This is D-Day...
Happy Birthday to me. Since no one else tends to be the first to say it.

Pada suatu titik, aku memilih untuk berserah.
Aku bersyukur, disaat ku tak mampu lagi...aku memilih kembali kepada Sang Maha Pemampu.

Ya Rabbku,
Hari ini tiba juga aku di usia ini
Hari di mana aku harus menjadi lebih bijaksana, dan lebih dekat dengan-Mu

Ya Rabbku,
Semoga Kau jadikan kekhusyu'an dalam setiap ibadahku, keikhlasan dalam setiap amalanku, dan kelembutan dalam setiap tutur kataku..

Ya Rabbku Yang Maha Pembuka Hati,
terima kasih atas hari yang baru ini. Semoga Engkau membantuku dalam upayaku untuk menjadi lebih damai dengan diriku sendiri dan kehidupanku saat ini, dan mohon mudahkanlah jalan naikku dalam kehidupan ini, dan mampukanlah aku untuk mengatasi semua ujian yang kuhadapi di dalam usahaku mendekatkan diri dengan Engkau Yang Maha Tinggi....

Amin.
Saturday, October 5, 2013

Abandoned Diary #8: My Birthday H-1

Sehari sebelum 'my day' aku sudah siap (atau berusaha siap) dengan yang terburuk.
tugas, persiapan kuis, dan lain-lain...
bahkan di akhir pekan begini... rasanya sumuk dan penuh...
Segalanya serasa pengen masuk ke dalam otakku dalam waktu bersamaan.
Seandainya malam ini bisa diperpanjang...
biar aku bisa berjuang sampai titik darah terakhir menyelesaikan segala tuntutan ini...
dan menjadikan besok benar-benar spesial...

seandainya...
Tapi, mustahil. besok akan diisi dengan mengerjakan tugas perpindahan panas...yang sudah harga mati harus dikerjakan besok karena hari-hari berikutnya akan lebih padat lagi dengan persiapan kuis...

Aku masih menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan kuliah loh... belum ada embel-embel tanggung jawabku di luar perkuliahan dengan acara ini-itu, belum juga memperhitungkan kewajiban tak terelakkan seperti nyuci dan nyetrika... belum

Aku hanya ingin berbagi saja. aku tidak bermaksud mengeluh... tidak sama sekali..., Karena kupikir berbagi bisa meringankan bebanku sedikit.
Kalau saja orang lain bisa mengerti aku sedikit saja...
atau mungkin....mencicipi bagaimana rasanya menjadi aku...?
Aku....yang notabene gak se 'selow' yang ku harapkan bisa kulakukan...

Ini aku:
"People might think that communicating with you is difficult, but for you, it isn’t easy to be who you are."Dan benar, tidak mudah menjadi aku.
Terkadang dengan mengharapkan orang lain mengerti...aku harus menerima konsekuensi yang terburuk, yakni mereka salah mengartikan...

tapi aku tak mau membahasnya... 
terlalu high level untuk menjadi bahan pembicaraan ringan di personal blog.

Ini juga aku, mungkin, kuharap begitu dan... kupikir memang begitu...
"You have a great capacity to love people until they hurt you. But even after they do. . . you keep loving. Very few people can appreciate everything you do as well as you deserve."


 Sekian...

Thursday, September 26, 2013

Frontal

Entah ada angin apa... adikku yang paling bontot, cewe kelas 1 smp, dengan sangat tak disangka-sangka ngirim chat di fb yang isinya begini:

"gak stabil tp menarik.......kadang cuek tp selalu perhatian........kadang nyebelin, nyenengin (kadang**)kadang jahat tp baik (kadang**) jutek tp murah senyum........itu lah ade (abang)"
Are you sick?
belum pernah ada sejarahnya di keluargaku yang frontal-frontalan kaya begini..., ga tersanjung, ga tersinggung, aneh aja... hahaha

Friday, September 20, 2013

Abandoned Diary #7: Memilih Dosen Pembimbing Penelitian

Alhamdulillah...
Karena pertolongan Allah, aku akhirnya lolos Tes POTK 3 dan itu berarti semester depan (VI) aku sudah bisa mengambil penelitian...

Setelah semua kekhawatiran dan beban sebelum aku lulus, setelah lulus sekarang pun hadir kegalauan baru; memilih dosen pembiming penelitian.

Aku tiba-tiba kaget ketika salah satu temanku yang telah lebih dahulu lolos nanya begini: "Pengen dosen pembimbing siapa?"

Tiba-tiba aku bingung, trus mikir iya..ya, siapa ya?
Saat itu aku sadar kalau beberapa temanku--yang telah lebih dahulu lolos di tes pertama dan kedua--telah terlebih dahulu nge-cim alias booking posisi dosen pembimbing yang mereka inginkan...
Lalu secara spontan aku mikir luar biasa anak-anak ini...gerakan cepat dan membabi buta... LOL

Ketika salah satu jawaban muncul di otakku, aku pun spontan ngejawab Bu A, salah satu yang paling enak diajak ngobrol dan menurutku paling mengayomi...

Dengan memilih beliau, aku sangat aware sekali kalau ternyata banyak juga mahasiswa lain yang mendambakan beliau menjadi dosen pembimbing...

Bahkan...salah satu temenku, udah duluan 'ngelamar' beliau. Wooohhh cadasss....

Berganti hari, aku merasa semakin dikelilingi oleh atmosfer 'berburu dosen penelitian' dari lebih kurang 20 mahasiswa lain yang juga telah lolos.

si anu pengen pak anu..., si ini pengen bu itu...

Tentu semua pilihan mereka itu ada pertimbangan masing-masing, contoh beberpa pertimbangan mereka:
1. Memilih dosen-dosen yang memiliki banyak valid project  dan banyak sponsorship dari luar.
2. atau..., memilih dosen yang gampang acc, cepet kelar deh penelitiannya, cepet seminar...
3. ada juga yang... memilih dosen yang gampang ketemuannya, sms selalu bales, diajak ngobrol enak
4. dan alasan standar seperti dosen yang baik hati...tidak sombong... murah senyum...rajin sedekah...

Yah.... begitulah balada setelah lulus tes umum POTK di Jurusan Teknik Kimia UGM...

Kembali ke topik dosen pembimbingku, aku sebenernya tetap keukeuh milih Bu A..., tapi ya kalau seandainya total mahasiswa yang lulus sampai tes ke-5 masih < 30 orang, itu artinya ada kemungkinan 1 dosen untuk 1 mahasiswa percepatan penelitian.

Dengan kata lain, bagi temen-temenku yang sudah ngomong langsung alias 'ngelamar' si dosen dan disetujui... kemungkinan besar ga ada lagi peluang untuk bisa 'diserang'... (gilak bahasanya... .red)

Jadi, aku pun menggeser bidikan ke dosen lain bernama Pak T. Aku memlih beliau karena dulu sudah pernah dibimibing untuk laporan resmi Praktikum Proses. Menurutku, beliau itu bagus kok, bisa diajak tukar pikiran dan gak sombong, walaupun emang agak susah dihubungi sih.

Oh iya, sebenernya aku juga pengen Pak R..., soalnya dulu juga pernah dibimbing untuk PKM, terus pas nanya temen-temen, mereka bilang; 'wah..itu termasuk tiga dosen paling dihindari loh, de...'

Widihh luar biasa, aku semakin bangga deh sama temen-temenku ini, sampai tau sejauh itu. Mereka riset dulu kali ya..., harusnya aku juga..., tapi gapapa lah toh ada mereka yang ngasih tau...

3 dosen paling dihindari? aku jadi kasian sama beliau-beliau...tapi maaf ya pak...aku juga harus menghindari kalian demi masa depanku..., tell me i am right...! tell me...!

Suatu hari, aku bertemu DPA ku, Pak F untuk menanda-tangani KRS. (aku awalnya ada niat juga milih beliau, tapi gajadi, gak banget dah...*alasan dirahasiakan, takut dosa*).

Kemudian aku melontarkan isu 'berburu dosen penelitian' (gak..., aku gak bilang persis begitu) ke Pak F.
Agak awkward juga sih...jadi seolah-olah kamu mau poligami, terus ngomong ke istri pertamamu... 

Iya..., awalnya aku gak enak, masa memilih dosen lain... dan bukan dia? bagaimana perasaan DPA-ku itu...?? alahh..

Setelah aku ngomong kondisinya, dia santai aja, ngasih masukan, ngasih bocoran peraturannya gimana (karena dia juga menjabat Kepala Jurusan), dan ngasih tau tentang Pak T itu concern-nya ke bidang apa...(sambil sibuk nulis-nulis apaaa gitu). Trus nyuruh udahan.

WHAT?? Kau anggap apa aku ini?? Tidakkah kau cemburu aku memilih dosen lain selain kamu??

Dari beliau aku dapat info kalau Pak T itu concern ke minyak bumi, biomass, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pirolisis material..., hmm cukup menarik lah, pikirku. Sebenernya aku gak ada gambaran sama sekali..., aku juga menganggap penelitian tentang biogas, dan bioprocessing juga menarik... -____-

Informasi lainnya, bahwa kalau memang ada beberapa mahasiswa memilih dosen yang sama, bisa-bisa aja sih, kalau semisal project dosen itu butuh lebih dari satu mahasiswa. Tapi kalau gak ya berarti mahasiswa lain harus rela dengan pilihan kedua atau ketiga... Itu pun dosen yang memiliki valid project berhak memilih mahasiswa, sementara dosen yang tidak punya valid project, tak punya hak menolak mahasiswa yang memilihnya. Gitu.

Nah, begitulah sekelumit kisah pasca tes umum POTK yang membahana badai katulistiwa mengguncang samudra...
Semoga menghibur dan menambah informasi ya....








Tuesday, September 17, 2013

Abandoned Diary #6: Kuasa Allah itu Nyata

Hari ini kukira pagiku tak akan sama lagi dengan pagi-pagi lainnya...
Pagiku tak lagi penuh kedamaian dan ketenangan, melainkan sebuah penyesalan...
Pagiku hari ini, lagi, diawali dengan seruan istighfar dilanjutkan dengan mengacak-acak rambut...

I am frustated...

Keadaan ini berlanjut sampai ke kampus... mood amburadul.
aku gagal lagi di tes ke-3 pikirku...karena aku membuktikan sendiri bahwa hasil jawaban tesku yang terakhir tidak sesuai dengan rumus yang ada di buku salah satu dosen. Jangankan sesuai rumus, aku malah tak menggunakan rumus melainkan memakai cara konvensional....!!!

Walaupun 3 nomor sudah ku pastikan benar (karena memang soalnya sudah pernah dikerjakan sebelumnya), tapi kalau salah satu soal saja sudah dipastikan tidak lulus, begitu peraturannya...

Sampai pada kuliah ke-2 di hari yang sama... aku masih tak berani, ah bukan tak berani, tapi tak mau mengecek sendiri pengumuman kelulusan di tes ke-3 ini. Tak mau memastikan kegagalanku.

Tapi tuhan berkata lain...
di tengah mood yang masih tak menentu saat menunggu dosen... temenku Gisna bilang
"tuh kan de...kamu lulus"
"hah?" aku  masih belum menerima sepenuhnya, diam melongo, tapi jantungku berdenyut liar sekali..
Lalu untuk membuat ku lebih percaya, dia kembali bertanya pada teman lainnya (yang mungkin barusaja mengecek pengumuman) tentang siapa saja yang lulus tes ke-3

Dan aku mendengar namaku disebut,
lalu...

aku beristighfar...

Rasanya semua beban terangkat dalam sekejap, semua penyesalan, kekecewaan, kecemasan hilang melayang dan sirna seketika...

Aku lulus ya Allah? sungguh? tapi aku masih belum yakin apakah ini valid atau tidak. Aku sudah memastika bahwa salah satu jawabanku salah. Mungkinkah dosen yang memeriksa kasihan? Karena, daripada tidak ada mahasiswa yang lulus pada tes dimana beliaulah yang membuat soal, bukankah lebih baik dia meluluskan yang jawabannya cukup 'lumayan', walaupun salah???

Itu baru asumsiku..., aku masih yakin sekali dengan rumus yang ada di buku. Rumus yang belum pernah ku pelajari, tapi sekali kulihat aku dapat memastikan bahwa inilah yang diinginkan soal 'menjengkelkan' itu.
Sebab, variabel-variabelnya sesuai, dan kondisinya pun sama...

Yang jelas, seharian ini aku tak lepas dari memuji kekuasaan Rabb-ku. Betapa Ia mendengarkan doaku, betapa Ia melihat aku disini begitu mengharapkan uluran tangan-Nya..., dan aku merasa hina sekali...

Malam ini, aku kembali mengecek buku dosen yang menyajikan rumus tersebut. Ada dua jenis rumus menghitung Rmin (perbandingan refluks eksternal minimum), untuk umpan berupa uap jenuh, dan untuk umpan berupa cair jenuh.

Rumus yang ku pakai tentu yang sesuai dengan si 'soal'. Uap jenuh. Aku masih memperoleh hasil Rmin yang sama, 2.16. Hasil yang sangat berbeda dengan jawabanku saat tes; 0,96.
 Hasil yang membuatku stress semalaman dan terbangun dengan kesesakan.

Tapi, beberapa saat yang lalu, lagi-lagi aku heran dengan penglihatanku. Setan apa yang bertengger di mataku dari kemarin?

Rumus yang seharusnya ku pakai untuk mengecek jawaban ternyata yang satu lagi.... bukan yang menghasilkan nilai 2,16...
tapi yang satu lagi... yang menghasilkan nilai 0,96...!!! Ade, baca kalimatnya yang bener dong...!


Dan saat itu aku sadar, cara konvensionalku saat tes, yang hanya 10% kuyakini kebenarannya, ternyata menghasilkan jawaban yang sama dengan rumus entah apa lah ini..., ga ngerti lagi...

Subhannallah...

Lihat bagaimana Dia mempermainkanku dengan mudahnya... memberiku pembelajaran yang sangat berharga dengan tenggelam dan terjatuh. Memberiku rasa kecewa dan terluka, lalu menunjukkan akhir yang tak terduga indahnya. Ia telah memberiku kesempatan untuk mencicipi sepotong cerita dari skenario-Nya yang sempurna...

He is Allah, the One Who Listen